
Bang Sem
APA yang kau fikirkan tentang HAM (Hak Asasi Manusia), ketika ratusan bocah tersungkur masuk ke dalam lubang besar yang tergali senjata pemusnah Israel, terkubur bersama rumah mereka? Apa pula yang kau bayangkan tentang hakekat damai, ketika ratusan bocah dan perempuan menjadi mangsa perang yang tidak pernah mengenal damai?
Apa yang kau fikirkan tentang hakekat ketidakwarasan, insanity, ketika kita mendengar teriakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu memekikkan perang besar yang diperluas, meski dia tahu, korban serangan Israel atas Gaza adalah para bocah tak berdosa, perempuan, dan manula?
Di manakah kesadaran dan tanggung jawab kemanusiaan sebagai bagian integral kewajiban asasi manusia disimpan, ketika keberpihakan kepada Palestina hanya menjadi jargon politik debat Calon Presiden? Cukupkah do’a dan nyala lilin yang dinyalakan di malam hari sambil menembangkan lagu duka lara?

Bocah-bocah di Gaza, korban kebiadaban manusia, korban angkara, korban aksi genosida abad modern, korban ratusan peluru yang dikirim ratusan drone di udara, hanya perlu penyelamatan nyata. Operasi kemanusiaan yang memerlukan biaya dan spirit jihad yang sesungguhnya. Jihad kemanusiaan.
Bayangkanlah, anak cucu kita yang bermain dengan sukacita di sini, bermain – main ke mall dan aneka fasiitas tumbuh kembang yang terjaga, ketika anak-anak sebaya mereka tak pernah tahu kapan bisa menyelamatkan diri dari bom dan peluru yang dilontarkan senjata pemusnah.
Anak-anak Gaza, boleh jadi sudah tertakdir sebagai para martir yang akan beroleh nilai syahid di surga kelak. Anak-anak Gaza, boleh jadi sudah tertakdir menjadi saksi nyata kebiadaban Israel dan para sekutunya melakukan pemusnahan suatu bangsa. Saksi hidup atas kejamnya kekuasaan yang dikendalikan para iblis, yang memuncak ketika Moshe Dayan memimpin Israel bertahun lampau.

Anak-anak Gaza, boleh jadi sudah tertakdir menjadi saksi bagaimana ketidak-adilan media massa Barat di abad modern, dan diamnya bangsa-bangsa Arab karena tak kuasa bertindak, selepas dilantakkan melalui Arab Spring.
Apa yang sedang dialami bocah-bocah, perempuan, dan manula penduduk sipil Gaza yang sedang berjuang menegaskan kemerdekaan bangsa Palestina, mestinya merupakan isyarat, betapa perjuangan kemanusiaan tak bisa lagi dengan kata-kata dan jargon politik.
Sisakan sedikit dana yang tersisa dikocek kita, sisakan sedikit dana zakat – infak – sadaqah yang kita peruntukan untuk kaum miskin dan anak yatim di negeri sendiri, untuk mereka di Gaza.

Selebihnya adalah pikiran, sikap, dan tindakan untuk menolak siapapun yang berkarib mesra dengan Israel, baik langsung maupun tak langsung. Lalu, tindakan untuk tidak lagi mengonsumsi apapun produk yang dihasilkan oleh industri yang dikuasai kaki tangan para zionist.
Kita harus berhenti menjadi bagian donatur Israel untuk membunuhi saudara-saudara kita dan merampas masa depan kemanusiaan bocah – bocah di Gaza. Caranya tidak lagi mengonsumsi produk-produk industri para kapitalis yang secara khusus menyisihkan keuntungan bisnis mereka untuk memperkuat serdadu Israel.
Boikot produk industri sekutu Israel !!! |