Angkatan Laut Iran Halau Kapal Amerika Serikat

| dilihat 93

Teheran - Iran | Angkatan Laut Iran, setelah mengamati dan mengidentifikasi keberadaan kapal perusak AS di Selat Hormuz, menembakkan tembakan peringatan di area pergerakan kapal AS.

Angkatan Laut Iran terus berjuang menghalau kapal-kapal itu, sambil terus mengingatkan musuhnya konsekuensi dengan risiko berat bagi AS-Zionis Israel bila 'melanggar' peringatan Iran.

Seorang koresponden politik IRNA melaporkan (Senin, 4/5/26), kapal perusak AS, beberapa jam sebelumnya, mematikan radar mereka di Laut Oman, ketika mereka bermaksud mendekati Selat Hormuz.

Segera setelah kapal musuh tersebut 'mengaktifkan' radar mereka, Angkatan Laut Iran langsung menemukan posisi mereka, seraya menyampaikan  peringatan radio tentang bahaya pelanggaran gencatan senjata.

Kapal perusak AS mengabaikan peringatan tersebut, sehingga pasukan Iran kembali menyampaikan peringatan lain, dengan tegas menyatakan, bahwa setiap upaya untuk memasuki Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Angkatan laut Iran akan mengambil tindakan.

Karena kapal-kapal perusak AS pro Zionis, itu tak mengindahkan peringatan awal, maka angkatan laut Iran  segera mengeluarkan peringatan lanjut.

Kapal AS 'Melarikan Diri'

Kali ini dengan menembakkan rudal jelajah, roket, dan drone tempur yang agresif di sekitar kapal-kapal tersebut. Konsekuensi tembakan, berbahaya dan akan ditanggung oleh kapal-kapal musuh.

Al Jazeera mengabarkan, peristiwa tersebut laiknya persiapan perang dengan AS, seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dengan AS. Al Jazeera juga memberitakan, Washington membantah insiden di jalur laut utama tersebut.

IRNA dan kantor berita Fars - yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) memberitakan, kapal perang AS yang ditembak -- tak disebutkan namanya -- pun segera "melarikan diri."

Laporan dan pemberitaan tersebut Fars dilakukan beberapa jam setelah komandan pasukan militer gabungan Iran 'menghalau' pasukan AS. Iran tak akan segan menggempur kapal-kapal AS tersebuta bila mereka memaksa masuk ke wilayah Selat Hormuz.

Mayor Jenderal Ali Abdollahi - Komandan Pasukan Iran menyatakan, bahwa angkatan bersenjata yang berada di bawah komandonya akan terus “menjaga dan mengelola keamanan Selat Hormuz dengan sekuat tenaga.”

Sikap tersebut sebagai tanggapan langsung atas pernyataan Presiden AS Donald Trump (Ahad, 3/5/26) bahwa AS akan “membimbing” kapal-kapal yang terdampar akibat perang AS-Israel di Iran melalui jalur laut utama tersebut.

Perang Belum Akan Berakhir

Otoritas Iran telah siaga memobilisasi pendukung untuk mempersiapkan konflik yang berpotensi berkepanjangan, karena perundingan untuk pertukaran proposal dengan AS telah gagal. Akibatnya upaya untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari melalui negosiasi tak berlanjut.

Iran tak lagi percaya dengan berbagai pernyataan dan klaim Trump., karenanya sangat berhati-hati. Kementerian Luar Negeri Iran (Senin) mengkonfirmasi bahwa Teheran sedang meninjau teks terbaru dari Washington yang disampaikan melalui Pakistan, sekaligus mendesak kuat pendekatan yang lebih “realistis” dari Trump.

"Otoritas di Teheran tidak akan berbicara tentang apa pun kecuali pengakhiran perang sepenuhnya pada tahap ini,”  kata Esmaeil Baghaei, kata juru bicara kementerian luar negi Iran kepada wartawan.

Selama sebulan masa 'genjatan senjata' Trump dan penjahat perang Benyamin Netanyahu terkesan sibuk 'cari akal, curi peluang' menyegarkan persekutuannya melawan Iran.

Akan halnya Iran berupaya menguatkan kemampuan rudal dan drone mereka, menggali siyasah, memperbaiki beberapa situs pertahanan yang dibom AS-Zionis Israel. Juga membangun  pintu masuk ke pangkalan bawah tanah yang menyimpan amunisi dan peralatan.

Perang AS-Zionis Israel versus Iran belum akan berakhir. Sekutu AS-Zionis Israel satu persatu 'memutus hubungan,' tak mau lagi ambil bagian dalam memblokade Iran. Sebaliknya, Iran terus mendulang simpati dan empati berbagai negara. Termasuk menegaskan eksistensinya di Selat Hormuz. | jeahan

Editor : haedar | Sumber : aljazeera, fars, irnair, dan sumber lain
 
Energi & Tambang
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1030
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3122
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya