JR : Gairah Bisnis Orang Muda Indonesia

Emas Pertama di Negeri Sendiri

| dilihat 2930

SERUYUNG, AKARPADINEWS.COM.  Sukacita nampak membinar di wajah Direktur PR J Resources Asia Pasifik, Tbk (PSAB) Edi Permadi, usai mengikuti proses akhir uji coba produksi hasil tambang emas yang dikelola anak usahanya, PT Sago Prima Pratama (SPP). Anak Betawi lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, itu tak dapat meluahkan sukacitanya.

Hal yang sama juga dialami oleh seluruh jajaran perusahaan PSAB dan SPP, Bupati Nunukan dan seluruh anggota muspika, begitu melihat balokan emas telah berada di hadapan mereka. Mereka mengikuti proses mulai dari ore dicairkan dan kemudian membentuk balokan emas seberat 21,6 Kg dengan kualitas sangat baik (berkadar 80 persen). Hari itu, Selasa: 28 januari 2014, mereka catat sebagai hari bersejarah.

 “Inilah emas pertama yang kami peroleh dari negeri sendiri,” gumam Edi. Ia bangga, perusahaan yang didirikan oleh orang Indonesia dan dikelola anak-anak muda Indonesia, akhirnya mampu membuktikan kepada bangsanya sendiri kemampuan memproduksi emas dengan standar internasional. “Alhamdulillah, meskipun untuk mencapai ini kami harus menempuh peta jalan yang berat dan penuh tantangan,” ujarnya.

PT J resources didirikan dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi sesuai dengan akta pendiriannya, No. 16 tanggal 14 Januari 2002, di hadapan Notaris Ny. Oerip Hartati, S.H., Notaris di Ungaran, dan mendapat pengesahan Menteri Hukum dan HAM sesuai dengan Surat Keputusan No. C-03855 HT.01.01.TH.2002 tanggal 8 Maret 2002 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal 14 Juni 2002, Tambahan No. 5772.

Tahun 2003, perseroan ini menjadi perusahaan publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode PSAB. Pada bulan Januari tahun 2012, Perseroan ini mengganti namanya menjadi PT J Resources Asia Pasifik, Tbk. serta masuk ke dalam usaha pertambangan mineral emas setelah mengambil alih PT. J Resources Nusantara (JRN) Perseroan dan merupakan emiten pertama yang mengkhususkan diri dalam usaha pertambangan mineral emas.

Selama ini, PSAB memiliki aset dalam usaha tambang emas di Kalimantan (Seruyung), Sulawesi (Doup, North Lanut, Bakan, Pani, Bulagidun, Bolangitang) hingga di Malaysia (Penjom). Selain tambang emas, PSAB juga memiliki tambang nikel di Sulawesi (Morowali). Dalam menjalankan bisnisnya, PSAB konsisten mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk tambang emasnya di Malaysia, ketika perusahaan ini menjadi perusahaan tambang Indonesia pertama yang mengelola lombong emas di Penjom, Kuala Lipis, Negeri Pahang.

Selama ini, yang menjadi andalan produksi perusahaan ini memang tambang emas di Penjom, itu karena pertambangannya di Indonesia masih dalam proses eksplorasi dan eksploitasi. “Kami memerlukan waktu dan kesabaran untuk menjalani prosedur best practise mining yang kami anut,” ungkap Edi.

Dalam konteks itulah, dalam menjalankan bisnisnya, J Resources memegang lima prinsip utama. Yaitu: memanfaatkan hasil produksi dengan etis dan bertanggung jawab, mengadopsi praktek-praktek internasional, menerapkan tata kelola yang baik, meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan mengikutsertakan masyarakat lokal dalam membantu menciptakan nilai bisnis perusahaan secara maksimal.

J Resources telah memulai strategi dan menetapkan target ke depan sebagai salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia dan menjadi  produsen emas no. 1 di Asia Pasifik pada tahun 2016 dengan produksi emas 1 juta ounces per tahun.

Visi, Misi, dan Grand Strategy perusahaan yang dikendalikan anak-anak muda ini, mengalir bagai air. Terutama dalam hal memperoleh sumber – sumber pembiayaan. Meski lebih banyak didukung perbankan swasta yang tidak raksasa, namun perusahaan ini memperoleh kepercayaan dari bank internasional.  Mereka menyadari, investasi di pertambangan merupakan investasi jangka panjang, dan perbankan nasional, termasuk perbankan milik pemerintah baru tertarik ketika sudah berproduksi.

“Menjadi perusahaan merah putih yang tangguh kan memang tidak mudah. Tapi kita harus buktikan, kita bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan dalam mematuhi peraturan perundang-undangan di negeri ini,” cetus Edi, mengeksperesikan gairah bisnis orang muda Indonesia. Bila perusahaan nasional bisa memenuhi ketentuan, yang lain dan lebih besar harusnya lebih bisa lagi.| Noora

Editor : Web Administrator | Sumber : PSAB
 
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 148
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 383
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 329
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 414
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 585
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya