Pariwisata

Potensi Industri MICE Indonesia Kian Seksi

| dilihat 4445

 

BALI, AKARPADINEWS.Com- Perkembangan industri MICE  (meeting, incentive, convention, and exhibition) di Indonesia semakin pesat. Bahkan Indonesia menjadi salah satu pemain besar di kawasan Asia Pacific, karena itu Indonesia dipercaya kembali mengelar program pelatihan Tingkat Eksekutif untuk kedelapan kalinya dengan tema MICE: A New Paradigm of Tourism.

Semakin meningkatnya peran pariwisata dalam pembangunan, peran industri MICE dalam pariwisata terus tumbuh berkembang dan menjadi diversifikasi produk pariwisata yang terus dikembangkan oleh berbagai Negara.  Asia Pacific merupakan kawasan yang pertumbuhan industri MICE-nya cukup pesat, seperti Australia, Jepang, Korea dan Singapura yang memiliki kegiatan MICE sangat tinggi setiap tahunnya. Indonesia sendiri telah berkembang infrastruktur MICE yang baik seperti di Bali, Jakarta, Medan, Manado, Makasar. Saat ini sedang dalam kerjasama dengan WTO untuk terus mengembangkan pariwisata MICE di Indonesia.

MICE sebagai bagian dari industri pariwisata semakin berperan dalam industri pariwisata kawasan Asia dan Pasific, termasuk Indonesia yang dinilai kawasan yang pesat pertumbuhan industri MICE dan memiliki potensi besar. Program pelatihan ini berhubungan langsung dengan potensi pariwisata MICE yang saat ini sedang berkembang di kawasan Asia Pasifik. Beberapa negara di kawasan Asia Pasifik yang sudah berkembang pariwisata MICE antara lain Australia, Jepang, Korea dan Singapura.

Data Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  menyebutkan bahwa perkembangan pariwisata tahun 2013 cukup bertumbuh, wisatawan international yang melakukan perjalanan tumbuh 5 persen dibanding tahun sebelumnya dengan capaian 1,087 miliar (tahun 2012, 1,035 miliar). Pertumbuhan terbesar di kawasan Asia pasifik, di mana pertumbuhannya mencapai 6 persen yakni 248 juta orang (2012: 234 juta).  Kunjungan Wisatawan Internasional ke Indonesia tahun 2013 mencapai 8,8 juta orang, yang artinya baru sekitar 0,008 persen dari jumlah wisatawan internasional, walaupun peningkatannya di atas rata-rata dunia, atau rata-rata di kawasan Asia Pasifik, yakni 9,42 persen.  Masih banyak tugas yag harus dilakukan Indonesia untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan, apalagi kalau kita lihat perkiraan UNWTO yang akan mencapai 1,8 miliar wisatawan pada 2030 dan 535 juta di kawasan Asia Pasifik.  Salah satu segmen yang menjadi perhatian adalah pengembangan MICE dan Pariwisata Minat Khusus.

Program pelatihan Tingkat Eksekutif UNWTO (World Tourism Organization) Asia Pasifik di bidang Kebijakan dan Strategi pariwisata dilaksanakan tanggal 28 April-1 mei 2014.   Program sejenis telah dilaksanakan 7 (tujuh) kali dengan topik bahasan dalam training yang berbeda-beda setiap trainingnya.  Untuk pelatihan ke delapan ini berthemakan MICE: A New Paradigm of Tourism.  Industri MICE, yang merupakan bagian (segmen) utama pada industri pariwisata, telah diakui kontribusinya dalam pembangunan economy secara menyeluruh sepertinya meningkatkan tingkat pengeluaran wisatawan, mengurangi pariwisata musiman (seasonal tourism), dan meningkatkan pengetahuan, inovasi dan kreativitas.

.Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam menyusun strategi dan program-program pengembangan MICE.  Di samping itu, para peserta yang merupakan pejabat yang menangani industri MICE se Asia Pasific bertemu untuk saling menyampaikan perkembangan industri MICE dari Negara masing-masing, serta untuk saling tukar pengalaman dan meningkatkan kerjasama dalam mengembangkan MICE.

Pelatihan ini dilaksanakan atas kerjasama antara Kementerian Parekraf dengan UNWTO (World Tourism Organization) yang memperoleh dukungan dari pemerintah Korea.  Para peserta dari luar negeri memperoleh dukungan tiket dan akomodasi selama tinggal di Indonesia. Jumlah peserta dari luar negeri sebanyak 23 orang dari 20 negara di kawasan Asia Pasifik.  Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak sejak dilaksanakan sebanyak 8 (delapan) kali.

Pelatihan  yang berakhir pada 1 Mei 2014 itu, dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar dan dihadiri Direktur Program Regional Asia dan Pasific UNWTO, Mr. Xu Jing, pada Senin di Hotel Grand Inna Kuta.  Menurut Sapta dalam rilisnya,: “Seluruh industri pariwisata akan cepat berkembang bila industri MICE terus berkembang dan diversifikasi produk pariwisata berkembang. Karena orang yang mengikuti MICE pasti menjadi wisatawan juga, dia pasti jalan-jalan, tinggal di hotel dan sebagainya. Sebaliknya, wisatawan biasa belum tentu adalah wisatawan MICE.”

Ditambahkan  Direktur Program Regional Asia dan Pasific UNWTO, Mr. Xu Jing, bahwa pertemuan eksekutif semacam ini menjadi hal penting untuk saling bertukar pengetahuan, membangun jejaring dan menyiapkan skema MICE setiap Negara, dan dijelaskan pertumbuhan MICE tahun 2014 diproyeksikan mencapai 5 persen, hal ini terlihat dengan semakin berkembang industri MICE di Indonesia dan Cina.

Dari pengalaman tahun sebelumnya, wisatawan MICE  ke Indonesia sekitar 300 sampai 400 ribu orang dan jumlah ini sudah termasuk tourism. Wisatawan MICE memiliki spending yang tinggi sebanyak tiga kali lipat bahkan empat kali lipat dibanding dengan wisatawan biasa. Pemerintah juga terus mendorong domestik meeting dan terus membantu untuk penyelenggaran MICE di Indonesia.

.

 

 

Editor : Nur Baety Rofiq
 
Sporta
Budaya
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 296
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 619
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 725
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
Selanjutnya