Konjen Malaysia Istanbul Sambut Hangat Delegasi

Usanita Perkuat 'Halal Modest Fashion' di Pasar Global

| dilihat 242

ISTANBUL | Datuk Nana (Adzliana Hasan), Chief Executive Officer USANITA melangkah bergegas masuk ke Konsulat Jendral Malaysia di Istanbul diikuti anggota delegasinya. Mereka mempercepat langkah. Istanbul sedang berada dalam anomali iklim dan cuaca yang menghantarkan dingin, sedang melanda berbagai belahan dunia, tanpa kecuali Istanbul.

Wajah-wajah mereka nampak berulas senyum, kala Konsul Jendral Malaysia di Istanbul, Ahmad Amiri Abu Bakar menyambut hangat mereka. "Saya menyambut kunjungan USANITA ke Istanbul. Terima kasih Datuk Nana untuk datang dan menghubungi konsulat. USANITA sangat efektif menentukan waktu. Sepekan setelah kunjungan resmi Perdana Menteri, Dato Seri Anwar Ibrahim ke Turki minggu lalu," ujar Amiri.

Pertemuan pun berlangsung hangat dan mesra. Datuk Nana bicara. Ia menjelaskan tentang USANITA Sdn. Bhd dan misi lawatannya melaksanakan program Bridge to Brilliance (BtB) 5.0 di Turki. Bukan lawatan biasa, tentu.  

"Lawatan ini untuk memperluas jalur kerja sama bisnis dan penguatan akses pasar global bagi Halal Modest Fashion (HMF), sekaligus memperkuat sinergi lintas negara yang telah dibangun bersama mitra di Indonesia sejak BtB 2.0," ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, BtB merupakan platform pengembangan dan jejaring internasional USANITA yang berkembang bertahap sejak di Malaysia (BtB 1.0), Indonesia (BtB 2.0), United Kingdom (BtB 3.0), New Zealand/Australasia (BtB 4.0), dan kini Turki (BtB 5.0). Fokusnya, menghubungkan merek - jenama, pelaku usaha, mitra strategis, serta saluran pasar untuk ekspansi internasional.

Menurut Datuk Nana, USANITA Sdn. Bhd. merupakan platform pemberdayaan yang memperkuat ekosistem wirausaha melalui kemitraan strategis, pendampingan, komunitas anggota, serta menjalankan inisiatif sosial untuk kelompok sasaran.

Manfaatkan Peluang di Turki

USANITA juga aktif dalam pengelolaan peningkatan kapasita acara melalui lokakarya, ekspo, dan karnaval, dengan pengembangan modal insan sebagai pilar utama untuk mendukung nilai dan kesejahteraan masyarakat. Guna memperluas dampak, USANITA menjalankan program profil tinggi (high profil), termasuk Bridge to Brilliance serta kolaborasi pendidikan eksekutif melalui MoU dengan Saïd Business School, University of Oxford.

"Kita perlu memanfaatkan kesempatan ini, saya berharap sangat anggota Usanita memanfaatkan peluang datang ke Turki, khasnya Istanbul untuk berbisnis, membuka usaha. Ada banyak peluang yang dapat kita raih di sini," kata Amiri.

Ia menambahkan, pada pertemuan Presiden Erdogan dengan PM X Malaysia pekan lalu telah menentukan target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar. Target yang hampir dua kali lipat dari  tahun lalu, kala dua negara memiliki perdagangan bilateral sekitar RM 5,3 miliar.

Amiri menjelaskan pula, Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Malaysia - Turki telah berlaku selama lebih dari satu dekade. "Jika kita tidak memanfaatkan kesempatan untuk datang dan mendapatkan peluang bisnis di Turki, akan sia-sia. Boleh jadi akan menjadi kerugian," ungkap Amiri.

 Di antara peluang yang disebutkan Amiri  dan terkait dengan HMF, dari industri mode, perusahaan yang ingin menjual tekstil mode di Turki akan mendapatkan akses pasar yang sangat besar di sini. Apalagi, di Turki sudah ada pasar mode konservatif.  

Dijelaskannya, pasar di Turki -- khususnya di Istanbul saja--, mencapai sekitar 25 juta jiwa. Turki  berpenduduk sekitar 85 juta jiwa. Amiri lantas merekomendasikan, satu atau dua hal lain untuk dieksplorasi di sini adalah, pertama dari segi pariwisata.

"Ada potensi untuk membuka hotel butik yang menargetkan wisatawan dari Malaysia, Indonesia, New Zealand / Australasia. Juga peluang -- yang sangat ingin kami lihat -- adalah restoran Malaysia di Istanbul. Karena di Istanbul belum ada membuka restoran Malaysia otentik. Jika ada, kami siap membantu," ungkap Amiri, atusias.

Terima kasih USANITA

Sebelumnya, Amiris menyebutkan, target kami hanya warga Malaysia.  Wisatawan Malaysia, wisatawan Indonesia, wisatawan Eropa dan wisatawan Turki sendiri. Diungkapkannya, tahun lalu, kedatangan wisatawan dari Malaysia -- saja -- sekitar 100.000 pelancong.  Maknanya, hanya menargetkan pelancong Malaysia saja, sudah cukup. Belum lagi wisatawan dari Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya,

"Sekali lagi, saya ingin berterima kasih kepada USANITA, karena telah datang ke konsulat dan juga ingin meninjau peluang yang ada di Turki. Kita perlu memanfaatkan peluang yang ada atas nama Malaysia," urainya.

Dikatakan pula oleh Amiri,  nama Malaysia di Turki sangat baik. "Jadi jika kita tidak memanfaatkan kesempatan ini demi nama baik Malaysia di Turki, kita akan kalah, karena separuh perjuangan sudah gagal. Kita mesti menambah nilai, sebab persepsi terhadap Malaysia sudah sangat baik," jelas Amiri lagi.

Datuk Nana untuk dan atas nama USANITA menegaskan, untuk merambah peluang bisnis, Indonesia merupakan mitra utama dalam pengembangan HMF. "Indonesia memiliki ekosistem modest fashion yang kuat, jaringan pelaku industri yang luas, serta pengaruh budaya dan digital yang besar di kawasan. Maknanya, kolaborasi Indonesia –Malaysia dapat mempercepat perluasan HMF di tingkat regional maupun global," jelasnya.

Menurut Datuk Nana, Inisiatif BtB 5.0 (Turki) dapat memanfaatkan momentum hubungan Malaysia – Turki yang sangat baik dan semakin diperkuat, termasuk target baru perdagangan bilateral dengan nilai US$10 miliar.

"Dengan demikian terbuka peluang kemitraan rantai pasok dan akses pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha Indonesia dan Malaysia melalui jejaring yang telah dibangun dalam BtB," jelasnya lagi..

Ia mengemukakan, secara global, tren modest fashion semakin dipacu oleh permintaan konsumen yang menekankan kehalalan bahan, keterlacakan rantai pasok, serta praktik kerja yang etis, sehingga HMF diposisikan sebagai sektor bernilai tinggi berbasis kepercayaan.

Datuk nana juga menjelaskan, proyeksi industri menunjukkan belanja konsumen Muslim, antara lain untuk kategori pakaian dan alas kaki pada tahun 2023 mencapai US$327 miliar. Diperkirakan bakal meningkat menjadi US$433 miliar pada 2028. Proyeksi tersebut memperlihatkan besarnya peluang pasar untuk HMF, melalui strategi ekspor dan kolaborasi lintas negara.

Platform Strategis

Secara spesifik, Datuk Adzliana Hasan menjelaskan pula, bahwa Turki dipilih sebagai lokasi BtB 5.0 USANITA, karena kekuatan ekonomi, reputasi industri fesyen, pengaruh budaya. Selain itu, posisi Turki  yang menghubungkan Eropa dan Timur Tengah, dapat mendukung perluasan jaringan HMF dari Asia Tenggara ke pasar yang lebih luas.

“BtB 5.0 di Turki bukan sekadar lawatan bisnis, melainkan platform strategis yang menghubungkan diplomasi ekonomi, penguatan merek dan industri kreatif, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih kuat bagi mitra kami di Malaysia dan Indonesia,” jelasnya.

Pada 2024, Turki merupakan mitra dagang ketiga terbesar Malaysia di Asia Barat dengan total perdagangan sebesar RM24,15 miliar (sekitar US$5,28 miliar), serta menjadi tujuan ekspor terbesar dan sumber impor keempat terbesar Malaysia di kawasan Asia Barat.

Di sisi lain, pada pertemuan dengan Konsul Jenderal Malaysia di Istanbul, mengemuka prospek baik bagi USANITA. Dalam pertemuan tersebut Datuk Nana menyampaikan bahwa label fesyen internalnya, "Amber," membuka peluang kerjasama dengan mitra strategis di berbagai pasar Muslim, termasuk Turki.

Selaras dengan berbagai peluang yang harus direspon, pertemuan tersebut juga memberi perhatian khas untuk menjalankan proyek kolaborasi, penguatan merek, serta program perluasan pasar di bawah kerangka BtB.

Selain untuk industri fesyen, USANITA melihat BtB merupakan, jalur kerja sama untuk memperluas peluang dalam ekosistem halal yang lebih luas. Termasuk makanan - minuman dan produk halal.  sesuai aspirasi khalayak di Malaysia memperkuat posisinya sebagai hab halal global dan membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan dengan mitra di Indonesia.

Sebagai bagian dari aktivasi BtB 5.0, USANITA juga mendukung promosi Visit Malaysia 2026, melalui kegiatan kreatif dan produksi konten di Istanbul yang melibatkan delegasi lebih dari 40 orang, termasuk selebritas Malaysia dan kru produksi drama, untuk memperluas jangkauan promosi melalui pendekatan budaya dan industri kreatif. | haedar

Editor : haedar | Sumber : usanita
 
Lingkungan
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 472
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1142
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
16 Jun 25, 13:19 WIB | Dilihat : 1327
JFF 2025 Menyegarkan Imagineering Jakarta
Selanjutnya
Budaya
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 512
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
15 Nov 25, 12:24 WIB | Dilihat : 708
Jakarta dalam Kopor Afrizal Malna
14 Okt 25, 20:21 WIB | Dilihat : 608
Masihkah Kita Sungguh Sebangsa Se-Tanah Air ?
Selanjutnya