Demonstrasi Berakhir

Gen Z Nepal Percaya pada Sushila Karki untuk Menjabat PM Interim

| dilihat 687

Aksi protes kaum muda Nepal, khasnya Generasi Z (Gen Z) dan 'dibajak' sejumlah kalangan yang berkepentingan atas pergantian kekuasaan, berakhir rusuh (Selasa, 9/11/5).  Tentara segera memulihkan keadaan. Wakil-wakil demonstran Gen Z pun menyatakan percaya kepada Sushila Karki untuk menjabat Perdana Menteri interim Nepal.

Demonstrasi massif yang melibatkan ribuan rakyat yang berlangsung di ibukota Kathmandu, itu disulut oleh tewasnya 19 demonstran antikorupsi dan hedonisma yang  menjalari keluarga para petinggi politik (Senin, 8/11/25).

Amok tak terhindarkan. Sejumlah gedung pemerintah, mulai dari gedung Parlemen dan rumah bekas Perdana Menteri, KP Sharma Oli itu lumat dibelam api membara. Rajyalaxmi Chitrakar, istri mantan Perdana Menteri (PM) Oli, tewas dalam kobaran api dan asap pekat di rumahnya.

KP Sharma Oli, sebelumnya telah meletakkan jabatannya di tengah eskalasi aksi demonstrasi yang menegangkan dan terburuk sepanjang sejarah Nepal.

Kekacauan yang terjadi sampai Oli mundur, itu telah pula menewaskan lebih dari 30 orang demonstran. 1000 orang lainnya terluka dan mengalami kecelakaan berat. 900 banduan (narapidana) telah kabur, seperti dikabarkan oleh petugas sipir dari dua penjara di distrik-distrik barat Nepal.

Faktor lain yang mempercepat terjadinya demonstrasi besar dan meluas, itu adalah kebijakan pemerintah Nepal melarang platform media sosial. Kendati larangan tersebut dicabut pada hari Senin, sia-sia, karena pada hari itu aksi telah meluas menjadi gerakan massa.

Segala perlawanan dan uneg-uneg yang selama ini bergerak di dunia maya melalui platform media sosial, tumpah ruah ke jalanan. Aksi protes di dunia maya, beralih menjadi aksi protes di dunia nyata.

Pemimpin Tentara Terima Sejumlah Tuntutan

Polisi nampak kewalahan dan tak berkutik menghadapi demonstran, sehingga Panglima tentara Nepal, Jendral Ashok Raj Sidgel lantas mengumumkan menugaskan pasukan tentara untuk terjun memulihkan situasi keamanan dan ketertiban.

Demonstran dari kalangan Gen Z yang memelopori aksi protes tersebut menarik diri dari situasi yang menyebabkan kehancuran negara Himalaya itu.

Tentara Nepal pun bergerak cepat, mengerahkan patroli di jalanan ibu kota Kathmandu, termasuk membuka kembali operasi bandara internasional Kathmandu (Rabu, 10/11/25).

Tak sia-sia, tentara berangsur mengembalikan situasi dan kondisi ibu kota relatif lebih tenang. Rakyat mematuhi pemberlakuan jam malam. Sejumlah pemimpin aksi dari kalangan Gen Z diundang oleh tentara untuk melakukan dialog.

Tentara juga menerima sejumlah tuntutan yang disiapkan mahasiswa di tengah situasi yang tak menentu itu. Dialog Gen Z dengan pemimpin tentara memfasilitasi kesepakatan untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan vandalis. Pada hari Kamis (11/9/25) tentara menangkap 27 oknum  demonstran yang melanggar kesepkatan tersebut dan membawa 31 senjata tajam, termasuk parang.

Kalangan Gen Z dengan mengenakan masker dan membawa sejumlah alat kebersihan, mengambil inisiatif membersihkan sisa-sisa kerusakan akibat demonstrasi, pada saat pemberlakuan jam malam.

Wakil Gen Z juga bersepakat, bahwa Nepal memerlukan politisi - negarawan independen. Sejumlah nama mengemuka, antara lain seorang perempuan dewasa, Sushila Karki dan Wali Kota Kathmandu Balendra Shah.

Sushila Karki Dilantik PM Interim Nepal

Akhirnya, Sushila Karki diumumkan penunjukan perdana menteri interim (sementara) Nepal. Karki beroleh dukungan luas dari kalangan Gen Z Nepal, yang 'ditugaskan' melakukan aksi cepat memberantas korupsi.

Karki merupakan perempuan pertama yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal.  Pesona persona Karki yang tegas, gigih, dan berintegritas tinggi,  dalam kelembutan seorang ibu, dipandang pas memimpin dan mengendalikan sementara Nepal.

Sebagai Ketua Mahkamah Agung (2016-2017), ia terkenal sebagai pribdi yang tahan uji dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, adil, akuntabel, bertanggung jawab dan mandiri, sesuai prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance dan good goverment).

Ia juga dikenal gigih mempertahankan integritasnya, meski dalam tekanan politik. Ia juga terbilang sebagai contoh pemimpin yang gigih dalam memerangi korupsi dan melawan korupsi yang menyengsarakan rakyat.

Perempuan berusia 73 tahun itu menerima amanah yang  disuarakan demonstran Gen Z.  "Mereka percaya pada saya untuk memimpin sementara waktu dengan tugas utama memulihkan keadaan dan menyelenggarakan pemilihan umum," kata Karki kepada wartawan tempatan.

Presiden Nepal Ram Chandra Poudel pun melantik Sushila Karki pada Jum'at (13/9/25) untuk menjabat PM interim. Dari pengalamannya, Karki kala menjabat Ketua Mahkamah Agung, secara signifikan menantang stereotip gender dan menghadapi politisi terkait korupsi.

Nenek Karki lahir di kota industri Biratnagar - Nepal Timur (1952), meraih sarjana ilmu politik di India dan sarjana hukum di Kathmandu. Ia merupakan sosok perempuan yang tumbuh dewasa di tengah masyarakat dimana perempuan jarang berkecimpung di dunia hukum.

Tugas Strategis Menantang

Ia mengawali karir sebagai pengacara (1979), dan cepat mendapatkan reputasi sebagai advokat yang berani, sering menangani kasus-kasus yang dihindari orang lain.

Ia dikenal tangkas dan tegas dalam mengambil keputusan. Di tangannya, Karki merupakan salah satu dari dua hakim Mahkamah Agung yang memenjarakan seorang menteri pemerintah yang sedang menjabat karena korupsi.

Peristiwa tersebut merupakan pertama kalinya bagi Nepal dalam perjuangan melawan budaya korupsi (2012). Pada tahun 2017 ia mengganjar tiga tentara hukuman 20 tahun penjara kepada tiga tentara atas pembunuhan seorang gadis remaja.

Tahun 2017 pemerintah berusaha memakzulkan dirinya sebagai Ketua Mahkamah Agung, karena ia membatalkan pilihan pemerintah untuk menentukan pejabat Kepala Polisi. Ia memangku jabatan Ketua Mahkamah Agung yang singkat, itu dan mundur karena tiba masa pensiun.

Karki merawat transformasi menjadi negara federal yang dirongrong dan dirusak oleh pertikaian politik internal dan pemerintahan berikutnya lamban dalam membawa para pelaku pelanggaran yang dilakukan selama perang saudara ke pengadilan.

Jabatan PM Interim yang diamanahkan di pundaknya menunjukkan, demonstran Gen Z meyakini, perjuangan memberantas korupsi merupakan isu utama dari sejumlah tuntutan rakyat.

Sikap Gen Z kepada Karki, seolah-olah menunjukan, bahwa kaum muda lebih percaya kepada nenek penegak keadilan dan pejuang anti korupsi, dibandingkan tokoh Nepal lainnya. Bagi Gen Z perjuangan memberantas korupsi merupakan perjuangan tanpa akhir. | sharia, delanova

Editor : delanova | Sumber : berbagai sumber
 
Lingkungan
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 153
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 799
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1479
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
Selanjutnya
Budaya
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 358
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 665
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 765
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
Selanjutnya