
JEDDAH | RASA syukur 230 jama'ah haji dari kalangan kaum Syarikat Islam yang tergabung dalam embarkasi SOC 69, 70, 71, dan 72 telah selamat tiba selamat di Makkah al Mukarramah untuk menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M.
Kabar baik, itu disampaikan Dicky - jurnalis Salamradio, Kamis (21/5/26) dari kota suci tersebut. Dikabarkan pula, kini para jama'ah haji tersebut tengah mempersiapkan diri menjalani etape Arafah, Mudzdalifah, dan Mina. Etape puncak ibadah haji pada 9 Dzulhijjah 1447 (26/5/26).
Jama'ah haji dari Kaum Syarikat Islam tersebut menempati dua sektor pemondokan berbeda. Masing-masing 60 jama’ah berada di Sektor 8 - Hotel 810, sedangkan 170 jama’ah lainnya ditempatkan di Sektor 9 - Hotel 908.
Musobihin yang bertugas sebagai PPIH Kloter Bimbingan Ibadah mengemukakan, perjalanan para jama'ah sejak dari Indonesia berlangsung lancar. Ia mengapresiasi peningkatan kualitas layanan kepada jama'ah haji tahun ini yang lebih baik dan kian humanis.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur telah tiba di Makkah dan terpanggil memenuhi undangan dari Allah SWT. Pelayanan haji kini terkesan istimewa. Saya merasakan banyak sekali perubahan baik. Benar-benar nyaman dan aman," ujarnya.
Menurut Musobihin, layanan petugas haji Indonesia, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga dan pendampingan ibadah menunjukkan peningkatan signifikan.
"Hal itu membuat para jama’ah merasa lebih tenang dan nyaman selama berada di Tanah Suci," katanya lagi.

Mbah Kasirun
Kehadiran jama'ah Syarikat Islam dari embarkasi SOC 69 hingga SOC 72 menjadi bagian dari semangat besar warga bangsa Indonesia dalam menunaikan rukun Islam kelima dengan khusyuk.
Dalam konteks program asas Syarikat Islam, pelaksanaan ibadah haji merupakan bagian penting dari prinsip syari'at wal ibadat. Prinsip asasi yang mesti berdampak pada proses penguatan tauhid berdimensi personal dan sosial sebagai insan yang konsisten dan konsekuan dalam menjalani hidup dan kehidupan islami.
Sebelumnya, Dicky mengabarkan, ihwal proses panjang perjalanan ibadah haji salah seorang jama'haji berusia 102 tahun yang dipanggil Mbah Kasirun yang wajahnya berseri-seri sejak tiba di Terminal Haji - Bandara Internasional King Abdul Azis.
Mbah Kasirun beroleh layanan khas dari petugas haji Indonesia, Heru Suryadarma yang sigap membantunya. Heru merupakan petugas haji asal Lampung Utara yang sehari-hari berprofesi sebagai petani.
Pada musim haji 1447 H, ini Heru mendapat amanah bertugas di Daerah Kerja Bandara. Di tengah padatnya operasional kedatangan jama’ah haji Indonesia di Jeddah, sebagai petugas haji, Heru mesti melaksanakan layanan yang hangat dan berempati kepada para lansia, termasuk kepada Mbah Kasrun.
“Bahagia rasanya bisa membantu jama’ah sepuh seperti Mbah Kasrun. Kami sadar mereka datang membawa harapan besar untuk menyempurnakan rukun Islam,” ujar Heru.
Kini Mbah Kasrun tengah menjalani rangkaian ibadah haji dan menginspirasi, bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah menjalani rukun pemungkas rukun Islam. | gustian