Penang

| dilihat 106

Nota Bang Sèm

Negeri Pulau Penang yang wilayahnya meliputi Pulau Penang yang terltak di lepas pantai Barat dan daratan Semenanjung Malaysia bukan tempat asing bagi telinga kebanyakan masyarakat warga Indonesia.

Jalur penerbangan menghubungkan Penang dan berbagai kota di Indonesia (khasnya Medan, Jakarta, Banda Aceh, dan lain-lain). Selain untuk kepentingan perawatan kesehatan dan bisnis, juga wisata (khasnya pemburu kuliner sea food).

Ibu kota negeri Penang, George Town berjuluk 'ibu kota kuliner Malaysia,' tempat pengunjung menikmati Laksa Penang, Char Kway Teow, Nasi Kandar dan jenis kuliner sea food di sentra jajanan Gurney Drive dan Pasar Malam Jalan Chulia.

UNESCO telah menetapkan berbagai situs suaka budaya di Penang sebagai warisan dunia. Berbagai situs sejarah dan budaya, tanpa kecuali rumah-rumah ibadat dan bauran budaya akulturatif menjadi salah satu warisan budaya yang menonjol.

Pun, demikian halnya dengan Musium Straits & Oriental menyajikan pesona sejarah keragaman budaya negeri ini.

Penang juga dikenal karena seni jalanan dengan mural kota yang khas dan memikat banyak pelancong.

Demikian pula halnya dengan Kuil Kek Lok Si di Air Itam, salah satu kuil Buddha terbesar di Asia Tenggara, Pagoda Sepuluh Ribu Buddha yang ikonik.

Pantai Feringgi, pantai Pasir Panjang, dan pantai Kunyuk (Monkey Beach), Taman Botani, juga menjadi andalan wisata Penang.  Tak hanya itu, Masjid Terapung Tanjung Bunga menjadi persinggahan spiritual yang menyegarkan.

Kampong Nelayan China dan Acheh

Angin laut Selat Malaka bisa bikin mata 'lepe-lepe' selepas salat dan berdoa. Di sekitar masjid, kala surut, ribuan anak ketam hilir mudik di pantai.

Meski rata-rata suhu udara Penang relatif panas (antara 32° / 25° Celcius) tak menjadi halangan, namun puncak bukit di Bukit Mertajam seolah menyediakan penawar.

Pelancong dapat menikmati kesejukan dengan naik kereta gantung dari Penang Hill Funicular Train Station dengan kereta khas yang naik turun tebing curam (seperti di Budapest). Bagi pendaki gunung dan penempuh rimba, bisa juga mendaki dan menjelajah lewat jalan setapak .

Di George Town pelancong bisa menyaksikan dengan pemukiman tepi laut China dengan rumah-rumah yang dibangun di atas tiang kayu, berusia seabad. Demikian pula halnya dengan rumah kedai bersejarah  dengan seni bangunan (arsitektur)  khas, seperti Rumah Cheong Fatt Tze berwarna biru nila dan kuil klan Khoo Kongsi yang diukir dengan rumit.

Penang juga berkembang sebagai tujuan pembelajaran ilmu pengetahuan. Di Penang terdapat Universiti Sains Malaysia (USM). Salah seorang alumni USM adalah Guru Besar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra -- kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Pemasyarakatan dan Imigrasi.

Belakangan hari Penang jadi buah bibir, ketika Gubernur Nangroe Aceh Darussalam menyatakan akan membuka lintas laut Lhokseumawe - Penang. Gagasan yang segar, karena bakal memungkinkan warga Aceh berkunjung ke Pantai Acheh dan hutan magrove Acheh. Termasuk pemukiman nelayan Acheh.

Di dalam negeri Malaysia sendiri sempat menjadi buah bibir, ketika Menteri Besar Kedah, Sanusi 'menyingkap  sejarah' bahwa Penang merupakan bagian dari Negeri Kedah. Sanusi juga mengungkap ihwal kewajiban Kerajaan Negeri Penang yang kudu membayar cukai (pajak) kepada Kerajaan Kedah.

Acapkali hendak ke Permatang Pauh, Kepala Batas, Sungai Petani, Merbok, dan Alor Setar saya kerap memilih  George Town, Penang untuk tinggal beberapa hari. Bila masa cukup luang saya manfaatkan untuk mengunjungi Sheikh Tahir Astronomical Centre, dan Dam Telok Bahang.

Jembatan Melintas Laut

Penang juga menarik karena pembangunan jembatan khas dan unik di masa kepemimpinan Perdana Menteri ke 4 Tun Mahathir Mohammad. Pembangunan jembatan dua hala sepanjang 13,5 kilometer ini dimulai April 1982 dan selesai April 1985.

Tun Mahathir meresmikannya pada 3 Agustus 1985. Namun, penggunaan jembatan melintas laut yang menghubungkan Seberang Prai di daratan Semenanjung Malaysia dan Gelugor di Pulau Penang baru dinikmati khalayak pada 14 September 1985.

Jembatan Penang (Pertama) sangat terasa mengurangi kemacetan transportasi karena sebelumnya tergantung sepenuhnya pada layanan feri. Kendati demikian, feri tetap dioperasikan.

Kejayaan membangun jembatan Penang Pertama, itu menjadi pengalaman untuk membangun jembatan Penang Kedua -- Jembatan Sultan Abdul Halim Muadzam Shah (Jembatan Penang Kedua) -- secara resmi dioperasikan untuk khalayak pada 1 Maret 2014.

Jum'at - Sabtu (19 - 20 Juni 2026) Penang dipilih sebagai pusat kegiatan HAWANA (Hari Wartawan Nasional) 2026. Boleh jadi wartawan dari segala media, platform, dan channel yang akan berkunjung ke Penang hingga seribuan orang.

Tak keliru dan tepat tahun ini HAWANA 2026 dirayakan di Penang, lantaran Penang merupakan tempat pertama media cetak terbit dan dikenal di Malaysia di awal Alaf ke 19. Apalagi, tema yang diusung kali ini adalah ihwal artificial intelligence dan era baru kewartawanan.

Di negeri 'bertuah' bagi media di Malaysia ini agaknya, para wartawan bertukar pengetahuan, pengalaman, dan berkongsi semangat optimisme di tengah situasi zaman yang kian sungsang dan penuh dramatika. Termasuk isu-isu pelecehan seksual dan penistaan atas pekerja migran.

BERNAMA berperan sebagai penyelenggara perhelatan kenduri tahunan para wartawan Malaysia, salah satu anasir kaum cendekia yang senantiasa berada di garis depan menghadapi tantangan zaman. Tahniyah.. Syabas !| (padubonjer, 19.06.26)



Artikel Terkait : Cabaran Kewartawanan Era Baru

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Budaya
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 443
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 488
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 746
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
Selanjutnya
Humaniora
26 Mei 26, 06:53 WIB | Dilihat : 457
Dimensi Haji
21 Mei 26, 21:54 WIB | Dilihat : 443
Jamaah Haji Syarikat Islam Apresiasi Peningkatan Layanan
11 Mei 26, 09:34 WIB | Dilihat : 703
Sandal dan Kain Ihram Gratis
Selanjutnya