Pertamina Hulu Energi Siap Menjawab Tantangan Energi Masa Depan

| dilihat 758

Pertamina Hulu Energi siap menjawab tantangan energi masa depan dengan strategi peningkatan produksi hulu migas, penguatan eksplorasi, serta penerapan teknologi dekarbonisasi seperti CCS/CCUS.

Pernyataan demikian dikemukakan Edi Karyanto, Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, pada acara Launching dan Diskusi Buku 'Senjakala Industri Migas? : Migas & Pembangunan Indonesia 1899-2023' karya M Kholid Syeirazi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

"Langkah ini selaras dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan mendukung transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060,” tegas Edi Karyanto.

Dikemukakan pula, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menjadi kontributor utama dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung terwujudnya swasembada energi di Indonesia.

PHE, hingga saat ini, mengelola 24 persen wilayah kerja operator migas di Indonesia, dengan kontribusi mencapai 69 persen lifting minyak domestik dan 37 persen lifting gas domestik.

Pemain Kunci

Kontribusi tersebut sekaligus menempatkan PHE sebagai pemain kunci dalam upaya menjaga ketersediaan energi di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Dalam mendukung ketahanan energi nasional, PHE menjalankan beberapa Langkah strategis. Pertama, melakukan optimalisasi produksi melalui perawatan aset, penerapan asset integrity, dan revitalisasi fasilitas produksi.

Kedua, meningkatkan cadangan migas melalui eksplorasi berkualitas tinggi, pengembangan lapangan baru, serta penerapan teknologi enhanced oil recovery/chemical enhanced oil recovery (EOR/CEOR). PHE juga melakukan pengembangan anorganik untuk memperkuat portofolio produksi migas nasional.

Selain itu, dalam mendukung target Net Zero Emission 2060, PHE melakukan inovasi dekarbonisasi melalui pengembangan CCS/CCUS dengan potensi kapasitas penyimpanan karbon mencapai 7,3 gigaton di 11 lokasi prioritas.

Lebih lanjut Edi mengemukakan, di tengah meningkatnya konsumsi energi nasional, migas tetap memegang peranan penting sebagai energi transisi. Gas bumi dipandang sebagai energi fosil yang lebih bersih dan andal dalam mendukung bauran energi nasional.

"Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Pertamina berkomitmen menjaga prinsip Availability, Accessibility, Affordability, dan Acceptability energi bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas Edi.

Sesuai Prinsip ESG

Kendati menunjukkan tren positif dalam peningkatan produksi, industri hulu migas nasional masih menghadapi tantangan iklim investasi dan regulasi. Oleh karena itu, PHE mendorong penyelarasan kebijakan fiskal, kontrak, serta sinkronisasi perizinan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan kompetitif secara regional.

Edi menambahkan,“Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan demi menjaga ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan, dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.

Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai Subholding Upstream di lingkungan Pertamina.

Peran Subholding Upstream yang dijalankan oleh PHE adalah sebagai pengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi yang dioperasikan Pertamina baik di dalam maupun luar negeri. | pertarilisa

Editor : delanova