Alex Komang Menghadap Sang Maha Sutradara

| dilihat 2985

AKARPADINEWS.COM | Kabar duka kembali datang dari dunia perfilman. Setelah kehilangan Zainal Abidin Domba pada Januari lalu, kini Aktor Alex Komang dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Kariadi, Semarang, Jumat malam (13/2/15) setelah dikabarkan, koma sejak sore. Sejak usai salat Jum’at, pesan berantai tersebar, dengan foto, Alex sedang dalam genggaman saudara-saudaranya yang mendoakan dia.

Kondisi terakhir dari Alex Komang, seperti nampak dalam foto yang beredar di media sosial. Wajahnya terlihat tirus, rambutnya dipangkas habis. Alex terlihat terbaring lunglai dengan selang infus, serta alat bantu pernafasan terpasang di wajahnya.

“Iya, Alex Komang meninggal sekitar pukul 20.00 WIB” jelas Teuku Rifnu Wikana, saat dihubungi akarpadinews.com. Rifnu sangat kehilangan salah satu lawan mainnya di Laskar Pelangi. Aktor Slamet Rahardjo ketika dihubungi Akarpadinews menghubungi via sms, menjawab, “Betul, sore tadi mas Alex kritis dan malamnya meninggal.”

Aktor bernama asli Saifin Nuha ini wafat pada usia 53 tahun. Alex lahir di Jepara pada 17 September 1961 dan diketahui mengidap kanker hati stadium empat. Sebelumnya Alex pernah dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Desember 2014 lalu. Ketika itu dia mengatakan kepada media, dirinya hanya kelelahan syuting.

Alex yang pernah meraih prestasi puncak para insan film, sebagai aktor terbaik Festival Film Indonesia (1987), terkenal ketika dia bermain sangat baik dalam film bertajuk Doea Tanda Mata, Secangkir Kopi Pahit, dan Pacar Ketinggalan Kereta, arahan sutradara Teguh Karya. Kemudian, mantan seniman teater yang berangkat dari Teater Egg – Bulungan, kemudian gaul dengan Kelompok Poci – yang juga mangkal di Bulungan – Kebayoran Baru, itu malang melintang di dunia teater dan film. Ia dan kelompok teaternya memenangkan Festival Teater Remaja, yang kemudian mempertemukannya dengan sutradara Teguh Karya.

Sebagai aktor, setidaknya sampai akhir hayatnya, Alex sudah bermain di lebih 20 film. Ia, antara lain bermain dalam film :  Ca Bau Kan (2002), Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji (2009), Darah Garuda (2010), Surat Kecil Untuk Tuhan (2011), 9 Summers 10 Autumns (2013) Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014) dan Gunung Emas Almayer (2014).  Jauh sebelumnya, Alex bermain di hampir semua film produksi kelompok Cap Ikan. Juga sejumlah sinetron produksi workshop sinetron TVRI yang dibiayai John Hopkins Foundation di dekade 80-an.

Pada dekade 90-an, dia bermain dalam film yang menggugah tentang ancaman narkoba bagi bangsa ini, Apa Kabar Bangsamu, arahan Aria Kusumadewa.

Bersama Slamet Rahardjo, Christine Hakim, Toeti Indra Malaon, Niniek L. Karim dan lainnya, Alex menjadi aktor yang cepat menanjak. Karirnya berkembang mirip perkembangan karir Christine Hakim dan Slamet Rahardjo. Belakangan, bersama Slamet, dia berusaha menghidupkan Teater Populer, tapi kemudian surut, ketika dunia teater tak lagi mendapat tempat seperti dulu.

Kabar duka Alex lekas mengundang simpati dan empati, lewat jejaring media sosial dan media mainstream, kabar itu menyeruak begitu cepat.  Kepergian Alex adalah duka mendalam bagi dunia film Indonesia. Anak pesantren, ini gemar membaca. Ia menyukai film dan sastra sejak kecil. Ia kerap membaca buku-buku sastra karya Shakespeare, Hamlet, dan Anton Chekov yang didapatkannya dari toko buku milik ayahnya.

Awal karirnya di film, mendapat tentangan dari ayahnya. Setamat SMA, Alex hijrah ke Jakarta, dan mendalami dunia teater di Gelanggang Remaja Bulungan, yang memang menjadi tempat persemaian teater remaja sejak dekade 70-an. Alex juga menulis cerpen, dengan nama samaran Alex Komang, yang kelak menjadi nama populernya. Alex menikah dengan Nory, yang dinikahinya 1998 dan kini ditinggalkannya bersama seorang puteranya. Gadis melayu, itu setia menemani Alex.

Selain sebagai aktor, ketika Allah – Sang Maha Sutradara memanggilnya, Alex masih menjabat Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2014-2017. Selamat berpulang, menjumpai Sang Maha Sutradara, Lex.. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Innalillaahi wa inna ilaihi roji’un.. | Ratu Selvi Agnesia.

Editor : Ratu Selvi Agnesia | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
Humaniora
11 Mei 26, 09:34 WIB | Dilihat : 172
Sandal dan Kain Ihram Gratis
30 Apr 26, 15:18 WIB | Dilihat : 277
Layanan Fast Track Memudahkan Jamaah Haji 2026
25 Apr 26, 18:31 WIB | Dilihat : 259
Dahilang
20 Apr 26, 13:48 WIB | Dilihat : 574
Perihal Wartawan Senior Indonesia 60 Plus
Selanjutnya