
___
ramai pesohor di akhir pekantampak selesa wajah berseri
DUN Johor sudah dibubarkan
tiba masa pilihan raya negeri
____
Menteri Besar Negeri Johor, Datuk Onn Hafiz Ghazi telah mengambil keputusan penting dan strategis bagi praktik konsolidasi demokrasi, dan tata kelola pemerintahan Negeri Johor berasas pelayanan bagi rakyat - bangsa Johor.
Atas persetujuan Tengku Mahkota Johor - Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim, Datuk Onn Hafiz Ghazi telah membubarkan Dewan Undangan Negeri (DUN) -- di Indonesia: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) -- Senin, 1 Juni 2026.
Keputusan Datuk Onn Hafiz yang juga Ketua Barisan Nasional (BN) / UMNO Negeri Johor, itu membuka jalan bagi penyelenggaraan Pilihan Raya Negeri (PRN) atau pemilihan umum Negara Bagian Johor yang akan datang.
Saat mengumumkan keputusan tersebut di kediaman resminya - Saujana - Johor Bahru, politisi muda Malaysia, itu menyatakan, langkah tersebut ditempuh akan memungkinkan rakyat - bangsa Johor untuk memilih pemerintahan negara bagian yang baru dan mengamankan mandat untuk melanjutkan agenda pembangunan negara bagian.
Selanjutnya, Suruhanjaya Pilihan Raya Malaysia - SPRM (di Indonesia: Komisi Pemilihan Umum - KPU) akan memastikan langkah-langkah yang diperlukan bagi menentukan tanggal nominasi, pemungutan suara awal, dan pemungutan suara untuk pemilihan umum negara bagian Johor ke-16.
Ketika mengumumkan keputusan tersebut, Datuk Onn Hafiz didampingi Ketua (Speaker) DUN Johor, Datuk Mohd Puad Zarkashi dan sejumlah anggota parlemen petahana yang berkuasa.
Majelis Legislatif Negara Bagian Johor, yang memiliki 56 kursi, dijadwalkan akan mengakhiri masa jabatannya pada 21 April tahun depan.

Meski ada pihak yang memandang keputusan tersebut dipandang terlalu tergesa-gesa, karena sesungguhnya masih ada waktu beberapa bulan ke depan (sampai 31 Maret 2027) bagi DUN Negeri Johor untuk berkuasa.
PRN Negeri Johor sebelumnya (ke-15) diadakan pada Maret 2022. Ketika itu, BN -- yang dipimpin oleh partai andalannya, UMNO -- telah membentuk pemerintahan negeri setelah memenangkan mayoritas kuat kursi DUN. Kala itu, BN/UMNO meraih 40 dari 56 kursi DUN yang diperebutkan.
Pada PRN ke 15, Pakatan Harapan (PH) meraih 12 kursi. DAP (Democratic Action Party) -- komponen PH -- memperoleh 10 kursi, sedangkan PKR (Partai Keadilan Rakyat) pimpinan Anwar Ibrahim (kini Perdana Menteri X) dan Parti Amanah Negara (Amanah) pimpinan Mat Sabu masing-masing memenangkan satu kursi.
Sedangkan Perikatan Nasional (PN) -- koalisi PAS (Partai Al-Islam Se-Malaysia) dengan Bersatu (Partai Pribumi Bersatu) yang ketika itu dipimpin Muhyiddin Yassin meraih 3 kursi. Sedangkan Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (Muda) pimpinan Syed Saddiq Syed Abdul Rahman al-Saagoff, meraih 1 kursi.
Diperkirakan, PRN Johor akan berlangsung bulan Agustus 2026 mendatang. Berdasarkan ketentuan undang-undang, SPRM punya waktu hingga 60 hari setelah pembubaran majelis negara bagian untuk menyelenggarakan pemilihan.
Ahad (7.06.26) ketika berbicara p[ada perhelatan khas 'Rumah Bangsa' di Stadion Indoor Kompleks Olahraga EduCity di Iskandar Puteri, Johor Bahru, Datuk Onn menyatakan dalam PRN Johor ke 16 mendatang BN / UMNO akan 'bertanding solo.'
Di hadapan Presiden BN/UMNO Dato Seri Zahid Hamidi, para petinggi BN, khasnya Malaysia Indian Congress - MIC, Malaysia Chinese Association - MCA, dan Parti Progresif Rakyat - PPP, Datuk Onn lantang bicara, BN tak akan melibatkan kader DAP dalam pemerintahan Negeri Johor mendatang. (Baca: Gelombang Biru di Negeri Johor).

Sangat wajar pernyataan tersebut, meskipun sampai kini di peringkat nasional, BN/UMNO m,enjadi bagian dalam pemerintahan 'Kerajaan Madani' pimpinan PMX Anwar Ibrahim bersama DAP, Amanah, GPS (Gabungan Parti Serawak), GRS (Gabungan Rakyat Sabah), dan Warisan.
Negeri Johor adalah tanah kelahiran UMNO yang kemudian membentuk koalisi permanen BN (kendati salah satu komponennya, Parti Gerakan, kini bergabung dalam koalisi Perikatan Nasional bersama Bersatu dan PAS).
Apa yang berlangsung dalam pencanangan 'Rumah Bangsa' pada Ahad (7.06.26), itu juga mencerminkan rekonsiliasi bagi kebangkitan BN/UMNO yang selama hampir tujuh dekade memimpin Malaysia. Lantas surut, goyah, dan kalah pada PRU 12, 13, dan 14.
Pada PRU 15, rakyat Malaysia 'menghukum' seluruh partai, sehingga tak satupun memperoleh mayoritas kuat, bahkan sempat membuat Malaysia mengalami 'pemerintahan tergantung' (hang government), BN / UMNO tak sengaja menjadi 'juru selamat' dan membuat Anwar Ibrahim mendapat takdir baiknya, mencapai cita-citanya sebagai PM Malaysia X.
Realitas tersebut tak menggembirakan bagi BN/UMNO yang berkongsi dalam pemerintahan perpaduan telah menyebabkan berbuncahnya friksi dan konflik internal. Kepemimpinan Zahid Hamidi memainkan politik belah bambu.
Desakan Zahid dan para petinggi BN/UMNO kepada Ismail Sabri Yakob - PMIX Malaysia untuk mempercepat pilihan raya - malah merugikan BN/UMNO sendiri.
Sejumlah kader BN/UMNO mengalami ketidak-jelasan status, seperti Hishamuddin Hussein (ayahcik bagi Dato Onn) - namun kekal dalam kecintaan rakyat - bangsa Johor di Sembrong, Johor. Khairy Jamaluddin yang lama menanam dan menyemai di Rembau (Negeri Sembilan) dilempar ke Sungai Buloh kawasan parlemen yang tak bersahabat dengan BN/UMNO. Tok Mat (Mohammad Hassan) ditempatkan di Rembau. Khairy lantas 'dipecat' dari keanggotaan partai.

Menjernihkan Air yang Keruh
Tan Sri Annuar Musa yang berakar di kawasan parlemen Ketereh pun disingkirkan, sehingga ia bergabung dengan PAS dan ditunjuk oleh PAS sebagai pengarah untuk PRN Johor ke 16 kelak. Annuar Musa mengikuti jejak Tok Dan (Sahidan Kassim) dan berjaya di wilayah parlemen Arau - Perlis. Ia pernah menjabat Menteri Besar Perlis. Pun demikian halnya dengan Tan Sri Noh Omar yang sempat bergabung dengan Bersatu.
Seperti kata Zahid Hamidi, Dato Onn sebagai pemimpin muda BN/UMNO yang 'tak memberi yang diminta dan memberi yang tak diminta' adalah sosok berani yang menjadi salah satu harapan bagi BN/UMNO sebagai pemimpin esok.
Dato Onn, sebagaimana halnya Ketua Pemuda UMNO, Dr. Akmal Saleh. pun terbilang pemimpin muda yang berani mengambil jalan inisiatif rekonsiliasi BN/UMNO. Menghimpun lagi yang terserak, mendekatkan yang jauh, menarik balik yang keluar sekejap, mengkaribkan yang dekat untuk membangkitkan kembali eksistensi UMNO sebagai rumah besar orang Melayu, dengan semangat dan cara yang lebih kekinian.
Pada pelancaran 'Rumah Bangsa' di Johor nampak jelas kekariban para bekas petinggi BN/UMNO yang berintegritas, bermuru'ah dan menjadi bagian penting dari sejarah UMNO dengan para petinggi BN/UMNO yang tengah berkuasa kini.
Di tengah gelombang biru, itu upaya BN/UMNO Johor mengambil inisiatif menjadi lokomotif rekonsiliasi dalam keseluruhan konteks konsolidasi demokrasi di Malaysia memang pantas dipujikan.
Langkah yang ditempuh Dato Onn merupakan langkah berani hidup, ciri khas insan optimistis yang selalu berfikir, bersikap dan bertindak sebagai solusi atas masalah. Bukan merupakan bagian dari masalah. Bukan pemimpin yang memancing di air keruh. Melainkan pemimpin visioner yang konsisten, selalu berupaya dan berikhtiar menjernihkan air yang keruh.
Langkah demikian menjadi penanda, sebagai pemimpin di hari esok, boleh diharap sebagai penggerak perubahan transformatif : dinamik, dramatik, dan menghidupkan mutual respect dalam berkhidmat kepada bangsanya. Syabas. |