
JELANG tengah malam, Ahad (7/12/14) dari seorang teman di Kuala Lumpur saya peroleh kabar, Datuk Fuad Hassan – Direktur Jendral Jabatan Hal Ehwal Khas (JASA) pada Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia berpulang ke haribaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Datuk Fuad Hassan yang dilantik sebagai Direktur Jendral (Pengarah) JASA pada tahun 2009, itu meninggal dunia di Hospital Tengku Ampuan Afzan (HTAA) – Kuantan, karena serangan jantung. Kabar dari hospital menjelaskan, Allahyarham Fuad Hassan yang cukup aktif berkomunikasi dengan saya via akun twitter-nya @fuhas_tweet, menghembuskan nafas terakhir kira-kira jam 12.20 tengah malam (waktu Malaysia) di antara keluarganya.
Allahyarham dimasukkan ke hospital setelah tak sedarkan diri. Sebelum terkena serangan jantung, mantan politisi berusia 62 tahun, itu menghadiri majelis penutupan program Program Pemukiman Transformasi Kementerian Komunikasi dan Multimedia (KKMM) di Awana Kijal, Kemaman, Terengganu yang berakhir jam 23.15 waktu setempat, sehari sebelumnya.

Kantor Berita Bernama mengabarkan, menurut Datuk Jalaluddin Hassan, adiknya Allahyarham, kondisi Allahyarham menurun sejak Ahad malam, dengan tekanan darah rendah kegagalan fungsi ginjal. Datuk Jalaluddin Hasan yang juga aktor Malaysia, itu bercerita, abangnya wafat dalam usia 62 tahun, disalatkan di musalla Markas Daerah Kepolisian Malaysia di Kuantan, sebelum dibawa ke kediaman di Jalan Jalan 4M No. 52, Ampang Jaya, Selangor. Jenazah Allahyarham akan dikebumikan di Tanah Perkuburan Islam, Taman Bukit Teratai, Ampang, selepas dzuhur hari ini.
Kakak Allahyarham Fuad Hassan adalah Tan Sri Musa Hassan, mantan Ketua Polis Negara Malaysia. Allahyarham adalah anak seorang tokoh agama yang secara khas mendalami dan mengajarkan Al Qur’an, Tan Sri Haji Hassan Azhari. Allahyarham dikaruniai 2 orang anak lelaki dan 3 orang anak perempuan.
Allahyarham pernah bercerita pada saya, keluarganya berasal dari Banjar – Kalimantan Selatan. Karenanya, ketika menghadiri ceramah saya pada Perhimpunan Kebangsaan Karyawan Jasa se Malaysia, 2012 di Kuala Lumpur, Allahyarham sempat tergelak mendengar joke saya tentang orang Banjar. Politisi yang murah senyum dan senang bernyanyi ini, seorang yang ramah. Pemikirannya kritis.
Allahyarham juga seorang pejuang gigih yang konsisten mendedikasikan dirinya pada UMNO (United Malay National Organization). Di partai yang memimpin koalisi permanen Barisan Nasional, itu Allahyarham pernah menjadi pengurus Pemuda UMNO Selangor dan Pemuda UMNO Malaysia. Kemudian, selama dua periode menjadi anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) – semacam DPRD di Indonesia – Hulu Klang dari tahun 1990 – 1999.
Allahyarham mempunyai minat yang besar untuk mencermati secara mendalam dinamika politik di Indonesia, selepas Reformasi 1998, termasuk mencermati perkembangan politik pemberitaan media massa di Indonesia. Allahyarham juga sempat mengundang saya dan Tarman Azzam (Ketua PWI Pusat kala itu) dan Tan Sri Johan Jaafar – Chairman Media Prima dalam temu bual (talkshow) di Radio Talivisyen Malaysia (RTM) Bicara Rakyat yang digagas JASA.

Lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia, ini sangat antusias dalam berdiskusi, bahkan ketika sembang-sembang (ngobrol) tentang banyak hal. Mulai dari politik hingga budaya. Pengetahuannya tentang Indonesia dan Nusantara pada umumnya sangat luas. Sejak belia, Allahyarham sering mendapat informasi dari berbagai buku – termasuk buku sastra – karya pujangga Indonesia. Karenanya, ketika berbicara tentang pemikiran Buya Hamka, Allahyarham sangat fasih.
Dua pekan lalu, Allahyarham mengirim pesan singkat tidak dapat menghadiri resepsi pernikahan anak bungsu saya di Jakarta, kemudian mengirim direct message via akun twitter-nya, menanyakan peluang saya ke Kuala Lumpur. Allahyarham mengundang saya untuk bicara di kalangan JASA terkait dengan imagineering mindset untuk melihat tren perkembangan mutakhir kawasan serantau.
“Pelihara kesihatan,” ungkapnya pada direct message terakhir. Selamat pulang ke haribaan Allah, “Bang Ngah” – begitu saya panggil Allahyarham – semoga lapang di alam barzah dan beroleh marwah husnul khatimah yang indah. Kami kehilanganmu..| Bang Sem