
KUALA LUMPUR | Hukum bukan hanya sekumpulan undang-undang atau peraturan, tetapi merupakan fondasi keadilan, stabilitas, kemajuan, dan harmoni suatu negara. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan hanya dapat diperkuat ketika hukum diterapkan secara adil, transparan, dan tanpa rasa takut atau pilih kasih.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Fadillah Yusof, menyampaikan pernyataan tersebut, ketika menerima anugerah sebagai Bencher Kehormatan dari Inns of Court Malaysia (ICM), di Kuala Lumpur, Sabtu malam (27/6/26).
Acara khas tersebut disaksikan oleh Yang Dipertua Negeri Sarawak, Tun Pehin Sri Dr. Haji Wan Junaidi bin Tuanku Jaafar, dan istrinya, Toh Puan Datuk Patinggi Fauziah binti Mohd Sanusi, dan sejumlah kalangan prominen Malaysia.
Wakil Perdana Menteri Malaysia itu kemudian mengemukakan, bahwa selama satu dekade sejak didirikan, ICM telah memainkan peran penting dalam memupuk keunggulan dalam profesi hukum, memperkuat etika profesional, memperluas pendidikan hukum, dan menegakkan supremasi hukum di Malaysia.
Ia juga menyampaikan pandangannya tentang perubahan lanskap dunia hukum yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, keamanan siber, dan teknologi baru. "AI dapat menjadi katalisator untuk efisiensi dan akses terhadap keadilan, tetapi kebijaksanaan, integritas, dan tanggung jawab moral tetap merupakan amanah yang tidak dapat digantikan oleh teknologi," ungkapnya.
Datuk Seri Fadillah Yusof percaya, Malaysia akan terus maju sebagai negara yang damai, makmur, dan dihormati, "Jika kita terus membela independensi lembaga, memperkuat pendidikan hukum, mempromosikan profesionalisme, dan selalu menjunjung tinggi supremasi hukum sebagai fondasi pemerintahan nasional."

Bagi Datuk Seri Fadhillah Yusof, anugerah tersebut dia terima sebagai amanah untuk terus berkontribusi dalam memperkuat sistem hukum, keadilan, dan tata kelola negara.
"Pengakuan ini bukan hanya kehormatan pribadi, tetapi juga amanah bagi saya untuk terus berkontribusi pada upaya memperkuat sistem hukum, keadilan, dan tata kelola negara," ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi terdalam pribadinya kepada Presiden, Komite Eksekutif, dan seluruh staf Inns of Court Malaysia (ICM) atas kepercayaan dan rasa hormat yang diberikan tersebut.
Ia berharap, ICM dan pemerintah Malaysia terus bekerja sama untuk membangun lembaga yang lebih kuat, membela prinsip-prinsip keadilan, dan meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
ICM (Inns of Court Malaysia) perkumpulan hakim, pengacara, ahli hukum, akademisi hukum, dan profesional hukum lainnya dari semua tingkatan dan latar belakang dengan misi bersama untuk keunggulan hukum profesional
Perkumpulan ini secara resmi didirikan pada 10 November 2016 untuk mendukung anggotanya dan berupaya menjadi “rumah bagi seluruh spektrum profesional hukum”.

Dari laman resmi websitenya dikemukakan, bahwa ICM adalah platform profesional bagi anggotanya untuk belajar satu sama lain dan berbagi pengalaman hukum.
Seperti Inns of Court di Inggris dan Amerika Serikat, ICM akan menjadi tempat untuk diskusi, sesi makan malam, dan perpustakaan hukum bagi anggotanya untuk berbagi dan mendiskusikan pandangan dan isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Pertemuan dalam suasana kolegial dengan tujuan untuk memupuk keunggulan dalam profesionalisme, etika, integritas, keterampilan hukum, dan kesopanan digelar dengan tujuan untuk meningkatkan standar profesi hukum.
Di sisi lain, ICM juga didirikan sebagai komunitas hakim, pengacara, ahli hukum, dan akademisi atau yang disebut anggota, untuk memupuk persahabatan, persaudaraan, niat baik, jaringan, dan kerja sama.
Perkumppulan ini juga didirikan untuk memfasilitasi pengembangan dan pembimbingan mahasiswa hukum, lulusan sekolah hukum baru, dan pengacara yang kurang berpengalaman sebagai peserta terampil dalam sistem pengadilan Malaysia.
Tak hanya itu. ICM didirikan untuk mengembangkan aliansi strategis dengan komunitas, organisasi, dan hubungan internasional terkait hukum guna mempromosikan pengembangan hukum.

Selain itu, ICM didirikan untuk melestarikan dan mewariskan nilai-nilai etika dari satu generasi profesional hukum ke generasi berikutnya. Juga untuk mewakili, melindungi, dan membantu anggota serta mempromosikan kepentingan anggota dengan cara yang tepat.
ICM didirikan juga untuk mengembangkan budaya pembelajaran seumur hidup dalam pengembangan pendidikan profesional dan hukum. Termasuk membangun kekuatan hukum umum dan lembaga-lembaga hukum Inggris bersama dengan hukum Malaysia, serta untuk memperbarui dan menginspirasi semangat dan sukacita dalam advokasi hukum, sebagai layanan yang layak untuk upaya dan pembelajaran terus-menerus.
Tanpa kecuali, ICM didirikan, juga untuk mempromosikan interaksi dan kolegialitas di antara semua profesional hukum guna meminimalkan kesalahpahaman, persepsi yang salah, dan kegagalan komunikasi yang menghambat praktik hukum yang efektif.
Keberadaan ICM diharapkan dapat menciptakan peluang dan kolaborasi bersama dengan lembaga lain untuk menyelenggarakan acara, pelatihan, dan program untuk pengalaman pendidikan yang signifikan, dan pengembangan keterampilan hukum untuk meningkatkan dan memperkuat kemampuan anggotanya.
ICM mempromosikan keunggulan dalam advokasi hukum dan untuk menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang lebih besar terhadap hukum Malaysia, dengan penekanan khusus pada etika, kesopanan, profesionalisme, dan keterampilan hukum. | sharia