
SEPEKAN sudah Tun Dr. Mahathir Mohamad (Tun M) - Perdana Menteri IV dan VII Malaysia harus rehat, sejak ia terjatuh di kediamannya The Mines - Seri Kembangan, Selangor (Selasa, 6/1/26) dan dilarikan ke Institut Jantung Negara (IJN). Tun M masih harus rehat di hospital.
Kali ini, Tun M mesti patuh kepada para dokter spesialis dari IJN, Hospital Conselor Tuanku Muhriz, dan hospital Kuala Lumpur. Maknanya, kakek berusia seabad ini harus menanggalkan hobinya: kerja !
Seperti yang dikemukakan Sufi Yusoff - sekretaris media kantornya sepekan lalu, Tun M mengalami patah tulang pinggul sebelah kanan.
Karena faktor usianya, Tun M atas nasihat dan arahan para dokter spesialis yang merawatnya tidak akan mengalami tindakan operasi. Tun M hanya akan menjalani tindakan dan perawatan fisioterapi tanpa operasi.
Sufi Yusoff menyatakan, keputusan tersebut dipertimbangkan para dokter spesialis dengan mempertimbangkan faktor usia Tun. Proses perawatan ini memakan waktu yang lama.
Selain itu, kendati pihak keluarga sangat menghargai seluruh atensi dan do'a khalayak yang mengharapkan kesembuhan dan pemulihan kesehatan Tun M.
Karena perawatan tersebut, pihak hospital melarang siapa saja, kecuali keluarganya, menjenguk Tun.

Simpati Erdogan
Kabar tentang kesehatan Tun M mendapat perhatian pula dari Presiden Turki Erdogan. Kepada PMX Malaysia Anwar Ibrahim (Kamis, 8/1/26), Presiden Erdogan bertanya tentang kondisi negarawan paling senior di dunia, itu. Bila kondisi Tun M sudah memungkinkan, Erdogan akan menghubungi secara langsung.
Hubungan kemitraan Turki dengan Malaysia secara resmi terjalin dan berlangsung lebih dari enam dekade, sejak hubungan diplomatik kedua negara (17/6/1964) berlangsung. Hubungan kemitraan dua negara tersebut kemudian meningkat menjadi kemitraan strategis secara komprehensif (4/7/2022).
Turki dan Malaysia sebagai sesama anggota PBB, D-8, Organisasi Kerjasama Islam mempunyai perspektif yang sama tentang berbagai isu regional dan global. Tercatat, volume perdagangan bilateral kedua negara mencapai 5,1 miliar USD.
Di Kuala Lumpur berdiri Pusat Bahasa Turki Yunus Emre sejak tahun 2017. Kini, tak kurang 700 warga negara Malaysia tinggal di Turki, dan 800 warga Turki tinggal di Kuala Lumpur.
Sebelum terjatuh di kediamannya dan dirawat di hospital, Tun masih mengeluarkan berbagai pernyataan politik, baik global, regional dan lokal.
Mengawali tahun 2026, Tun M mengeluarkan pernyataan lagi tentang Gaza - Palestina. Tun M menyatakan, 70.000 warga Palestina di Gaza telah dibunuh oleh zionis Israel. Mereka terus membunuh, bahkan selama gencatan senjata masih berlangsung (2/1/26).

Lebih Buruk dari Binatang
Tentang zionis Israel yang bengis, itu Tun M bertanya, "Monster macam apa orang-orang Israel ini? Mereka lebih buruk daripada binatang."
Selain membunuh dengan senjata, dalam pernyataannya Tun M mengemukakan, mereka (zionis Israel) memblokir pasokan obat -obatan dan makanan ke Gaza.
"Bahkan para dokter pun dilarang memasuki Gaza untuk merawat orang sakit dan terluka di rumah sakit yang telah dihancurkan oleh orang-orang biadab Israel," tulis Tun dalam blognya, "thechedet.com."
Lebih jauh, Tun M menulis, "Dunia menyaksikan semua ini. Tetapi tidak dapat berbuat apa-apa karena Amerika Serikat secara aktif melindungi orang-orang biadab Israel."
Dalam pandangan Tun M, "Umat manusia tidak dapat mengklaim sebagai makhluk beradab. Kita telah jatuh ke tingkat orang-orang biadab. Kita melihat ketidakadilan yang mengerikan, pembantaian, pembunuhan tanpa batas dan kita tidak berbuat apa-apa."
Sepekan sebelumnya (24/12/25) Tun M menulis tentang Aceh. Dikatakannya, Aceh – Sumatera sedang mengalami malapetaka yang merebut nyawa lebih 1000 orang. Malaysia - Tanah Melayu selamat. Tak ada seorang pun yang mati.
Tun M mengusik kerajaan dan rakyat Malaysia. "Sedarkah bahwa Aceh – Sumatera melindungi semenanjung kita dari
ribut (badai) taufan, dan malapetaka. Tidak patut kah kita tunjuk penghargaan kita dengan membantu pemulihan Aceh - Sumatera.
Lantas Tun M menyeru agar warga Malaysia membantu Aceh - Sumatera. | sharia