
JAKARTA, AKARPADINEWS | Edi Permadi, Direktur perusahaan tambang Puncak Emas Gorontalo seperti biasanya, mengulas senyum. Dia bercerita mengapa bersedia bekerjasama dengan KUD Dharma Tani Marisa untuk mengelola penambangan emas yang selama ini banyak disoal orang.
Alasan utama pihaknya bekerjasama dengan KUD Darma Tani Marisa bukan hanya karena KUD itu telah memperoleh izin usaha penambangan dari Bupati Pohuwato. “Kita ingin memanifestasikan prinsip bisnis kita untuk tumbuh berkembang bersama masyarakat,” tukasnya.
Kerjasama itu, memungkinkan penambang nasional menunjukkan kemampuan bisa mengelola tambang bersama masyarakat. Tidak sekadar mendulang keuntungan untuk memenuhi kepentingan bisnis semata. “Kerjasama itu langsung tak langsung akan membuka lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan rakyat sekitar tambang,” ungkapnya.
Dari pengalamannya menjalani profesi di pertambangan, Edi sering menyaksikan bagaimana masyarakat sekitar tambang tidak memperoleh manfaat yang wajar.
“Kami menganggap kerjasama ini sebagai peluang kami untuk lebih berkontribusi terhadap pembangunan daerah di mana kami melakukan eksplorasi tambang,” tegasnya. Sekaligus peluang untuk membesarkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian yang harus jelas manfaatkan bagi seluruh anggotanya.
“Kami nilai, Ini positif dan merupakan sinergi yang saling menguntungkan antara kegiatan bisnis dan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang,” ungkap anak muda yang terkenal santun dan saleh ini.
PEG yang dipimpinnya merupakan anak perusahaan J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang juga membawahi PT J-Resources Bolaang Mongondow yang kini sudah sampai tahap lanjut proses penambangannya dengan uji coba produksi emas pertama yang dilakukannya 2 Desember lalu. Lebih dari itu, lokasi penambangan KUD ini di tengah wilayah tambang PEG.
Kerjasama ini menambah wilayah tambang J-Resources. Sebelumnya perusahaan ini sudah beroperasi di Bakan – Sulawesi Utara dan Seruyung – Kalimantan Utara. Tentang J-Resources sendiri sebagai perusahaan tambang nasional, telah menunjukkan kemampuannya mengelola tambang emas sesuai dengan standar best practise mining. Khasnya dalam mengelola lingkungan.
Edi menjelaskan, 29 November lalu, PT J-Resources Bolaang Mongondow telah memperoleh Pratama Award dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. Anak perusahaan J-Resources ini dinilai oleh Direktorat Jendral Mineral dan Batubara, sebagai salah satu perusahaan yang berhasil mengelola manajemen lingkungan dan manajemen keselamatan penambangan. Selain itu, induk perusahaan PEG, J-Resources Asia Pasifik Tbk yang dulu bernama Pelita Sejahtera Abadi (PSAB) sudah pula berpengalaman menambang dan berproduksi di Penjom, Pahang – Malaysia.
AWAL Desember lalu, dalam kapasitasnya sebagai Direktur J-Resources Asia Pasifik Tbk, kepada wartawan Edi Permadi menjelaskan, tahun 2014 mendatang, perusahaannya optimistis dapat mengejar target produksi. Jika pada 2013 perusahaan ini telah memproduksi sekitar 70 ribu troy ounce per tahun, tahun 2014 mereka yakin, dapat membukukan peningkatan sampai 200 ribu troy ounce per tahun. “Setara enam ton emas kasar per tahun.”
Artinya, tahun 2014 diharapkan produksi bertumbuh sekitar 186 persen.
Untuk mewujudkan rencana produksinya tersebut, J-Resources telah melakukan penanda-tanganan fasilitas pijaman dari sindikasi perbankan yang seluruhnya bernilai US$275 juta. Sindikasi itu meliputi Qatar National Bank SAQ, Indonesia Eximbank, PT Bank Permata Tbk, PT Bank QNB Kesawan Tbk, dan PT Bank ICBC Indonesia.
Apalagi, kini perusahaan ini sudah mempunyai dua engine pengolahan emas. Jadi keseluruhannya menjadi empat engine pengolahan emas. “Dengan empat engine pengolahan emas itu kapasitas kami, insya Allah akan meningkat di tahun 2014,” ujar Edi Permadi yang haji itu. | din