
JAKARTA, AKARPADINEWS - Pakar marketing Indonesia pendiri MarkPlus. Inc, Hermawan Kertajaya tak pernah berhenti menggugah kesadaran bangsa ini untuk terus optimistis. Selain meluncurkan website gerakan moral tertib berlalu lintas, ia mendeklarasikan "Indonesia Wow."
Hal itu dilakukannya di hadapan ribuan peserta Markplus Conference 2014 di Ball Room – Hotel Ritz Carlton – Pacific Place – Semanggi, Jakarta, hari ini (Kamis, 12/12/13). Disaksikan oleh sejumlah kalangan praktisi dan guru marketing dari ASEAN, Jepang, Amerika, serta Ketua Menteri Melaka YAB Datuk Seri Ir. Hj. Idris bin Hj. Haron, Hermawan memandu yel : Indonesia Wow !
Sebelumnya, Docktor Honoris Causa yang tak pernah risau menghadapi tantangan, itu menyampaikan ceramah presentatif tentang Wow Marketing.
Indonesia Wow adalah gerakan moral untuk melihat Indonesia sebagai negara – bangsa yang potensial dan harus siap menghadapi ASEAN economic community 2015. Tahun 2014 menurut Hermawan bukan tahun politik, melainkan tahun marketing. Indonesia Wow adalah Indonesia yang menakjubkan karena prestasinya. Bukan Indonesia yang tercitrakan melalui berbagai acara talkshow televisi.
Relevan dengan pandangan Dahlan Iskan, peraih Marketer of The Year 2010, Hermawan menjelaskan, secara ekonomi Indonesia bukanlah bangsa yang carut marut. Indonesia mempunyai potensi dan peran yang positif dan strategis.
Indonesia Wow adalah perkembangan lanjut dari Indonesia OK (2011), dan Indonesia Aha (2012). Pendek kata, Indonesia yang terus berkembang dan maju.
Marketing Wow
Dalam paparannya a la ‘twitter’ yang singkat tapi substantif, Hermawan mengemukakan, era marketing tak lagi bertumpu pada analisis ekonomi yang sering keliru. Bagi marketers, ungkap Hermawan, bagaimanapun situasi ekonomi harus mampu menggelorakan optimisme kemajuan.
“Bumi boleh gonjang-ganjing, marketer harus terus bergerak menciptakan pertumbuhan,” tegasnya.
Secara umum Hermawan menjelaskan berbagai yang harus dipegang oleh marketers dalam menyikapi situasi kehidupan sehari-hari, terutama ekonomi. Yang pertama adalah melihat legacy dan wave. Ia memberi ilustrasi menarik, antara Slank sebagai life achievement wave yang menjadi legacy, dan Jkt 48 yang merupakan wave.
Hermawan memberi gambaran sikap guru besar marketing Philips Kottler yang dari sudut pandang melihat analisis ekonomi seringkali menjebak proses pengambilan keputusan bisnis. Karenanya marketers harus jeli melihat peluang dan bahkan menciptakannya.
Tentang tahun 2014 misalnya. Ada tiga faktor yang dapat membantu marketers menciptakan peluang. Piala Dunia Sepakbola 2014 di Brazil membuka peluang komersial di Indonesia. Pemilu 2014 merupakan ajang untuk melihat pergerakan pasar memilih karakter. “Soal nilai tukar, serahkan kepada Bank Indonesia,” cetusnya.
Marketing WOW, menurut Hermawan, juga harus melihat perubahan dari battle of personal brand menjadi battle of personal character.
Bagi Indonesia, 2014 merupakan tahun marketing. Para marketers perlu melihat dampak positif dari posisi Indonesia kini. Termasuk upaya untuk meningkatkan kualitas Indonesia dalam banyak hal. Terutama kualitas ekspor yang harus terus ditingkatkan. Dan, demand sejalan dengan aspirasi kelas menengah yang terus tumbuh.
Hermawan mengingatkan, 89% pasar akan ditentukan oleh anak muda. Generasi gadget. Tentu, perempuan kian akan menentukan.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah konektivitas, baik infrastuktur maupun telekomunikasi, termasuk konvergensi teknologi informasi. Lebih dari itu adalah sikap marketer sendiri yang harus mampu mengadvokasi konsumen sesuai dengan perkembangan aspirasinya. “Kaum muda dan perempuan harus dimasukkan ke dalam mind, tidak hanya disimpan di dalam hati,” cetusnya.
Hermawan seperti biasanya, tampil mengalir apa adanya dengan komunikasi yang sangat bisa dipahami semua orang. Dia memang mahaguru marketing sejati. Bukan guru besar teori marketing !
Pada kesempatan itu, MarkPlus memberikan penghargaan Life Achievement Wave kepada Slank, sebaliknya Slank memberikan kartu anggota Slankers kepada Hermawan Kertajaya |