Mengusir Insomnia

| dilihat 1802

AKARPADINEWS.COM | TIDUR penting bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan mengembalikan energi setelah seharian menjalani rutinitasnya. Dalam sehari, idealnya seseorang harus tidur selama delapan jam. Jika kurang tidur, tubuh manusia akan menjadi tidak beres sehingga rawan terjangkit penyakit.

Biasanya, seseorang akan mudah tidur ketika tubuhnya tidak lagi berenergi. Namun, ada beberapa orang yang kesulitan tidur, meski tubuhnya didera lelah. Mereka yang kesulitan tidur itu disebut insomnia.

Seorang penderita insomnia dapat dilihat dari beberapa gejala. Pertama, penderita akan kesulitan tidur, meski kondisi tubuhnya sudah sangat lelah. Kedua, penderita sering terbangun di malam hari. Ketika sudah terbangun, penderita akan sulit tidur karena tidak merasakan kantuk sama sekali.

Ketiga, penderita akan sering terbangun lebih awal di pagi hari. Keempat, penderita akan sering merasa lelah ketika bangun tidur. Padahal, tidur semestinya mengembalikan energi yang hilang setelah berkutat dengan aktivitas. Tetapi, bagi penderita insomnia, tidur justru menguras energinya sehingga tatkala terbangun, kondisi fisiknya justru lemas tak bertenaga.

Secara garis besar, insomnia terbagi berdasarkan penyebab dan lama rentan waktunya. Berdasarkan penyebabnya, Insomia terbagi menjadi dua jenis, yakni insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer merupakan gangguan tidur yang penyebabnya tidak memiliki kaitan pada keadaan kesehatan penderita atau masalah lainnya. Insomnia tipe ini merupakan tipe lumrah, dialami oleh sebagian besar penderita insomnia.

Sedangkan insomnia sekunder merupakan gangguan tidur yang disebabkan masalah yang dialami oleh penderita, seperti kondisi kesehatan atau kejiwaan. Insomnia ini dapat disebabkan oleh penyakit akut, seperti asma, depresi, dan sebagainya. Selain itu, insomnia sekunder dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan dan minuman berakohol.

Sementara insomnia berdasarkan lama waktunya, terbagi menjadi tiga, yakni insomnia sementara (transient insomnia) insomnia akut (acute insomnia) dan insomnia kronis (chronic insomnia). Transient insomnia dapat dikatakan sebagai gangguan tidur yang hanya menjangkiti penderita untuk sementara, seperti beberapa hari atau satu minggu. Biasanya, insomnia tipe ini menjangkiti seseorang yang memiliki kebiasaan menyelesaikan tugas atau sesuatu hal dalam waktu mepet seperti mahasiswa yang diharuskan mengumpulkan tugas keesokan harinya.

Insomnia akut merupakan gangguan tidur yang hanya menjangkiti penderita untuk beberapa minggu atau satu bulanan saja. Insomnia ini biasa disebut sebagai insomnia jangka pendek (short term insomnia). Insomnia ini biasanya dipicu oleh tingkat stres penderita, penyakit yang sedang diderita dan obat-obatannya, ketidaknyamanan emosional atau fisik, gangguan eksternal seperti suara bising atau cahaya dan sebagainya, dan jam tidur yang terganggu.

Insomnia berdasarkan jangka waktunya yang terakhir ialah insomnia kronik. Insomnia ini merupakan gangguan tidur yang sudah kronis sehingga berlangsung lama. Biasanya, insomnia ini akan menjangkiti penderita mulai dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan, bahkan ada kasus khusus sampai bertahun-tahun. Insomnia ini disebabkan hal yang sudah kronis, seperti depresi atau rasa was-was yang disebabkan trauma tertentu, stres kronis, dan rasa sakit atau tidak nyaman pada malam hari.

Insomnia merupakan gangguan yang dapat dialami oleh setiap orang. Namun, rata-rata penderita insomnia ialah remaja hingga orang dewasa. Penyakit ini umumnya menyasar ke wisatawan, pekerja yang bekerja dengan sistem pergantian waktu kerja atau piket, lansia, pengguna obat-obatan, ibu hamil, dan lain sebagainya.

Mengatasi insomnia tidak sulit. Pertama, melakukan relaksasi pikiran dan tubuh. Salah satu penyebab susah tidur yang paling lazim ialah stres. Untuk itu, relaksasi penting untuk melepaskan stres yang menghinggapi tubuh dan pikiran. Cara termudah melakukan relaksasi ialah dengan mengatur nafas dengan tenang. Dengan begitu, tubuh dan pikiran akan merespon dengan mengendurkan ketegangan yang dirasakan.

Kedua, membiasakan jam tidur teratur. Insomnia bisa terjadi karena jam tidur yang tak beratur sehingga tubuh mengalami kebingungan meresponnya. Untuk itu, perlu diatur ulang jam tubuh agar mampu mengidentifikasi kapan saat yang tepat untuk tidur.

Ketiga, membuat nyaman kamar tidur. Lingkungan yang nyaman akan menstimulasi tubuh untuk menjadi tenang dan rileks. Untuk itu, seorang penderita insomnia harus membuat tempat tidurnya senyaman mungkin dan tidak memicu stres yang tengah dialaminya. Dengan begitu, tubuh akan tenang dan melepaskan segala stres yang ada.

Keempat, biasakan olah raga ringan secara teratur seperti berjalan atau berenang. Dengan begitu, membantu penderita untuk melepaskan ketegangan yang ada dalam tubuhnya. Ketegangan yang disebabkan oleh stres juga dapat diringankan dengan melakukan olah raga ringan. Tetapi, jangan melakukan olah raga ringan dekat dengan waktu tidur di malam hari. Hal itu akan membuat jam tidur tubuh terganggu.

Terakhir, biasa tidur siang yang cukup. Tidur siang akan membantu penderita insomnia untuk mengembalikan kondisi tubuh yang kurang fit. Dengan tidur siang, tubuh akan relaks dan memulihkan sedikit kebugaran tubuh. Namun, jangan sampai tidur siang terlalu lama, karena hal itu akan merusak jadwal aktivitas tubuh sehingga dapat memperparah insomnia.

Kurang tidur memang akan menyebabkan tubuh menderita sehingga dapat memudahkan tubuh dihinggapi berbagai penyakit. Untuk itu, perlu kesadaran untuk memberikan hak-hak kepada tubuh dan pikiran dengan beristirahat dan membiasakan patuh terhadap jam tidur. Dengan begitu, tubuh akan sehat secara berkelanjutan.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Medical News Today/Sleep Foundation/Webmd
 
Lingkungan
27 Sep 21, 12:15 WIB | Dilihat : 313
Selamatkan Kebun Raya Bogor
10 Sep 21, 14:55 WIB | Dilihat : 169
Ida Mengamuk Sejumlah Kota Amerika Serikat Berantakan
01 Agt 21, 09:31 WIB | Dilihat : 166
Membaca Sinyal Presiden Joe Biden tentang Jakarta
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 359
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1205
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1458
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya