Wayang

Drupadi, Perempuan di Balik Berjayanya Pandawa

| dilihat 5192
 
AKARPADINEWS.Com- Epos Mahabharata memiliki tokoh perempuan yang menjadi penggerak alur ceritanya. Di antara sekian banyak tokoh, salah satu tokoh yang menarik ialah tokoh Dewi Drupadi. Tokoh tersebut merupakan tokoh perempuan utama dalam epos Mahabharata India maupun nusantara. Drupadi dalam epos Mahabharata merupakan anak dari Prabu Drupada, Raja Pancala.
 
Dalam versi India, Drupadi merupakan istri dari kelima Pandawa, sedangkan pada versi Jawa dan nusantara ia hanya menjadi istri dari Yudistira yang merupakan Pandawa tertua. Perbedaan versi itu disebabkan adanya penyesuaian dengan budaya nusantara yang tidak mengenal sistem poliandri. 
Sebelum menjadi istri Yudistira, Prabu Drupada mengadakan sayembara untuk menentukan pasangan bagi Drupadi. Sayembara tersebut memiliki dua versi. Versi pertama ialah sayembara membentangkan gendewa atau busur panah pusaka milik Pancala. Sayembara itu diikuti oleh Karna dan Arjuna. Sayembara itu dimenangkan oleh Ajuna. 
 
Pada versi kedua dari sayembara itu ialah peserta sayembara harus mengalahkan Patih Gandamana, saudara Prabu Drupada. Patih Gandamana berhasil dikalahkan oleh Bima. Dalam kedua versi sayembara yang dirunut dari versi nusantara itu, baik Arjuna maupun Bima mengikuti sayembara sebagai perwakilan dari Yudistira.
 
Semar (kiri) ketika bertemu Yudistira dan Dupradi. Foto: Istimewa
 
Drupadi versi nusantara digambarkan sebagai perempuan berwatakan sabar, bijaksana, setia dan luhur budinya. Ia mengikuti Yudistira dan para Pandawa kemanapun mereka pergi. Termasuk saat masa pengasingan Pandawa karena kalah bermain dadu dengan Kurawa dalam lakon pandawa dadu. 
 
Selain itu, peristiwa yang terdapat dalam lakon pandawa dadu menunjukkan Drupadi menjadi perempuan tegas dan pemberani. Dalam lakon tersebut, Drupadi telah dipermalukan oleh Dursasana yang menarik kainnya di depan umum, untungnya Drupadi diselamakan oleh Krisna. Dengan berani, Drupadi menuntut Yudistira dan para Pandawa untuk membelanya dan mengecam tindakan para Kurawa.
 
Drupadi juga menjadi pembakar semangat Pandawa. Pada masa pengasingan, Drupadi menjadi sosok yang terus menyemangati para Pandawa agar dapat melalui cobaan yang teus mendera. Pada perang Bharatayuda, dirinya ikut di dalam tenda para Pandawa untuk terus memotivasi para Pandawa. 
 
Ia terus mendampingi Yudistira dan para Pandawa dalam keadaan senang maupun susah. Kesetiaannyalah itu yang menjadi panutan bagi sebagian orang, khususnya orang Jawa. Hingga akhir hayatnya, Drupadi terus menemani Yudistira dan para Pandawa. Ia pun mengikuti pengembaraan terakhir Pandawa ke gunung Mahameru. Muhammad Khairil.
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Budaya
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 512
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
15 Nov 25, 12:24 WIB | Dilihat : 708
Jakarta dalam Kopor Afrizal Malna
14 Okt 25, 20:21 WIB | Dilihat : 608
Masihkah Kita Sungguh Sebangsa Se-Tanah Air ?
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 641
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 2799
Kanyaah Indung Bapak
20 Jul 24, 21:32 WIB | Dilihat : 3127
Voice of Baceprot Meteor dari Singajaya
Selanjutnya