Fadli Zon Kritik Para Penista Nabi Muhammad

Presiden Perancis Lindungi Wartawan Charlie Hebdo

| dilihat 1930

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan, penembakan yang terjadi pada Rabu 7 Januari 2015 di kantor Majalah Charlie Hebdo, sebagai kekerasan paling ekstrim yang pernah terjadi Perancis.

Peristiwa di kantor majalah yang dinilai melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, Islam, juga Nasrani dan Yahudi, itu dikabarkan luas telah menewaskan 12 orang dan melukai beberapa lainnya. Di antara korban yang tewas itu adalah pemimpin redaksi, beberapa redaktur, report, dan kontributor. Tak diketahui, apakah kartunis yang membuat kartun penghinaan terhadap Nabi Muhammad itu termasuk korban yang tewas.

Di mata Hollande, para wartawan dan kartunis yang diduga tewas dalam serangan bersenjata sejumlah orang bertopeng, itu sebagai wartawan dan kartunis berbakat, yang berani mati. “Mereka meninggalkan jejak dan pengaruh pada generasi baru Perancis, kebebasan mereka yang langka.”

Hollande mengabaikan, bahwa wartawan dan kartunis majalah itu sudah melakukan penghinaan terhadap nabi dan rasul yang sangat dihormati umat Islam di seluruh dunia. Nabi dan rasul yang mengajarkan akhlak mulia sepanjang sejarah peradaban manusia. Hal itu terjadi, ketika jutaan umat Islam di seluruh dunia sedang memperingatan hari kelahirannya (maulid).

Hollande mengatakan, dia akan terus mempertahankan pesan kebebasan, atas nama para korban, sambil menyebut, serangan itu merupakan aksi pengecut, yang juga menewaskan dua polisi. Hollande menyatakan, dia akan melindungi Charlie Hebdo dan staf redaksi koran ini, yang bertahun-tahun membela kebebasan berekspresi meski dalam ancaman selama bertahun-tahun dan yang.

“Orang-orang ini mati karena ide mereka dari Perancis. Artinya, kebebasan. Hari ini mereka adalah pahlawan kami, dan itulah sebabnya saya telah memutuskan bahwa besok akan menjadi hari berkabung nasional,” ujar Hollande, sambil memerintahkan rakyat Perancis, menaikkan bendera setengah tiang selama tiga hari.

Fadli Zon Kunjungi Kedutaan Perancis

Di Jakarta, Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, menyatakan belasungkawa atas kejadian di Majalah Charlie Hebdo. Kamis, 8 Januari 2015 Fadli Zon menyatakan belasungkawa itu ketika tengah hari, berkunjung ke kantor Kedutaan Besar Perancis. Ia ditemani Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Rachel Maryam dan Elnino Husein.

Fadli Zon dan rombongan diterima Wakil Duta Besar sekaligus Kuasa Penuh Stephane Baumgarth dan Sekretaris Pertama Jean-Louis Bertrand. Pada kesempatan itu, Fadli Zon juga menyerahkan surat pernyataan belasungkawa Prabowo Subianto kepada Wakil Duta Besar Kuasa Penuh Perancis. Prabowo menyayangkan segala bentuk aksi teror dan kekerasan atas nama apapun yang sangat bertentangan dengan  prinsip hak asasi manusia. “Peristiwa ini tidak hanya menjadi duka masyarakat Perancis namun juga duka masyarakat dunia, termasuk Indonesia,” ungkap Fadli Zon

Di sisi lain, Fadli Zon mengkritik serta menyayangkan segala bentuk penistaan terhadap identitas, tokoh, atau simbol agama apapun, termasuk penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW yang pernah dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo.

"Kami mendukung kebebasan berekespresi sebagai bagian dari prinsip demokrasi, sejauh hal tersebut dilakukan secara terhormat dan konstruktif serta tidak menciderai prinsip dari agama apapun," ujar Fadli Zon

Dalam kesempatan ini, Partai Gerindra juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengembangkan sikap saling menghormati atas segala perbedaan dan menghindari hal-hal yang dapat melukai prinsip dari identitas yang berbeda.

“Menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan, serta mengedepankan rasa toleransi yang dibingkai dalam semangat konstitusi dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang damai dan bermartabat,” ungkap Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra |  noora

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Humaniora
18 Feb 26, 13:51 WIB | Dilihat : 508
Selamat Tiba Ramadan
04 Feb 26, 08:06 WIB | Dilihat : 295
Sebagai Agen Perubahan Guru Wajib Sejahtera
Selanjutnya
Lingkungan
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 576
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1254
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
16 Jun 25, 13:19 WIB | Dilihat : 1466
JFF 2025 Menyegarkan Imagineering Jakarta
Selanjutnya