Messi yang Dicintai dan Dibenci

| dilihat 2852

BUENOS AIRES, AKARPADINEWS.COM | PRESIDEN Argentina Mauricio Macri terpaksa turun tangan untuk membujuk Lionel Messi agar tidak meninggalkan Tim Nasional (Timnas) Argentina.

Lewat telepon, Macri berharap, pemain terbaik dunia itu kembali membela Timnas Argentina. Sampai-sampai, sang Presiden pun ingin menemui Messi. Dia ingin sekali menyakinkan Messi jika tim Tango sangat membutuhkannya.

Messi kembali ke Argentina pada Senin (27/6) lalu. Namun, dia memilih menyepi, tidak berbicara secara terbuka tentang keputusannya mundur dari Timnas. Messi menempuh cara demikian lantaran tak kuasa menahan sedih setelah kembali gagal menyumbangkan tropi buat negaranya.

Kekalahan Argentina dalam drama adu penalti atas Chile di laga final Copa America, dengan skor 2-4, Minggu (26/6) lalu, begitu menyakitkannya, termasuk duka bagi  teman-temannya sesama pemain dan para fans Timnas Argentina.

Lantaran gagal untuk kali keempat mengatarkan Argentina menjadi juara di ajang sepakbola internasional, Messi pun berujar, akan pensiun dari tim Tango. Dia merasa, Timnas Argentina bukan menjadi tempatnya. Dan, Messi memilih mundur lantaran tak kuasa menahan kritikan fans Argentina.

Messi menjadi bagian dari empat kekalahan Timnas Argentina di laga sepakbola internasional, di antaranya tiga di Copa America dan satu di Piala Dunia 2014 di Brasil. Kegagalan itu yang kerap dijadikan bahan cibiran fans Timnas Argentina. Messi dianggap bukan terlahir untuk kejayaan sepakbola Argentina, namun untuk Barcelona, Spanyol, klub yang dibelanya di laga sepakbola bergengsi.

Macri tak habis pikir dengan para pihak menghujam Messi dengan kritikan. Menurutnya, meskinya fans Timnas Argentina bersyukur karena Messi adalah pemain terbaik di dunia. Kepada Messi, Macri menyarankan agar tidak memperdulikan kritikan, yang dianggap Macri, hanya omong kosong belaka.

Macri berupaya membangkitkan kembali semangat Messi membela Timnas Argentina dengan mengatakan, fans Argentina justru sangat bangga terhadap Messi yang telah membela Argentina di ajang sepakbola internasional. "Yang benar itu adalah nasib baik, sukacita, hadiah dari Tuhan karena negara kita (Argentina) memiliki pemain terbaik di dunia," kata Macri yang juga mantan presiden, Boca Juniors.

Messi memang kerap menuai kritikan dari sejumlah fans Timnas Argentina. Namun, tatkala Messi menyatakan mundur dari Timnas Argentina, justru ekspresi kesedihan terlihat dari para fans Timnas Argentina. Rupanya, tak sedikit yang berharap, Messi tetap membela Argentina. Messi yang dibenci, ternyata sangat dicintai Argentina.

Di media sosial, bertaburan ungkapan penyesalan dan harapan agar Messi membatalkan rencananya. Macri sendiri turut bergabung bersama para penggemar Messi di Argentina yang menginginkan Messi tidak mundur dari Timnas Argentina.

Messi sadar jika dirinya telah mengecewakan fans Argentina yang sangat berharap padanya agar mengantarkan Argentina sebagai kampiun di laga sepakbola internasional. Dan, Messi telah berupaya maksimal melakoni perannya sebagai kapten tim Tanggo. Namun, dewi fortuna belum berpihak padanya. Di laga puncak, "Sang Messias" justru gagal mengeksekusi penalti.

Beban Messi memang kelewat berat. Dia seakan dipaksa fans Argentina untuk membawa tropi Copa America 2016 setelah pada Piala Dunia 2014 di Brasil, gagal menjadi kampiun, takluk oleh Jerman dengan skor 0-1 di laga final.

Karena merasa gagal membawa tropi piala dunia, Messi yang menyandang gelar sebagai pemain terbaik di ajang bergengsi itu, tidak menunjukan kegembiraan. Wajahnya tetap lesu, meski tropi sebagai pemain terbaik digengamannya.

Messi, yang hijrah ke Barcelona, Spanyol, sejak usia 13 tahun, sering disepelekan fans Argentina. Dia dianggap pemain asing, asal Spanyol. Para pembenci menyebut Argentina tidak membutuhkannya. Messi yang lahir di Rosario, memang terasing di tanah airnya.

Di usia muda, dia menetap di Barcelona lantaran harus menjalani pengobatan untuk meningkatkan hormon perkembangan tubuhnya. Dan, klub Barcelona yang melihat potensinya, langsung memboyong Messi. Barcelona bersedia membayar biaya pengobatan Messi hingga mencapai US$900 dolar per bulan. Sementara klubnya di Rosario, Argentina, Newell Old Boys, tidak sanggup membayar pengobatannya.

Ketika berlatih di akademi Barcelona, aksen Argentina yang kuat, menandai Messi sebagai pendatang. Dan, Messi pun seakan merasa terasing sepanjang karirnya di Spanyol. Saat merumput di Spanyol, Messi disebut sebagai pemain Argentina. Sementara saat membela Argentina, Messi disebut sebagai pemain Spanyol.

Dan, begitu sedikit perhatian yang diberikan Asosiasi Sepakbola Argentina untuk pengembangan mentalnya. Bahkan, asosiasi mengundangnya bermain untuk Timnas Argentina, tercantum nama "Leonel Mecci" yang menandakan keterasingan Messi di Argentina. Media Argentina pun menyebutnya sebagai pemain "Argentina-Spanyol" yang menunjukan kurang dekatnya hubungan antara Messi dan masyarakat Argentina.

Hubungan yang tak harmonis antara Messi dengan fans Timnas Argentina itu nampak saat Argentina tersingkir di perempat final Copa America 2011. Messi dicemooh. Di laga yang diselenggarakan di Argentina, suporter Timnas Argentina lebih memuja Carlo Tevez, meski menyandang sebutan sebagai "pemain kampung". Padahal, kala itu, Messi menyandang gelar sebagai pemain terbaik dunia, yang berhasil mengantarkan Barcelona meraih treble.

Suporter Timnas Argentina sering membandingkan torehan prestasi yang diraih Messi dengan Diego Maradona, legenda sepakbola Argentina. Sederet prestasi ditorehkan Messi untuk klub raksasa asal Catalan dianggap tidak lebih baik dibandingkan Maradona yang mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986.

Maradona, yang diidolakan Messi pun angkat bicara. Dia menentang keputusan Messi mundur dari Timnas Argentina. "Messi harus terus di Timnas. Dia masih bisa memberikan banyak (prestasi pada Argentina). Dia, (di Piala Dunia 2018) Rusia berpeluang (mengantarkan Argentina) menjadi juara dunia," kata Maradona.

Pemain sepakbola yang dijuluki pencetak gol "Tangan Tuhan" itu mengecam sejumlah pihak yang meninggalkan Messi sendiri kala terpuruk. "Mereka meninggalkan dia (Messi) sendirian, dan saya tidak akan menjadi salah satu dari mereka, meninggalkan dia sendiri," kata Maradona seperti dikutip surat kabar Argentina, La Nacion.

Maradona ingin bersama Messi, bertarung melawan mereka yang telah meninggalkan Messi sendiri. "Itu sebabnya, saya ingin berbicara dengannya, untuk melawan semua orang yang meninggalkannya," kata Maradona, yang pernah melatih Messi dan Timnas Argentina saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Maradona berjanji akan menemui Messi agar membatalkan keputusannya. Namun, Maradona menilai, butuh waktu untuk berbicara dengan Messi. Maradona telah menghubungi Messi. Namun, Messi ingin menghabiskan waktunya berlibur.

"Saya akan berlibur, tinggalkan saya sendirian. (Namun) Ketika anda memanggil saya, saya akan memikirkannya. Saya tidak ingin membicarakan hal ini lagi," kata Messi seperti dikutip Maradona. Pernyataan Messi itu direspons positif oleh Maradona. "Saya pikir itu bagus," katanya saat diwawancarai televisi La Red.

Tak hanya itu, Maradona pun mengecam sejumlah pihak yang mengkritik Messi. Dia tak ingin mendengarkan orang berbicara tentang kegagalan Messi. Karenanya, setiap kali menyimak sejumlah pihak mengkritik Messi di televisi, Maradona langsung memindahkan saluran televisi ke program yang lain. "Sekarang, ketika saya melihat orang-orang berbicara tentang hal itu (kegagalan Messi), saya mengubah (saluran televisi)."

Rekan Messi yang kini menjadi striker Boca Juniors, Carlo Tevez juga mendukung Messi. "Dia (Messi) lelah, dan itu normal. Saya juga bosan dengan Timnas," katanya. Mantan pemain Juventus dan Manchester United (MU) itu justru menyalahkan Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) lantaran buruk kepemimpinannya.  

Dia menyakini, keputusan Messi itu tidak terlepas dari persoalan yang terjadi di AFA. Menurut Tevez, butuh waktu bagi Messi untuk merenungkan kembali keputusannya. Setelah itu, Timnas dapat merayu Messi agar kembali membela Argentina. "Dan, kami akan menunggunya." Dukungan juga disampaikan Cristiano Ronaldo, saingan utama Messi di La Liga, Spanyol. "Saya berharap dia (Messi) kembali ke Timnas karena membutuhkannya."

Bintang Real Madrid itu juga menilai, kegagalan pemain dalam mengeksekusi penalti, tidak kemudian dianggap permainannya buruk. Ronaldo juga menyesalkan saat Messi menangis setelah Argentina dikalahkan Chile. Pemain Timnas Portugal itu menilai, Messi tidak terbiasa kalah atau berada di posisi kedua.

Messi memang tengah terpuruk. Dia tak kuasa menahan sedih tatkala Argentina yang dibelanya, ditaklukan Chile dengan skor 2-4. Dan, yang menyakitkan, kekalahan itu, tidak terlepas dari ketidakberuntungannya.

Messi gagal mengeksekusi penalti. Dia menangis, yang jarang terlihat di wajahnya. Messi biasanya selalu tampil tenang, meski tim yang dibelanya kalah. Berakhirnya laga final Copa America menjadi "noda" bagi pemain sepakbola terhebat di era modern itu. "Saya berusaha keras untuk menjadikan Argentina juara," katanya. "Tapi itu tidak terjadi. Saya tidak bisa melakukannya," kata Messi sedih.

Mungkin, karena merasa bersalah, secara emosional, Messi pun menyatakan mundur dari Timnas Argentina. "Di ruang ganti, saya berpikir, bahwa ini adalah akhir bagi saya bersama Timnas (Argentina)," katanya. "Saya telah berusaha keras agar Argentina menjadi juara. Sekarang saya meninggalkannya (Argentina), tanpa berhasil (menjadi juara)," imbuhnya. Bagi Messi, gelar juara bagi Argentina adalah impiannya yang sudah lama tak kesampaian. "Ini menyedihkan. Sakit, tidak menjadi juara."

Messi sebenarnya telah bermain sempurna. Di turnamen tersebut, Messi mencetak lima gol, termasuk tendangan bebas yang menakjubkan saat Argentina melawan America Serikat. Tapi, empat kekalahan di final di ajang kompetisi sepakbola internasional, membuat patah hatinya. Cinta Messi dengan Timnas Argentina berakhir. Berakhirnya percintaan Messi dengan Timnas Argentina, membuat fansnya berurai air mata.

Dukungan yang begitu luar biasa kepada Messi diperlihatkan para fans saat Tim Tango kembali ke Buenos Aires. Para fans membentangkan spanduk di bandara, yang bertulis "Tanpa Anda, kami tidak ada apa-apa, jangan pergi Messi!"  Lalu, spanduk lain terbentang, bertulis, "Tetap Messi, kau yang terbaik."

Ada lagi yang menulis surat agar Messi bertahan di Timnas Argentina. Yohana Fucks, seorang guru sekolah dasar, lewat surat yang ditulisnya, meminta Messi mempertimbangkan kembali keputusannya untuk pensiun dari Timnas Argentina.

Dalam suratnya, dia mengaku bukan penggemar sepakbola. Namun, sebagai seorang guru di Argentina. Dia menilai, Messi memiliki bakat luar biasa di bidang olahraga yang paling populer di Argentina. Sebagai seorang guru, Yohana melihat sikap dan perilaku anak-anak didiknya yang menganggap Messi sebagai pahlawan sepak bola dan sosok yang harus dicontoh. "Sekarang mereka (para siswa) akan melihat idolanya menyerah..."

Yohana juga mengkritik kebiasaan orang Argentina yang dengan sepele menganggap mencetak gol adalah pekerjaan mudah, menjadi hakim bodoh, dan hanya menghargai kemenangan. "Jangan berhenti, jangan biarkan murid-murid saya berpikir bahwa negara ini hanya peduli kemenangan," tulisnya.  

Sabtu (2/7), ratusan fans Timnas Argentina juga menggelar demonstrasi di tengah hujan lebat, di Kota Buenos Aires, menuntut Messi kembali ke Timnas Argentina. "Ada yang menilai, Messi ada setiap 500 juta tahun, dan kami menikmatinya, jadi kami harus bersyukur bahwa kita hidup di saat ini," kata seorang penggemar, Santiago Bordero. "Dia harus kembali. Bagi saya, dia luar biasa, dewa," kata penggemar lainnya, Juan Alberto Salas. 

Di Spanyol, dua perempuan muda, fans Messi, memperlihatkan poster yang bertulis, "Jangan tinggalkan saya, Messi. Saya mencintaimu, lebih dari pacar saya!" Lalu, ada pula tulisan berbunyi, "Saya tahu bahwa kita tidak layak, tapi tolong jangan pergi Leo."

Di Amerika Serikat, fans Messi yang umumnya pendukung Barcelona juga berharap Messi tidak keluar dari Timnas Argentina. Mereka membela Messi dari serbuan kritik yang tidak adil diarahkan Messi ketika Argentina kalah dalam pertandingan. "Argentina harusnya bangga karena memiliki pemain terbaik di dunia, Lionel Messi," kata penggemar sepak bola Jorge D Acosta Maury, 22 tahun, dari Hawthorne, New Jersey.

Viviano Cantu, mahasiswa Universitas Northeastern, dari Nuevo Laredo, Meksiko kepada NBC Latino, menilai, selama berada di Argentina, dia memang mengamati sikap para fans sepekbola Argentina yang tidak mencintai Messi. "Ketika saya pergi ke Argentina, Messi tidak benar-benar dicintai," kata Cantu. "Dia (Messi) tidak disukai karena hanya bermain di Eropa, bukan untuk Liga di Argentina," imbuhnya. Karenanya, Cantu setuju dengan keputusan Messi yang hengkang dari Timnas Argentina.

Tapi, Cantu memperkirakan, kekecewaan fans Argentina itu akan berubah lantaran penggemar sepak bola di sana juga banyak yang mengumpulkan dukungan agar Messi kembali membela Argentina.

Di Argentina, kini memang banyak yang mengaku penggemar Messi. Lewat dunia maya, mereka berseru lewat dengan menulis hashtag di antaranya #notevayasmessi (Jangan pergi Messi) #messiteamo (Saya mencintaimu Messi) dan #messielmejor (Messi yang terbaik).

Dan, dari beberapa tweet yang cukup menyentuh hati disampaikan seorang bocah. Dia menulis, "Saya sayang Messi. Kau hebat, sehingga anda (Messi) tidak harus menyerah."

Beberapa fans juga menganggap Messi tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Para penggkritik harusnya juga melihat kesalahan pemain lainnya. Dan, yang dikhawatirkan Daniel Arvidsson, 21 tahun, fans Messi dari Sao Paulo, Brasil, jika mundurnya Messi itu, bakal diikuti pemain lainnya sehingga menunjukkan begitu luasnya permasalahan sepakbola Argentina.

Kekhawatiran itu diutarakan penyerang Timnas Argentina, Sergio Aguero. Dia menyebut sejumlah pemain Argentina lainnya juga berencana mengikuti jejak Messi, pensiun dari Timnas. Kiper Timnas Argentina,  Sergio Romero misalnya menyatakan, tidak akan bersama Timnas jika tanpa Messi.

Kritikan yang diarahkan pada Messi memang berlebihan. Para pengkritik tidak melihat prestasi Messi yang membanggakan bagi Argentina. Messi memang besar di Barcelona. Namun, harus diakui, setelah Maradona, Messi berhasil menempatkan derajat sepakbola Argentina di posisi terhormat.

Messi yang kini berusia 29 tahun, telah menyumbangkan emas Olimpiade di Beijing tahun 2008 lalu untuk Argentina, meski dianggap sejumlah pihak, prestasi itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan tropi Copa America dan Piala Dunia.

Namun, perjuangan Messi yang mengantarkan Argentina berada di posisi kedua (runner-up) Copa America dan Piala Dunia 2014, harusnya diapresiasi sebagai prestasi luar biasa.

Sejak tahun 2006, dalam kondisi cedera, Messi membela Argentina di Piala Dunia. Kala itu, Messi menjadi pemain termuda. Bahkan, dia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah pertandingan sepakbola sejagat itu.

Messi juga membela Argentina di Copa America 2007. Argentina menaklukan Amerika Serikat dengan skor 4-1. Dalam laga tersebut, Messi menunjukan kehandalannya sebagai playmaker. Dia memberikan umpan-umpan manis kepada Hernan Crespo yang melakoni posisi sebagai striker.

Di perempat final, saat Argentina menghadapi Peru, Messi juga mencetak gol. Argentina menang telak, 4-0. Demikian pula saat semifinal melawan Meksiko. Messi mencetak gol. Argentina menang 3-0 atas Meksiko sehingga berhak mendapat tiket ke final berhadapan dengan Brasil. Sayang, di laga puncak, Argentina dikalahkan Brasil dengan 3-0.

Messi juga pernah berupaya melobi pelatih Barcelona, Pep Guadiola, agar dapat membela negara di ajang Olimpiade 2008. Keinginan Messi itu akhirnya dikabulkan Barcelona setelah sebelumnya melarang Messi membela negaranya karena tidak termasuk kalender internasional.

Kesempatan itu tidak disia-siakan Messi. Dia mencetak gol pertama dan meraih kemenangan 2-1 melawan Pantai Gading. Lalu, Messi mencetak gol pembuka dan membantu Angel Di Maria mengalahkan Belanda, dengan skor 2-1. Peran Messi juga sangat besar menjadikan Argentina meraih kemenangan atas Brasil, dengan skor 3-0.

Di ajang final, Messi melakoni peran apik dengan membantu Di Maria yang mencetak gol satu-satunya, mengalahkan Nigeria. Argentina meraih emas di ajang Olimpiade 2008 untuk cabang olahraga sepakbola.

Di Piala Dunia 2014 di Brasil, Messi memainkan peran penting dalam mengantarkan Argentina melaju ke babak final, berhadapan dengan Jerman. Sayang, Argentina takluk 1-0 di masa perpanjangan waktu. Di ajang bergengsi itu, Messi meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.

Meski meraih penghargaan itu, tak nampak kegembiraan di wajah Messi. Baginya, hanya tropi Piala Dunia untuk Argentina yang diimpikannya. Di Piala Dunia 2014, Messi menjadi motor penggerak rekan-rekannya. Ia menjadi striker, playmaker, sekaligus eksekutor, agar bisa melesakkan bola ke gawang lawan.

Messi seakan ingin membalikan persepsi para fans Timnas Argentina yang alergi terhadapnya. Namun, meski berhasil mengantarkan Argentina ke laga final, perjuangan Messi dianggap sebelah mata sebagian suporter Timnas Argentina. Realitas yang dialami Messi adalah ironi. Pemain terbaik dunia, yang dipuja-puja fans sepakbola seantero dunia, justru terasing di Argentina. Walau bagaimana pun Messi telah berjuang mengantarkan Argentina ke posisi terhormat di ajang sepakbola dunia. Dia harusnya diapresiasi dan dicintai, bukan dibenci dan dimaki.

M. Yamin Panca Setia

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Goal/The Telegraph/NBC/ ESPN FC/Reuters
 
Polhukam
24 Sep 21, 09:17 WIB | Dilihat : 142
Pembangkang dalam Pusaran Transformasi Politik Malaysia
19 Sep 21, 16:48 WIB | Dilihat : 207
Cermin Buram Kekuasaan dan Luka Rakyat
31 Agt 21, 21:38 WIB | Dilihat : 191
Milisi Houthi Serang Lagi Bandara Abha Saudi
29 Agt 21, 17:01 WIB | Dilihat : 140
Taliban Hadapi Tantangan Baru
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 359
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1205
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1458
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya