
NEW YORK CITY | Menghadapi tekanan berbagai negara Eropa dan dunia, putusan Mahkamah Internasional yang menyatakan dirinya sebagai penjahat perang, penguasa zionis Israel Perdana Menteri (PM) Benyamin Netanyahu tetap ngotot dengan ambisinya, bahkan kian liar bernafsu mengambil alih paksa Gaza sepenuhnya secara militer. Sejuta penduduk Gaza diambang penghancuran,
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar / Perwakilan Tetap Palestina di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Riyad Mansour mengatakan kepada wartawan, "eskalasi yang dilakukan pemerintah Israel ini sungguh bertentangan dengan aspirasi dan kehendak masyarakat internasional, hukum internasional, dan akal sehat."
Kepada wartawan di Markas Besar PBB New York, Jum'at (8/8/25) Mansour kembali mengingatkan, "adalah tugas masyarakat internasional untuk bertindak." Ia menambahkan, Presiden Otoritas Mahmoud Abbas telah menghubungi semua pemimpin di seluruh penjuru dunia agar bertindak secara bertanggung jawab guna mencegah dan menghindari bencana tambahan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza."
"Sudah cukup," tegas Duta Besar Mansour, "kita tidak perlu lebih banyak perang, pembunuhan, penderitaan, pendudukan, dan genosida. Yang kita perlukan adalah segera menghentikan mesin perang ini, sekaligus membuka pintu perdamaian," tambahnya.
Mansour menjelaskan, dia baru saja bertemu dengan Presiden Dewan Keamanan PBB dan langsung menyampaikan deklarasi penguasa zionis Israel yang akan melakukan operasi militer besar-besaran untuk menguasai sepenuhnya wilayah Gaza.
"Satu juta penduduk akan menjadi sasaran pasukan Israel yang ingin menghancurkan kota Gaza melalui operasi militer besar-besaran tersebut." jelasnuya. Hal tersebut bertentangan dengan keinginan mayoritas orang di Israel, sebagaimana mengemuka dari hasil jajak pendapat di sana belum lama ini..
Mansour mengemukakan informasi mutakhir situasi Gaza. Lebih dari 60.000 orang telah tewas, sebagian besar mereka adalah anak-anak dan perempuan. Sebelumnya, informasi yang mengemuka adalah lebih dari 200.000 orang tewas, terluka, atau tertimbun reruntuhan.
Mansour juga mengemukakan, dirinya sebagai Duta Besar / Perwakilan Tetap Otoritas Palestina di PBB telah berkonsultasi dengan Presiden Dewan Keamanan PBB. Dijelaskan pula olehnya, Presiden Otoritas Palestina telah meminta pertemuan segera dengan Dewan Perwakilan Liga Arab di Kairo dan para pemimpin OKI (Organisasi Kerjasama Islam) di Jeddah.

Perlu Bertindak Cepat
Usai berdialog dengan wartawan pada petang hari, perwakilan Palestina di PBB telah meminta pertemuan segera dengan Kelompok Arab dan perwakilan anggota OKI, serta Dewan Duta Besar untuk memobilisasi dan bertindak bersama.
Ia juga menjelaskan, selain permintaan dari perwakilan Palestina, beberapa wakil sejumlah negara, atas nama mereka sendiri dan atas nama Palestina meminta pertemuan Dewan Keamanan.
Beberapa wakil negara menghendaki bertemu secepat mungkin. Namun dia mendapat kabar mutakhir, Presiden Dewan Keamanan, yang kini diemban Presiden Panama, Josè Raul Mulino Quintero akan tiba di New York, pada petang hari itu.
Sejumlah perwakilan negara menyampaikan kepadanya, bahwa aksi masuarakat internasional, terutama perwakilan berbagai negara di PBB perlu bertindak secepat mungkin menghentikan penguasa zionis Israel melancarkan operasi militer besar-besaran tersebut.
"Kami sedang mempertimbangkan semua opsi, termasuk kemungkinan pertemuan tersebut berlangsung besok, Sabtu petang," jelasnya, sambil mengingatkan para wartawan. untuk meliput apa yang akan dilakukan Dewan Keamanan.
Mansour berharap, "Kita bersama-sama akan berhasil menghindari rencana-rencana yang gila, berbahaya, tidak bertanggung jawab, dan keji." Ditambahkannya, penguasa zionis Israel PM Netanyahu bisa bertindak kapan saja.

Kita Perlu Perdamaian
Tentang komite menteri-menteri dan perwakilan negara-negara Arab dan Islam ( Mesir, Yordania, Qatar, dan Palestina, serta tiga negara Muslim di samping negara-negara Arab ) yang dipimpin Arab Saudi terus melakukan komunikasi intensif.
Akan halnya Indonesia, Turki, dan Nigeria, menurut Mansour, sedang mempelajari rancangan pernyataan. Rancangan tersebut sedang diproses yang akan segera selesai.
Mansour mengatakan, pernyataan tersebut, setelah diadopsi akan diedarkan kepada semua anggota Dewan Keamanan, komunitas internasional, dan media. Dia juga menyampaikan terima kasih atas pernyataan sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, Inggris, dan Jerman yang menyatakan tidak akan mengirim senjata ke Israel yang dapat digunakan menyerang Jalur Gaza.
Pernyataan-pernyataan negara yang mereka percepat, ini meliputi negara-negara Arab maupun negara Muslim, dan negara-negara Eropa. Karenanya Mansour berharap hal tersebut akan memengaruhi mereka yang memiliki pengaruh besar terhadap penguasa zionis Israel.
Sambil berjalan meninggalkan ruang pertemuan dengan media, Mansour menyatakan, "Yang kita perlukan adalah perdamaian. menghentikan pertempuran, memberi makan orang-orang yang kelaparan, Bukan membunuh mereka, warga Palestina di Gaza. Yang kita perlukan adalah perdamaian, diakhirinya pendudukan - agresi, kemerdekaan negara Palestina, sekaligus mewujudkan konsensus global tentang solusi dua negara. Kita berada di momen kritis ini."
Sebelumnya, Mansour menegaskan, "Kita punya pilihan alternatif. Bukan takdir kita bahwa pilihan itu adalah kelanjutan dari pembunuhan, penderitaan, tragedi, dan perang."
Pilihan lain, jelas Mansour kemudian, adalah perdamaian dengan menghentikan segala tindakan zionis Israel terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Tentu saja, katanya, di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Dikemukakan pula, komunitas internasional menyerukan pilihan perdamaian. "Kita baru saja menyelesaikan konferensi internasional yang luar biasa tentang solusi dua negara.

Bersatu untuk Hentikan Kegilaan
Konferensi tersebut -- sebagaimana telah diberitakan media ke seluruh dunia -- telah mengemukakan, pemerintahan ekstremis zionis Israel yang dipimpin oleh Netanyahu, yang bertentangan dengan keinginan semua pihak, termasuk mayoritas rakyat Israel dan ratusan pensiunan jenderal di berbagai divisi angkatan bersenjata dan intelijen Israel, serta keluarga sandera dan tahanan Palestina.
Menurut Mansour, Netanyahu tidak mendengarkan semua itu demi posisi politik yang egois dan sempit seperti yang diartikulasikan oleh oposisi dalam pemerintahan Israel sendiri
"Kita semua perlu bersatu untuk menang, menghentikan kegilaan ini, dan menjadikan perdamaian sebagai pilihan, bukan perang dan kelanjutan penderitaan," tegas Mansour.
Memungkas dialognya dengan wartawan, Mansour menyatakan, cara tercepat untuk membebaskan para sandera dan tahanan Palestina adalah gencatan senjata segera, Bukan eskalasi perang.
Dia menegaskan kembali, demonstrasi keluarga para sandera di Tel Aviv dan di Yerusalem yang menentang posisi gila pemerintah zionis Netanyahu ini merupakan indikasi rakyat Israel sendiri menentangnya.
"Mereka -- rakyat Israel -- mengatakan, bahwa posisi penjahat perang Netanyahu dan pemerintahannya adalah deklarasi eksekusi para sandera. Itulah yang mereka katakan. "Mereka lebih tahu daripada kita semua, karena mereka memiliki orang-orang terkasih yang ingin mereka lihat bebas."
Cara tercepat menuju kebebasan, kata Mansour, adalah menghentikan perang ini dan bukan melaksanakan rencana gila Netanyahu. "Kami bersedia berbicara dengan siapa pun yang siap dan bersedia berbicara. Semua orang, termasuk semua anggota Dewan Keamanan." | jeanny