Kegundahan Adele, Inspirasi Meraih Apresiasi

| dilihat 3438

AKARPADINEWS.COM | MENJADI penyanyi terkenal, tidak harus jor-joran menggelontorkan uang untuk promosi besar-besaran. Tidak pula harus fisik sempurna, menawan rupa, dan melakukan hal-hal yang sensasional. Namun, cukup bermodal, bakat, talenta, dan kemauan. Itu dibuktikan oleh Adele, penyanyi dan penulis lagu asal Inggris.

Lewat Myspace, wanita yang tubuhnya agak tambun dan selalu tampil sederhana itu menyapa khalayak dengan lantunan suara merdunya. Tak dinyana, demo lagu karyanya yang diposting temannya di media sosial tahun 2006 itu, berhasil memancing respon produsen rekaman, XL Recordings. Richard Russell, bos XL Recordings lalu menghubungi wanita kelahiran 5 Mei 1988 di Totennham itu. Dia jatuh hati dengan suara kontralto Adele. Russell lalu menawarkan Adele untuk rekaman.

Awalnya, Adele meragukan tawaran itu. Karena, dia hanya tahu, satu-satunya perusahaan rekaman adalah Virgin Records. Namun, perempuan bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins itu tak kuasa menerima tawaran yang diimpikannya itu. Sejak kecil, bakat menyanyi Adele telah muncul.

Dia gemar bernyanyi layaknya penyanyi ternama di atas panggung yang didesain sedemikian rupa oleh ibunya, Penny Adkins. Karena itu pula dia sekolah di The BRIT School for Performing Arts and Technology, yang juga meluluskan musikus terkenal, seperti Amy Winehouse, yang diidolakan Adele. Penyanyi terkenal lainnya, Jessie J juga merupakan teman sekelasnya di sekolah tersebut.

September 2006, Adele meneken kontrak bersama XL Recordings. Inilah kali pertama Adele meniti karir di dunia musik profesional. Sejak itu, dia pun rajin tampil memukau di hadapan publik. Adele kerap berdendang di televisi dan menggelar akustik. Suaranya yang berkarakter, lembut, dengan lirik yang emosional, berhasil merasuk ke benak pencinta musik di Inggris dan Amerika Serikat.

Dia langsung menggebrak panggung musik dunia. Di tahun 2007, dia menerima Brit Awards "Critics Choice" dan memenangkan BBC Sound 2008. Album 19, album perdana yang diluncurkannya, sama dengan usianya kala itu, menjadi album yang dipuja-puja. Hits utama, Hometown Glory di album itu berhasil menempati posisi puncak di tangga lagu musik Inggris, disusul hits berikutnya, Chasing Pavement. Album itu pun disertifikasi tujuh kali platinum di Inggris dan double platinum di Amerika Serikat.

Karirnya semakin moncer ketika pada Maret 2008, Adele mendapatkan tawaran dari Columbia Records dan XL Recordings untuk mengembangkan karir di Amerika Serikat. Dia memulai tur di kawasan Amerika Utara dan merilis Album 19 di Amerika Serikat pada Juni 2008.

Dia juga tampil di Saturday Night Live di akhir tahun 2008. Majalah Billboard menulis, "Adele benar-benar memiliki potensi untuk menjadi artis internasional yang paling disegani dan menginspirasi generasinya." Di Inggris, Adele juga dinominasikan Q Awards untuk kategori Breakthrough Act dan Music of Black Origin untuk kategori penyanyi perempuan terbaik di Inggris.

Juli 2009, Album 19 terjual 2,2 juta kopi di seluruh dunia. Di ajang Grammy Awards ke-51 tahun yang sama, Adele dinobatkan sebagai pendatang baru dan penyanyi pop terbaik perempuan. Dia juga dinominasikan untuk tiga Brit Awards dalam kategori Best British Female,

Di awal tahun 2011, setelah sempat vakum selama setahun, Adele merilis album keduanya, 21. Keberuntungan diraihnya kembali. Bahkan, melebihi debut perdananya. Adele menjadi penyanyi paling produktif dengan meraih berbagai penghargaan, termasuk mencetak rekor dengan mendapatkan enam Grammy Awards, Album of the Year, dua BRIT Awards, British Album of the Year, dan tiga American Music Awards.

Album ini telah disertifikasi platinium 16 kali dan menjadi album terlaris keempat di Inggris. Album ini telah terjual 30 juta kopi di seluruh dunia.

24 Januari 2011, album itu dirilis di Inggris dan 22 Februari di Amerika Serikat. Lagu di album 21 juga menempati posisi nomor 1 di 18 negara, termasuk Amerika Serikat. Hingga Juni 2011, Adele telah menjual 2,5 juta kopi dan 992.000 kopi digital Album 21 di Amerika Serikat, dan menempatkannya sebagai album terlaris pada semester pertama tahun 2011.

 

Salah satu lagunya, Rolling in the Deep, mencapai posisi pertama di 8 negara termasuk Billboard Hot 100. Di Amerika Serikat saja, lagu itu terjual hingga 4,5 juta kopi digital. Di Inggris, album tersebut juga menempati posisi teratas, terjual 208.000 kopi di minggu pertama. Sebelumnya, di pertengahan Februari 2011, setelah pertunjukan di Brit Awards, lagu Someone Like You langsung menempati posisi pertama di tangga lagu di Inggris.

Pada Juli 2011, Someone Like You menjadi lagu pertama yang terjual lebih dari satu juta kopi di Inggris. Adele pun disebut-sebut sebagai legenda hidup pertama yang menyamai prestasi The Beatles di tahun 1964.

Lirik Someone Like You yang begitu emosional itu meraih Brit Award pada tanggal 15 Februari 2011 dan berhasil menduduki puncak lagu di Inggris selama lima minggu. Arasemen musik utama lagu itu hanya diiringi piano yang dimainkan Wilson, dengan suara Adele yang menyentuh perasaan. Para kritikus memuji lirik lagu dan suara memukau Adele. Wajar jika lagu itu pun populer dan menduduki puncak lagu di Irlandia, Selandia Baru, Australia, Italia, Perancis, Swiss, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya.

Di balik kesuksesannya itu, Adele mengakui pernah mengalami masa sulit lantaran sempat kehilangan suara akibat peradangan pita suara (hemorhage). Dia sempat frustasi. Namun, Adele pantang menyerah. Meski sakit mendera, Adele tidak berhenti bernyanyi. Ia konsisten memanjakan para penggemarnya, sesuai kontrak yang ditandatanganinya. Dia benar-benar total menyuguhkan suaranya nan merdunya kepada pencinta musik.

Adele bernyanyi dengan hati. Lirik lagu yang diraciknya sejalan dengan pengalaman hidupnya. Dia rupanya pernah merasakan pengalaman pahit dengan pacarnya. Lagu Someone like You yang ditulisnya bersama Dan Wilson adalah ekspresi kegundahan hatinya karena berpisah dengan pacarnya. Adele mengaku, lagu itu ditulisnya dalam kondisi yang lelah dan marah.

Adele memang mencintai pacarnya. Sampai-sampai, pada tahun 2008, dia pernah membatalkan turnya ke Amerika Serikat hanya untuk menghabiskan waktu bersama pacarnya. Kala itu, ia sulit menghilang kebiasaannya minum alkohol seperti yang pernah diderita ayahnya, Mark Evans. "Pada akhirnya, saya harus bahagia dengan diri saya sendiri,” ucapnya.

Dengan prestasi itu, Adele yang dibesarkan keluarga sederhana yang sama sekali tidak begitu menyukai musik, menjadi penyanyi perempuan asal Inggris yang pertama dalam sejarah Billboard Hot 100 yang memiliki dua singel nomor satu dalam satu album.

Pada Juli 2011, lagu ini terjual satu juta kopi di Inggris dan mendapat penghargaan Platinum dari British Phonographic Industry (BPI) dan Triple Platinum oleh Recording Industry Association of America (RIAA) di Amerika Serikat. Pada 12 Februari 2012, lagu ini juga memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Pop Solo Performance. Dia juga menerima penghargaan Record Of The Year, Best Short Form Music Video dan Song of the Year untuk lagu Rolling in the Deep, Album of the Year, Best Pop Vocal Album untuk album 21, dan Best Pop Solo Performance untuk lagu Someone Like You.

 

Menurut Presiden HMV, perusahaan entertainment terkemuka di Kanada, Nick Williams, musik Adele bisa diterima seluruh lapisan masyarakat. Lagunya disukai remaja, orang tua, bahkan kakek nenek. "Itu tidak bisa dirumuskan dan ditiru,” katanya. 

Sementara pengamat musik Entertainment Weekly, Leah Greenblatt menilai, kehadiran Adele diharapkan menyadarkan pelaku industri untuk keluar dari stereotip idola pop yang harus selalu tampil sempurna. Majalah Time menyebut Adele sebagai salah satu People Who Mattered 2011, sejajar dengan Barack Obama dan Hillary Clinton. Sementara media di Inggris mengukuhkan namanya sebagai Amy Winehouse yang baru, sekaligus simbol bangkitnya musik Inggris, untuk invasi kembali ke Amerika Serikat.

Adele tidak diwarisi bakat penyanyi dari orang tuanya. Namun, ibunya Penny Adkins, selalu memperhatikan bakat Adele. Karena dirinya doyan menyanyi, menurut Adele, ibunya sering mengubah kamar mininya seperti tempat konser. Lalu, Adele bernyanyi untuk menambah keceriaan ibu dan saudara-saudaranya. Dekorasi ruangan yang didesain ibunya, membuat Adele seakan berada di atas panggung. "Saya merasa bernyanyi di panggung,” ujarnya.

Memasuki usia remaja, Adele mengenal Shingai Shoniwa, vokalis band Inggris, The Noisettes, yang tinggal bertetangga selama bertahun-tahun di West Norwood. Adele memiliki piano, sementara Shoniwa memiliki drum yang sering digunakan untuk bernyanyi. Bagi Adele, Shoniwa adalah sosok yang menginspirasi, termasuk mengubah jalan hidupnya. Karena dorongan Shoniwa, Adele pun terpicu untuk menciptakan lagu sendiri.

Meski tengah berada diposisi puncak popularitas, Adele tak berhenti berkarya. Di usia yang relatif masih muda, dia terus menelurkan karya.  20 November 2015, Adele merilis album ketiganya, 25. Album yang berisi 11 lagu ini diperkirakan akan kembali sukses seperti album-album sebelumnya.

Namun, Adele menolak untuk memasukkan album teranyar itu ke layanan musik streaming seperti Spotify maupun Apple Music. Album itu juga dirilis melalui XL Recordings. Album yang diraciknya sejak tahun 2013 itu juga merefleksikan pengalaman dan pemikirannya hingga memasuki usia 25 tahun.

Namun, lewat akun twitternya, Adele menjelaskan, album terbarunya tentang menebus sesuatu, tidak bernada galau akibat putus cinta seperti album-album sebelumnya. "Menebus waktu yang hilang. Membayar semua yang pernah dan tidak pernah saya lakukan," ujarnya. Dia pun tak sungkan meminta maaf kepada penggemarnya karena membutuhkan waktu lama untuk merilis album tersebut.

Adele mengajarkan tentang kesederhanaan. Dia tetap seperti yang dulu, meski popularitasnya tengah melambung. Dia juga konsisten dengan idealismenya bermusik sehingga menolak tawaran lain yang mengiming-imingkan keuntungan dengan memanfaatkan popularitasnya.

Ageng Wuri Rezeki A/M. Yamin PS

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : The New York Times/Reuters/DailyMail/The Guardian
 
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 534
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 646
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 632
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 954
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya
Humaniora
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 435
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
06 Jul 26, 09:02 WIB | Dilihat : 364
Ragam Gaya Retorika Presiden
25 Jun 26, 00:19 WIB | Dilihat : 418
Duka Ashura
Selanjutnya