Pendidikan Prioritas Utama Malaysia 2026-2035

Sebagai Agen Perubahan Guru Wajib Sejahtera

| dilihat 150

MALAYSIA menegaskan kembali pendidikan sebagai prioritas utama orientasi pembangunan negara yang berdaya saing, Perdana Menteri X (PMX) Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim, sejak beberapa tahun terakhir berulang kali mengemukakan hal demikian.

Pernyataan yang mengekspresikan spirit perubahan bangsa, itu dinyatakan ulang oleh Anwar Ibrahim pada 20 Januari 2026, kala melakukan peluncuran Rencana Induk Pendidikan Nasional (RPN) 2026 - 2035 di Puterajaya, Malaysia.

Ia mengemukakan, mulai tahun depan (2027), anak-anak berusia enam tahun dapat masuk Kelas Satu, meskipun tidak wajib dan akan bergantung pada keputusan orang tua. Ia sendiri, dengan komitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama Malaysia, sesungguhnya berkehendak memberlakukan hal tersebut tahun ini.

Jika hendak menuruti kata hatinya, Anwar dapat mewajibkannya tahun ini. Namun, Kementerian Pendidikan memintanya bersabar. "Baiklah, jangan wajibkan, tetapi saya ingin mendorongnya. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tertinggal, jadi yang terbaik adalah siswa mendaftar (untuk Kelas Satu pada usia enam tahun),” katanya.

Selaras dengan penegasannya tersebut, Pemerintahan Madani  di bawah kepemimpinannya, itu juga nampak pada bilangan alokasi tambahan belanja pendidikan sekitar RM800 juta -- atau sekitar Rp3,21 triliun -- untuk menerapkan penerimaan Kelas Satu pada usia enam tahun.

Anwar yang juga Menteri Keuangan, mengemukakan, alokasi tambahan belanja sebesar itu diperlukan untuk menutupi biaya perekrutan guru baru, pembayaran gaji, penyediaan ruang kelas tambahan, serta peningkatan fasilitas sekolah dasar. Gaji dan berbagai hal terkait kesejahteraan guru mendapat perhatian khas. Anwar memandang, guru sebagai agen pembaruan, dan karenanya wajib sejahtera.

Tambahan Budget Hampir RM1 Miliar

Upaya untuk mengamankan alokasi tersebut, menurut Anwar, bukan bertujuan untuk pengeluaran berlebihan, tetapi lebih merupakan investasi penting untuk memastikan, setiap anak di negara ini memiliki akses ke pendidikan berkualitas.

“Kami ingin mengalokasikan dana ini untuk anak-anak, untuk para guru — untuk membayar guru, merekrut guru baru, dan menyediakan ruang kelas tambahan. Berapa banyak yang kita butuhkan? Hampir RM1 miliar. Menyimak apa yang dikemukakan Anwar, tampak pemerintahan Madani berkesungguhan. Termasuk dalam menemukan cara memenuhi tambahan belanja pendidikan tersebut.

Titik beratnya bukan pada bilangan belanja yang harus dipenuhi pemerintah, melainkan pada bagaimana anak-anak menikmati manfaat pendidikan yang baik di negaranya. Dalam konteks ini, kerjasama antara orang tua (sebagai dorongan) dengan pemerintah menjadi penting.

Di sisi lain, dapat dipahami, bahwa upaya meningkatkan kualitas dan pemajuan pendidikan terkait erat dengan penguatan fondasi pendidikan yang kuat (mencakup kemampuan berbahasa, sains, matematika, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru).

Kita sepaham dengan Anwar yang menegaskan, bahwa kualitas pendidikan merupakan tantangan terbesar negara. Dalam ucapan Anwar, tersurat pemikiran, bahwa jika negara ingin meningkatkan kedudukan dan kemajuannya, kualitas pendidikan harus ditingkatkan.

Terbabit hal tersebut, kemampuan berbahasa harus kuat — harus dikuasai dengan baik. Pun demikian halnya dengan pemahaman sains dan matematika. Tanpa kecuali dalam mengendalikan kecerdasan imitasi (AI) dan teknologi baru.

Guru Agen Perubahan

Dalam keseluruhan konteks politik, ihwal pendidikan -- kecuali hal-hal teknis operasional -- relatif tanpa perdebatan dengan pembangkang. Karenanya, Anwar mendesak semua pihak, termasuk kepala desa dan anggota Komite Pembangunan dan Keamanan Desa (JKKK), untuk bergerak, menyarankan orang tua di wilayah masing-masing untuk memanfaatkan peluang di bawah kebijakan baru ini.

Jauh masa sebelumnya, Anwar menghendaki Kementerian Pendidikan memprioritaskan pelatihan guru untuk melakukan penyempurnaan manajemen pendidikan. Anwar berpandangan, "Guru adalah agen perubahan yang dapat mengubah ekosistem pendidikan di sekolah."

Setarikan nafas, dalam pandangan Anwar, pengembangan inisiatif Sekolah Adopsi yang melibatkan mitra korporat strategis, pendidikan digital, dan kecerdasan imitasi merupakan bagian penting dan integral dalam agenda reformasi pendidikan.

Dlam konteks ini, Kementerian Pendidikan bertanggung jawab untuk mempersiapkan tenaga kerja (guru dan staf pendidikan) yang terlatih dan profesional. Kementerian Pendidikan bertanggung jawab memastikan siswa menguasai materi pendidikan utama dalam penguasaan Bahasa Melayu, sekaligus memperkuat kemampuan berbahasa Inggris.

Titik beratnya, lagi-lagi pada kompetensi guru dan integrasi budaya Bahasa Melayu dan Inggris di setiap tingkatan. Apalagi penguasaan atas Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) di semua jenis sekolah yang sudah mencapai 98 persen. Paralel dengan hal tersebut, pemerintahan MADANI, sekarang, juga fokus ke jenis sekolah agama.

Selaras dengan hal tersebut, kesejahteraan guru dipandang penting. Sebagai gambaran, kini gaji guru (pada berbagai peringkat) di Malaysia berkisar antara RM 2.400 - RM3.800 hingga RM6.000. Sangat bervariasi, tergantung pada di mana guru mengajar.  Di sektor publik, sekolah swasta / internasional, atau lembaga pendidikan tinggi. Guru senior di sekolah negeri (sekolah kebangsaan) dapat memperoleh rata-rata RM 5.700+ per bulan.

Besaran Gaji, Tunjangan dan Bonus Guru

Gaji guru sekolah Internasional, terbilang sebagai gaji tertinggi. Ekspatriat di sekolah-sekolah unggulan dapat memperoleh antara RM 10.000 dan RM 17.000 per bulan. Guru lokal di sekolah-sekolah ini biasanya mendapatkan gaji lebih rendah, seringkali antara RM 3.000 dan RM 6.000.

Gaji guru di Malaysia berdasarkan mata pelajaran dan taraf (peringkat), berkisar antara lain:  Matematika (RM 6.300 – RM 6.900); Guru Sekolah Menengah: RM 3.300 – RM 4.500; Guru Sekolah Dasar: RM 3.300 – RM 4.200; Guru Taman Kanak-kanak/Prasekolah: RM 1.900 – RM 3.000.

Berdasarkan pengalamannya di dalam sistem pendidikan Malaysia, guru tingkat pemula (1-3 tahun): RM 42.638 per tahun; Tingkat Senior (8  tahun atau lebih): RM 69.186 per tahun. Dosen/Profesor: antara RM 60.000 dan RM 120.000+ per tahun tergantung pada institusi.

Pada beberapa kota, guru memperoleh gaji tertinggi. Di Kiara - Kuala Lumpur sebesar RM 5.240/bulan; Kajang: RM 4.766/bulan; dan Puchong: RM 4.097/bulan.

Guru terbilang profesi khas yang dibebaskan dari pajak, termasuk guru ekspatriat. Fasilitas lain yang diperoleh guru dalam beberapa paket pembiayaan, seperti akomodasi berfurnitur gratis, bonus penyelesaian kontrak (seringkali 1/6 hingga 1/12 dari total gaji), serta asuransi kesehatan.

Guru berpotensi menabung sebagian besar penghasilan mereka, karena biaya hidup yang rendah dan gaji tinggi yang bebas pajak. Di sekolah-sekolah internasional dan negeri, guru memperoleh tunjangan perumahan, transportasi, dan perawatan kesehatan. Juga bonus tahunan rata-rata berkisar antara RM 900 hingga RM 2.100.

Guru tak terbebani oleh urusan teknis non pendidikan -- terutama beban urusan administrasi -- yang menjadi tugas staf manajemen pendidikan. Juga pakansi pada masa liburan sekolah, mencapai 10–12 minggu per tahun yang bisa dimanfaatkan ke luar negeri untuk memperluas pengalaman. | sharia / zoel

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber