
WASHINGTON DC | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump mempercepat perizinan Federal untuk infrastruktur pusat data. Selasa (23.06.26) Trump menandatangani Perintah Eksekutif untuk memfasilitasi pembangunan infrastruktur pusat data yang cepat dan efisien.
Kabar dari Gedung Putih menyebutkan perintah Trump tersebut mengarahkan Jamieson Greer, United State Trade Representative meluncurkan inisiatif untuk memberikan dukungan keuangan, seperti pinjaman, hibah, dan insentif pajak, kepada Proyek yang Memenuhi Syarat.
Proyek yang Memenuhi Syarat ini termasuk pusat data yang memerlukan beban baru lebih dari 100 megawatt, proyek infrastruktur yang terkait dengan kebutuhan energi pusat data, fasilitas semikonduktor, peralatan jaringan, atau proyek pusat data atau infrastruktur terkait lainnya yang dipilih oleh Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, atau Menteri Energi.
Perintah tersebut mencabut Perintah Eksekutif era Biden yang dinilai bakal akan membebani pengembangan pusat data AI (artificial intelligence) di lahan Federal dengan berbagai persyaratan DEI (Diversity, Equity, and Inclusion) yang merupakan fokus utama kerja modern dan iklim,
Kepada lembaga-lembaga pemerintahannya, Trump juga menginstruksikan penyderhanaan tinjauan lingkungan dan perizinan untuk pusat data dan infrastruktur, terkait dengan memanfaatkan pengecualian yang ada. Selaras dengan itu, juga menciptakan pengecualian baru untuk mempercepat pembangunan proyek yang memenuhi syarat.
Siaran informasi dari Gedung Putih menyebutkan pula, perintah tersebut meningkatkan transparansi dan efisiensi dengan menetapkan prizinan di bawah kerangka kerja FAST-41.
Selain itu, perintah eksekutif mendorong penggunaan lahan Brownfield dan Superfund untuk pengembangan pusat data, dengan mengubah fungsi lahan tersebut bagi penggunaan produktif.
Perintah terkait hal ini mengarah Departemen Dalam Negeri, Departemen Energi, dan Departemen Pertahanan untuk otorisasi pembangunan pusat data di lahan Federal yang sesuai.

Sebelum itu, pada awal pekan ini, Trump telah mendorong pembangunan cepat pusat data AI dan infrastruktur penting guna mengamankan kemakmuran ekonomi, keamanan nasional, dan kepemimpinan ilmiah.
"Pusat data AI dan infrastruktur pendukungnya, seperti sistem energi dan semikonduktor, sangat penting untuk mendukung masa depan teknologi dan industri Amerika." ungkap kabar dari Gedung Putih..
Penyederhanaan dipandang penting, karena regulasi federal yang panjang dan kompleks dapat menunda proyek-proyek penting, menghambat kemampuan AS untuk memimpin dalam hal pemajuan AI dan manufaktur.
Dengan menyederhanakan perizinan dan memberikan dukungan keuangan, AS akan mempercepat pengembangan pusat data dan memungkinkan dominasi global kita dalam AI, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keamanan nasional.
Inisiatif ini memastikan kepemimpinan AS dalam AI dan teknologi penting, memosisikan AS melampaui pesaing global dan mendorong inovasi selama beberapa dekade mendatang.
Kabar resmi dari Gedung Putih, sebelumnya juga menghaw-haw (memberitakan dengan pujian), Presiden Trump telah menegaskan program aksi kepemimpinan AS dalam AI merupakan prioritas nasional.
Trump untuk pertama kali menandatangani Perintah Eksekutif tentang AI pada tahun 2019. Perintah itu mengakui pentingnya kepemimpinan AI Amerika bagi ekonomi dan keamanan nasional AS.

Memajukan Pendidikan AI
Pemerintahan Trump mendirikan pula lembaga penelitian AI nasional pertama, sebagai aksi sejarah memperkuat kepemimpinan AS dalam standar teknis AI. Termasuk, mengeluarkan panduan regulasi AI pertama di dunia untuk mengatur pengembangan AI di sektor swasta.
Tahun 2020, dikemukakan oleh kabar dari Gedung Putih, Trump juga mengambil tindakan eksekutif menetapkan pedoman pertama bagi adopsi AI oleh lembaga federal guna memberikan layanan yang lebih efektif kepada rakyat AS dan menumbuhkan kepercayaan publik pada teknologi penting ini.
Pada Januari 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membalikkan kebijakan AI yang merugikan dari Pemerintahan Joe Biden dan meningkatkan dominasi AI global Amerika.
April 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memajukan pendidikan AI bagi kaum muda Amerika.
Pemerintahan ini memanfaatkan keberhasilan perizinan lainnya yang juga akan memungkinkan pengembangan pusat data, seperti secara dramatis mengurangi dampak NEPA (National Environment Policy Act) - Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (National Environmental Policy Act - NEPA) yang diberlakukan pada tahun 1970.
Undang-undang ini mewajibkan lembaga federal menilai dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari tindakan yang diusulkan (seperti membangun jalan raya atau menyetujui izin) sebelum membuat keputusan akhir. Sekaligus memberikan informasi kepada publik tentang potensi dampak proyek infrastruktur.
NEPA juga dipandang membantu mengkoordinasikan peninjauan dan penegakan hukum oleh lembaga federal terhadap berbagai undang-undang lingkungan, hak-hak sipil, dan pelestarian sejarah.
Selain itu pemerintah AS mengembangkan prosedur NEPA darurat yang dapat memberikan izin bagi proyek pertambangan besar dalam waktu kurang dari 28 hari di Departemen Dalam Negeri, merevisi peraturan pertambangan laut dalam NOAA, dan banyak lagi. | jeanny