Pertambangan

Dua Kekuatan Baru J Resources

| dilihat 3250
 
 
JAKARTA, AKARPADINEWS.Com-  Eksistensi PT J Resources Asia Pasifik Tbk dipentas persaingan bisnis pertambangan mineral emas di Indonesia maupun Asia Pasifik semakin kuat. Hal itu di dukung oleh dua anak perusahaan barunya, PT J Resources Bolaang Mongondow dan PT Sago Prima Pratama, yang telah berhasil menyelesaikan fasilitas produksinya.
 
PT J Resources Bolaang Mongondow telah berhasil menyelesaikan fasilitas produksi baru di Site Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow di Provinsi Sulawesi Utara pada akhir tahun 2013. Selanjutnya, perusahaan kembali mewujudkan komitmennya pada awal tahun 2014 melalui PT Sago Prima Pratama, yang telah menyelesaikan fasilitas produksi baru di Site Seruyung, Kabupaten Nunukan di Provinsi Kalimantan Utara.
 
“Dengan adanya tambahan dua fasilitas produksi baru di Site Bakan dan Site Seruyung diharapkan membuka peluang bagi Perusahaan untuk mengembangkan diri agar menjadi Gold Producer yang lebih besar baik di Indonesia maupun di Asia Pasifik.” kata Edi Permadi, Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk dalam ekpos Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (6/6). 
 
Dua penambahan fasilitas produksi ini tak membuat perusahaan yang berkantor di kawasan Sudirman ini berpuas diri, terbukti pengembangan aset lainnya telah dipersiapkan guna menambah amunisi produksi perusahaan dalam bersaing di pentas internasional di masa datang.
 
Dijelaskan Edi Permadi, perusahaan J Resources sedang mempersiapkan diri sebagai salah satu kekuatan baru di dunia pertambangan mineral emas. Harapannya pada akhir tahun 2014, perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksi menuju 200.000 Oz per tahun. 
 
Untuk merealisasikan upaya tersebut, tegas Edi Permadi, perusahaan akan berpijak pada perencanaan yang matang sesuai dengan kebutuhan untuk menghadapi persaingan bisnis secara global, serta bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup dan kehidupan manusia.
 
 
Pada hari yang sama, selain RUPST, juga digelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan suara terbanyak memutuskan, diantaranya menyetujui untuk memberhentikan dan mengangkat kembali seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, yaitu sebagai berikut; Komisaris Utama: Christian Wijayanto A.J; Komisaris: Yung Chris Hui; Komisaris Independen : Daud Silalahi; serta Direktur Utama: Jimmy Budiarto; Direktur : Edi Permadi; Direktur : William Surnata; Direktur : Budikwanto Kuesar; Direktur tidak terafiliasi: Colin James Davies.
Editor : administrator
 
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 329
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 414
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 585
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1929
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 2296
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
Selanjutnya