Demonstran Pro Palestina di Sydney Menerjang Angin dan Hujan

| dilihat 1018

Boleh jadi kesadaran kemanusiaan tengah bangkit dan menggeliat. Puluhan ribu orang menunjukkan kesadaran kemanusiaan mereka di Sydney dan Melbourne, Australia.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Ahad (3/8/25) puluhan ribu orang pengunjuk rasa menunjukkan dukungan mereka terhadap kemerdekaan Palestina dan penghentian genosida kemanusiaan, ekonomi dan budaya yang dilakukan zionis Israel atas dukungan Amerika Serikat dan sekutunya.

Jembatan Sydney Harbour yang ikonik dipadati puluhan ribu manusia yang membawa dan mengibarkan bendera Palestina dan banner berisi tuntutan akhirinya genosida atas Gaza yang sudah dihancurkan zionis Israel.

Media-media arus utama Australia mengabarkan, sekitar 90.000 orang, termasuk tokoh-tokoh terkenal, menerjang hujan dan turun ke landmark ikonis tersebut.

Gerakan massa dengan jumlah yang sangat besar itu terhimpun dan bergerak, setelah hari Sabtu (2/8/25),   Mahkamah Agung menolak permohonan memblokir protes tersebut di menit-menit terakhir.

Unjuk rasa yang diselenggarakan Palestine Action Group relatif berjalan dengan baik, kendati polisi melakukan intervensi karena kekuatiran atas massa yang berdesak-desakan di jembatan. Pula, karena ada massa yang memanfaatkan kesempatan, mengangkat foto Ayatollah Ali Khamenei, tak jauh dari posisi pendiri WikiLeaks Julian Assange, aktivis Craig Foster, dan mantan jurnalis Mary Kostakidis.

Menerjang Angin dan Hujan

Di luar hal tersebut, gerakan massa demonstran berlangsung tertib. Diperkirakan, 9.000 orang berbaris melintasi jembatan ikonis pada pukul 14.00 siang waktu setempat. Mereka mengibarkan bendera, mengangkat poster, dan berteriak, "bebaskan Palestina.. bebaskan Palestina.. Matilah IDF..Matilah IDF.."

IDF yang mereka maksudkan adalah Israel Defence Forces, pasukan khas zionis Israel yang menjadi garda depan dalam melakukan aksi  agresi, penyerangan, pendudukan zionis Israel atas Gaza dan perampasan hartanah rakyat di berbagai wilayah Palestina. Mereka juga yang melakukan pengusiran atas rakyat Palestina dari tanah aiarnya.

Para demonstran pro-Palestina yang menerjang angin kencang dan hujan pada hari Ahad, itu tak hanya membawa poster, banner, dan bendera Palestina semata. Mereka juga membawa alat-alat dapur, seperti panci dan alat masak lainnya.

Mereka memukul-mukul perlengkapan dapur itu dengan irama mengikuti emosi seraya terus meneriakkan seruan, "Bebaskan Palestina," sambil melangkah dan meneriakkan seruan lain,  "Gencatan Senjata Sekarang" dan 'Akhiri genosida." Penyelenggara menyebut demonstrasi itu sebagai  "Pawai untuk Kemanusiaan."

Wali Kota Sydney, Clover Moore, memberikan dukungannya kepada para pengunjuk rasa -- yang diperkirakan berjumlah lebih dari 10.000 orang. Moore mengatakan, "Ketidaknyamanan akibat kemacetan lalu lintas tidak dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi di Gaza".

Aksi demosntrasi tersebut juga didukung oleh Pejabat Eksekutif Dewan Yahudi Australia, Sarah Schwartz. Ia mengatakan, para demonstran "menuntut kepemimpinan moral."

"Ini adalah saatnya bagi kita semua, termasuk mereka yang berkuasa, untuk melakukan segala yang mereka bisa, untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Kita berdiri bersama rakyat Gaza," kartanya.

Desak Pemerintah Kirim Bantuan

Berbagai informasi dan analisis yang mengemuka di Australia mengemukakan, salah satu alasan mengapa demonstran melibatkan jumlah massa yang sangat besar adalah kian banyak dan meningkatnya jumlah rakyat Australia yang menyadari kekejaman zionis Israel dan para pendukungnya.

Mereka terlibat dan marah karena selama ini pemerintah Australia terkesan diam saja. Dengan adanya desakan demonstrasi ini, diperkirakan Australia mungkin akan bergabung puluhan negara lain yang akan menyatakan pengakuan resmi atas negara Palestina merdeka di Sidang Umum PBB, September 2025 mendatang.

Puluhan ribu demonstran itu sambil berbaris melintasi Jembatan Pelabuhan Sydney di Australia, menyerukan perdamaian dan mendesak pemerintah Australia mengirim bantuan ke Jalur Gaza, di mana krisis kemanusiaan akibat kelaparan yang sengaja diciptakan oleh sionis Israel -- melalui blokade yang brutal --  semakin memburuk.

Diperkirakan, pekan depan, Australia bersama sejumlah negara lain, akan menyampaikan pernyataan bersama,  mengakui negara Palestina sebagai langkah penting menuju solusi dua negara.

Prancis, Inggris, dan Kanada dalam beberapa pekan terakhir telah menyuarakan pernyataan tersebut, dan mengekspresikan niat mereka mengakui negara Palestina melalui jalan diplomatik. Mereka tak peduli dengan sikap Amerika Serikat, zionis Israel dan sekutunya berusaha memboikot pengakuan resmi tersebut.

Sanksi Berat untuk Zionis Israel

Australia telah menyerukan diakhirinya perang di Gaza, setelah mencermati dengan seksama laporan dari World Food Programme (WFP) PBB. Utamanya tentang 175 orang, termasuk 93 anak-anak yang telah tewas akibat kelaparan dan malnutrisi di Gaza, sejak zionis Israel menggempur wilayah tersebut,  Oktober 2023.

Di Lang Park, pusat Sydney, nampak Mehreen Faruqi, senator New South Wales dari partai Hijau sayap kiri, berpidato di hadapan khalayak. Ia menyerukan "sanksi terberat terhadap zionis Israel." Faruqi juga menuding pasukan Izionis srael membantai warga Palestina.

Rakyat Australia mulai marah, tak hanya karena selama ini mereka diam melihat kekejaman zionis Israel di Gaza dan berbagai wilayah Palestina. Juga karena mereka tahu, Australia selama bertahun-tahun, tanpa kecuali sejak dimulainya perang, telah menjadi bagian dari rantai pemasok global untuk jet tempur F-35 yang digunakan zionis Israel untuk menyerang wilayah yang terkepung tersebut.

Ahad petang, Kepolisian New South Wales meminta para demonstran berhenti berbaris di jembatan Sydney Harbour, karena khawatir akan keselamatan mereka. Terutama kemungkinan "terhimpitnya" di ujung utara jembatan.

Beberapa waktu kemudian prosesi demonstran berakhir. Polisi meminta mereka berbalik dan berjalan kembali ke Wynyard guna menghindari risiko kemungkinan cedera akibat banyaknya peserta yang berdesak-desakan.

Kabar lain dari Melbourne, ribuan orang juga turun ke jalan melakukan  aksi demonstrasi pro-Palestina yang sama. mereka berhimpun di luar Perpustakaan Negara Bagian Melbourne, dengan para penyelenggara berjalan kaki ke Jembatan King Street sebagai bentuk solidaritas dengan demonstran di Jembatan Sydney Harbour.

PTak seperti di Sydney, intervensi kepolisian di Melbourne lebih terasa. Para demonstran di Melbourne mencapai barikade polisi di depan jembatan. Petugas dengan perlengkapan anti huru hara menghalangi para demonstran menyeberangi jembatan, tempat para demonstran sendiri berencana untuk melakukan blokade. Mereka menyerukan hal yang seirama, "Matilah IDF, matilah IDF." | nadya, fehima

Editor : delanova | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 984
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3057
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya