
AHAD (7.06.26) tak sekedar hari bercuti. Ini Ahad membiru. Stadion Indoor Kompleks Olahraga EduCity di Iskandar Puteri, Johor Bahru seketika dipenuhi oleh warna biru. Warna seragam Barisan Nasional (BN).
Para pemimpin BN di peringkat nasional dan negeri Johor, tampak berada di tengah para anggotanya. Sebutlah Presiden BN /UMNO Zahid Hamidi, Ketua BN Johor Datuk Onn Hafiz Ghazi, Presiden MCA Datuk Seri Wee Ka Siong, Presiden MIC Tan Sri SA Vigneswaran, dan Presiden Partai Progresif Rakyat (PPP) DatukJ Loga Bala Mohan, juga anggota parlemen Sembrong, Hishamuddin Husein dan bekas pemimpin BN Selangor, Noh Omar berada di tengah 'Muara Biru."
BN merupakan koalisi permanen partai-partai UMNO (United Malay Nation Organization), MCA (Malaysia China Association), MIC (Malaysia Indian Congres dan PPP (Partai Progresif Rakyat). BN kini memasang sesanti baru sebagai 'Rumah Bangsa.'
Apa yang terjadi pada Ahad Biru, itu mengisyaratkan, para pemimpin dan anggota BN bertungkus lumus untuk 'merebut kembali' daya dan menciptakan momentum kembali sebagai 'rumah bangsa.'
Dimulai oleh bangsa Johor, yang tengah bersiap menghadapi Pilihan Raya Negeri Johor tahun (2026) ini yang bakal diselenggarakan sebelum Pilihan raya Umum, (PRU) ke 16.
Pada 1 Juni 2026 lalu, Menteri Besar Johor (19) Datuk Onn Hafiz Ghazi yang juga Ketua BN Johor sudah menyatakan, Dewan Undangan Negeri (DUN - DPRD) Johor bubar. Maknanya, Kerajaan Negeri bakal segera melaksanakan PRN (Pilihan Raya Negeri).
Kepemimpinan Datuk Onn Hafiz Ghazi, sebagai Menteri Besar Johor yang dipandang berjaya melayani rakyat dan diapresiasi oleh Kesultanan Johor BN Johor, baik Tunku Mahkota Johor, Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim maupun Sultan Ibrahim sendiri. Selain sebagai Sultan Negeri Johor, Sultan Ibrahim kini juga Yang di Pertuan Agong Malaysia ke 17.
Maknanya, kinerja Datuk Onn Hafiz Ghazi mengangkat serta citra BN di Johor. Para pemimpin dan anggota BN/UMNO juga melihat bagaimana dia telah menggerakkan jentera parti (jejaring partai) sampai ke tingkat 'akar umbi,' mempersiapkan kebangkitan BN/UMNO untuk kembali berkuasa.

Tak dapat disangkal memang, di Negeri Johor pergerakan BN untuk menguatkan kembali dirinya dengan kerja-kerja perkhidmatan kepada rakyat, terasa.
Presiden BN/UMNO Zahid Hamidi mengemukakan, BN/UMNO, ingin menanamkan prinsip "Kami kuat bukan karena lawan kami lemah, tetapi kami kuat karena kami bekerja untuk rakyat dan seluruh Bangsa Johor,” katanya.
Menghadapi PRN Johor ke 16, BN mengerahkan sekuat tenaganya. Terutama karena BN akan memperebutkan 56 kursi DUN Johor. Bagi BN, PRN Johor bukan hanya 'medan pertempuran' untuk menentukan pemerintahan negara bagian, tetapi juga akan menjadi titik awal kebangkitan Barisan Nasional (BN) di tingkat nasional.
Terbabit hal tersebut, Zahid Hamidi mengatakan pilihan raya negeri Johor, 'ini akan menjadi panggung penting untuk mengirimkan sinyal yang jelas bahwa 'gelombang biru' BN kembali mendapatkan dukungan dan simpati rakyat rakyat, tidak hanya di Johor tetapi di seluruh Malaysia.
“Di Johor, Insya-Allah, kami ingin membuktikan bahwa BN masih kuat, dan akan terus menjadi pilar harapan bagi seluruh rakyat Malaysia," ujarnya.
BN/UMNO meyakini, bahwa bangsa Johor, cerdas dan bijaksana dalam kata Zahid Hamidi, membedakan antara stabilitas dan kekacauan, antara kerja keras dan kata-kata, antara perjuangan yang tulus dengan kepentingan sempit partai-partai politik tingkat jalanan.
Pernyataan Presiden BN/UMNO tersebut mengemuka dalam pidatonya, saat melancarkan 'mesin pemilihan BN Johor,' tersebut.
Tak salah bila Zahid Hamidi menyatakan, BN bertekad untuk mengembalikan status Johor sebagai benteng absolut atau "deposit tetap" bagi BN tersebut di pemilihan negara bagian mendatang.

Presiden BN / UMNO tersebut mengatakan, tujuan utama mesin politik saat ini adalah mengamankan kemenangan dominan, sehingga membuktikan, bahwa negara bagian tempat kelahiran UMNO tetap menjadi tulang punggung stabilitas politik negara.
“Jangan biarkan siapa pun mengintimidasi rakyat Johor dengan mengklaim bahwa BN hanya untuk satu ras. Kami menjawab mereka dengan jelas: Bangsa Johor kuat karena BN," serunya.
Pada bagian lain pidatonya, Zahid Hamidi menyatakan, BN/UMNO akan menjadikan BN sebagai tulang punggung stabilitas setelah pilihan raya ini.
Dikatakannya, mandat yang kuat dari rakyat - bangsa Johor sangat penting untuk membentuk pemerintahan yang kuat, yang mampu menangkis segala bentuk politik eksperimental dan agenda balas dendam yang dibawa oleh pembangkang.
Belajar dari pengalaman PRN Sabah ( November 2025), BN sebagai partai nasional masih mampu beroleh 6 kursi, yang pergerakannya dipimpin oleh (Allahyarham) Bung Mochtar. Mitra koalisinya di Malaysia Madani yang berkuasa kini. Baik Parti Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar Ibrahim, maupun DAP (Democratic Action Parti) pimpinan Lim Guan Eng. PRN Sabah dimenangkan Partai Warisan (25 kursi), partai lokal berwawasan nasional pimpinan Shafie Apdal.
Keyakinan Presiden BN/UMNO Zahid Hamidi sangat dapat dipahami, karena kini di Malaysia, sedang terjadi turbulensi yang dialami Partai Bersatu pimpinan Muhyiddin Yassin yang mengalami perpecahan teruk.
Demikian pula halnya dengan PKR pimpinan Anwar Ibrahim, yang ditinggalkan kader utamanya, Rafizi Ramli -- Wakil Presiden PKR -- yang mendirikan Partai Bersama (Malaysian United Party).
Sedangkan UMNO menerima kembali kader utamanya yang sempat 'keluar sekejap,' seperti Khairy Jamaluddin dan Noh Omar. Agaknya, momentum kebangkitan BN/UMNO sedang berproses. Tinggal sekelip mata saja lagi.| iasha, haedar