Solidaritas untuk Rakyat Palestina

Hari Al Quds Momentum Perlawanan Kaum Tertindas

| dilihat 116

Peringatan Hari al Quds -- yang jatuh pada hari Jum'at Ketiga Ramadan selalu menghidupkan semangat membara rakyat Iran turun ke jalan. Dalam suasana Perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan zionis Israel, rakyat Iran menunjukan dukungan kuat kepada pemerintah.

Peringatan Hari al Quds pertama kali digagas oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Ruhullah Khomeini, 1979  beberapa waktu setelah Republik Islam Iran diproklamasikan.

Ketika mendeklarasikan hari al Quds, Imam Khomeini menyatakan, "Hari Al-Quds merupakan hari internasional, bukan hanya untuk Quds. Melainkan juga sebagai hari perlawanan kaum tertindas menghadapi kaum yang congkak dan sombong.”

Maksud peringatan tersebut adalah untuk menghidupkan solidaritas bagi rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan perlawanan kepada zionis Israel yang melakukan pendudukan dan penjajahan atas Palestina.

Peringatan al Quds (Yerussalem)  tersebut diselenggarakan, juga sebagai penanda, bahwa penjajahan (kolonialisma dan imperialisma) harus dihapuskan dari muka bumi.

Selain di Iran, peringatan hari al Quds juga berlangsung di berbagai negara di Eropa, dalam wujud aksi demonstrasi dalam skala besar dengan satu tuntutan yang sama: Kemerdekaan Palestina.

Tahun ini peringatan Hari al Quds Internasional terpusat di sekitar alun-alun Englehab, Tehran dalam suasana perang Iran melawan Amerika serikat (AS) dan zionis Israel. 

Kumandang Takbir

Ribuan khalayak dengan mengibarkan bendera Iran dengan mengekspresikan semangat perjuangan yang tinggi, ketika di salah satu sudut kota berlangsung serangan AS dan zionis Israel.

Asap hitam membumbung ke udara. Press TV Iran mengabarkan, seorang perempuan, warga Iran tewas, terkena pecahan peluru.

Namun demikian, khalayak tak terganggu. Mereka bergerak dengan berbaris menuju ke pusat peringatan. Khalayak menyadari, bahwa peringatan tahun ini memang berlangsung di tengah perang Iran versus AS dan zionis Israel.

Berulang kali dan tanpa henti terdengar khalayak mengumandangkan takbir seraya meneriakkan yel-yel "Palestina Merdeka.." Berbagai seruan pengingat atas kekejaman AS dan zionis Israel juga berkumandang. Mengingatkan genosida dan pendudukan yang sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat Palestina.

Serdadu zionis Israel dengan dukungan pasukan AS telah membantai 50.000 warga sipil di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Pada saat yang sama, pemukim kolonial bersenjata dan pasukan Israel mengamuk di Tepi Barat yang diduduki, menginvasi, menjarah, menyerang kota dan desa Palestina, sedangkan komunitas internasional terkesan menutup mata, bahkan secara aktif terlibat dalam pembantaian tersebut dengan menyediakan wilayahnya sebagai basis militer AS.

Ledakan diduga terjadi di Lapangan Ferdowsi Teheran. Zionis Israel mengincar lokasi, itu. Sebelum serangan terjadi, serdadu zionis Israel  telah mengancam khalayak untuk meninggalkan daerah tersebut.

Nyali Rakyat dan Komitmen Perjuangan

Aksi unjuk rasa peringatan hari al Quds kali ini istimewa, karena sekaligus sebagai penanda penting dukungan rakyat Iran kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sehari setelah pelantikannya.

Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan, bahwa Iran akan terus berjuang menghadapi serangan mematikan AS - zionis Israel. Iran menolak perundingan gencatan senjata. Bahkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, menanggapi isu AS dan zionis Israel mengirim pasukan darat, menyatakan Iran siap menunggu mereka.

Pada peringatan hari al Quds tahun ini, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian beserta Menlu Abbas Araghchi, dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani serta sejumlah pejabat tinggi Iran berada di tengah ribuan rakyat.

Keberadaan mereka menambah semangat rakyat Iran. Di beberapa titik pedestrian, khalayak mencegat mereka untuk foto bersama dan menyampaikan komitmen dukungan kepada pemeriontah Iran.

Nyali rakyat Iran, komitmen perjuangan para pemimpin dan sistem pemerintahan Iran menguatkan tekad kolektif dan solidaritas rakyat menghadapi musuh utamanya (AS dan zionis Israel).

Sejak AS dan zionis Israel menyerang dan memulai Perang Iran (28/02/26), menurut laporan Kementerian Kesehatan Iran, setidaknya 1.444 orang tewas dan 18.551 warga Iran lainnya terluka.

Sejak awal, Iran sesuai dengan ajaran Islam, tidak memulai peperangan, dan tidak akan menghentikan perang sebelum memenangkan peperangan tersebut.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sudah membuktikan, bagaimana serangan balasan Iran telah memporak-porandakan ibu kota zionis Israel, Tel Aviv dan beberapa kota utama Israel lainnya.

Peringatan Presiden Pezeshkian

Presiden Iran Pezeshkian selepas menyampaikan maaf kepada negara-negara Teluk yang telah menjadi sasaran serangan Iran akibat mereka memberi fasilitas kepada AS untuk membangun pangkalan militer.

Karenanya, Presiden Pezeshkian mengingatkan para kepala negara dan pemerintahan negara-negara teluk untuk tidak memberikan fasilitas kepada AS dan zionis Israel menjadikan wilayah mereka sebagai pangkalan militer AS.

Iran tak akan menghentikan serangannya ke pangkalan-pangkalan serdadu AS. Apalagi, pemerintah AS dan zionis Israel belum menunjukkan tanda-tanda menghentikan serangan mereka terhadap Iran. Sekaligus mengabaikan tekanan internasional dan seruan untuk de-eskalasi semakin meningkat.

Tekanan internasional kian menguat, lantaran serangan balik Iran dengan menembakkan rudal dan drone ke target ke kota-kota besar Israel dan seluruh pangkalan AS di Timur Tengah.

IRGC juga melakukan aksi strategis yang tak terbayangkan oleh musuh-musuhnya. Iran menutup Selat Hormuz, jalur laut penting dan strategis di Teluk yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia.

Menjawab pertanyaan media, Menlu Iran Abbas Araghchi, ihwal penutupan Selat Hormuz menyatakan, bahwa pada dasarnya Hormuz terbuka untuk semua negara, kecuali bagi negara-negara yang memberikan dukungan dan bersekutu dengan AS dan zionis Israel.

Dalam konteks pembelaan dan perlindungan dirinya, Iran mengambil posisi sebagai pihak yang menentukan kapan perang berakhir. Bukan AS dan zionis Israel.

Kami Membela Negara Kami

Jumat (13/3/26), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan militer Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel, berkoordinasi dengan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, sekutu Teheran.

“Operasi tersebut… menargetkan sasaran musuh Amerika-Zionis menggunakan sejumlah besar rudal ‘Kheibar Shekan’ berbahan bakar padat dan berpemandu presisi,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan. ‘Kami membela negara kami.’

Dari peringatan hari internasional al-Quds, Al Jazeera melaporkan, warga Iran menunjukkan dukungan kuat mereka kepada Palestina dan mengekspresikan “perlawanan dan ketahanan” di tengah serangan AS-Israel.

“Mereka berpikir bahwa dengan membunuh kami, kami akan takut, bahwa dengan menjatuhkan bom di kepala kami, kami akan takut. Tidak. Kami membela negara kami,” kata seorang demonstran perempuan kepada Al Jazeera.

Pengunjuk rasa lainnya mengatakan bahwa warga Iran telah menunjukkan dalam konfrontasi mereka dengan AS dan Israel bahwa “tembok penindasan dapat dihancurkan”.

“Hari ini, dengan kehadiran mereka di berbagai alun-alun, orang-orang menunjukkan bahwa mungkin untuk mengatasi ketidakadilan dan menghancurkan tembok penindasan,” katanya kepada Al Jazeera.

Dalam unggahan media sosial pada hari Kamis, Pezeshkian mendesak warga Iran untuk "mengecewakan musuh-musuh Iran dengan turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya." | jeahan

Editor : haedar | Sumber : aljazeera, presstv, iribtv,x, samidoun dan sumberlain
 
Budaya
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 450
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 617
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
15 Nov 25, 12:24 WIB | Dilihat : 900
Jakarta dalam Kopor Afrizal Malna
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 834
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 2965
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya