Permintaan ASEAN kepada AS, Israel dan Iran

Hanya Perdamaian dan Buka Selat Hormuz

| dilihat 90

mengeluarkan dokumen yang menyerukan semua pihak untuk menghentikan permusuhan dan mundur selangkah."

Bersamaan dengan itu, juga membuka Selat Hormuz, dan menemukan jalan menuju perdamaian abadi antara  Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Jadi, menurut saya, hal itu mendasar dalam setiap diskusi tentang perang di Timur Tengah. Itu adalah langkah pertama, karena kita tidak akan mencapai apa pun sampai ada perdamaian," ungkapnya.

Menurutnya, " Kita sekarang berada dalam situasi limbung di mana kita tidak tahu berapa lama akan berlangsung. Kita tidak tahu kapan perundingan berikutnya akan terjadi. Apakah gencatan senjata berlaku? Apakah tidak? Ini termasuk Israel, termasuk Hizbullah, ini adalah situasi yang sangat sulit."

Jadi sekali lagi, ungkap Ketua ASEAN, tersebut, "Sampai pertempuran berakhir, sampai pemboman berakhir, maka sangat sulit untuk menyusun solusi apa pun, jika Anda ingin menyebutnya demikian."

Merespon pertanyaan lain terkait isu Timur Tengah, ia mengemukakan, "Hanya dalam dua bulan terakhir, kenaikan harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan biaya barang-barang kebutuhan pokok, serta menempatkan warga negara ASEAN dan berbagai negara di seluruh dunia dalam bahaya."

"Kami Sudah Sepakat"

Dengan latar belakang itulah, ujarnya, KTT ASEAN ke-48 diselenggarakan, serta persatuan dan sentralitas ASEAN sangat penting, terutama di masa-masa seperti ini.

Pada sesi pleno hari ini, ungkapnya, "Kami menyambut dukungan dari Presiden Bank Pembangunan Asia -  Masato Kanda, termasuk melalui program-program dalam konektivitas regional, pasar modal, kesiapan AI (artificial intelligence), keamanan energi, keamanan pangan, ekonomi biru, perlindungan sosial, dan kesehatan."

Ditambahkannya, "Kami berharap dapat meningkatkan kerja sama dengan ADB melalui dukungan yang direncanakan untuk inisiatif-inisiatif utama ASEAN ..... Demikian pula, kami berterima kasih kepada Presiden Institut Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA), Tetsuya Watanabe, atas penjelasannya kepada para menteri luar negeri dan ekonomi ASEAN tentang studi yang diusulkan ERIA untuk cadangan minyak regional yang sangat didukung oleh Filipina."

Tindak lanjut studi ini menjadi rekomendasi kebijakan konkret akan memberi ASEAN kesempatan lain untuk memperkuat keamanan energi bersama di kawasan ini. "Mengingat hal tersebut, kami mengeluarkan pernyataan pemimpin ASEAN tentang tanggapan terhadap krisis Timur Tengah, yang menguraikan langkah-langkah praktis untuk tanggapan kolektif ASEAN terhadap situasi tersebut,  seraya menetapkan dasar untuk tanggapan regional yang terkoordinasi terhadap krisis di masa mendatang," ujar Bongbong Marcos.

Terkait pertanyaan ihwal kemungkinan kerja sama ASEAN dan China untuk memperkuat energi terbarukan seperti halnya negara-negara Barat di bidang energi, Bongbong Marcos menjelaskan, hal tersebut salah satu pilar utama dari apa yang telah kita bicarakan.

"Tidak hanya membahas pasokan bahan bakar, tetapi juga berbagi pasokan bahan bakar atau mekanisme untuk berbagi pasokan cadangan," katanya.

Dijelaskannya, sejak perang dimulai di Timur Tengah, semua orang langsung berupaya untuk memastikan memiliki pasokan energi yang cukup.

"Tentu saja, dengan harga yang sangat rendah. Kita hanya bisa melakukan sedikit hal, namun kita sudah berkoordinasi erat dengan mitra dan sedang berdiskusi bersama tentang apa yang dapat kita lakukan untuk saling membantu, dan ini telah menjadi upaya yang sukses," jelasnya. "Kami telah sepakat," tukasnya menambahkan | yohana

Editor : haedar | Sumber : ASEAN + ASEANPH
 
Sainstek
Polhukam
09 Mei 26, 09:42 WIB | Dilihat : 91
Hanya Perdamaian dan Buka Selat Hormuz
09 Mei 26, 03:12 WIB | Dilihat : 129
Tengku Mahkota Pahang Kecewa Kepada Pemerintah Madani
08 Mei 26, 17:48 WIB | Dilihat : 131
Jurnalis Hadapi Ancaman Hukum Penguasa
05 Mei 26, 06:18 WIB | Dilihat : 250
Permusuhan kepada Pers Kian Menjadi
Selanjutnya