Pertaruhan Harga Diri Barca-Madrid

| dilihat 2037

AKARPADINEWS.COM | DUA klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, akan bertemu di laga El Clasico, laga lanjutan La Liga Spanyol, Minggu (3/4). Para pecinta sepakbola, khususnya fans Barca dan Madrid, amat menunggu laga emosional ini. Barca versus Madrid bukan sekedar pertandingan biasa. Namun, pertaruhan harga diri dua klub elit Spanyol dan Eropa.

Di El Clasico kali ini, kedua klub memiliki alasan kuat untuk menang. Madrid membutuhkan kemenangan agar memperpendek jarak dengan Barca yang tengah menduduki kursi peringkat pertama klasemen La Liga. Pada musim 2015-2016 ini, posisi Madrid terpaut dua peringkat dari Barca yakni peringkat ketiga. Posisi Madrid melorot lantaran hasil buruknya pada awal musim ini kala masih ditukangi Rafael Benitez.

Performa Los Blancos buruk lantaran tidak nyetelnya para pemain dengan Benitez. Hal itu disebabkan para pemain Madrid kecewa atas keputusan Florentino Perez, Presiden Real Madrid, yang melengserkan Carlo Ancelotti dari kursi pelatih.

Sebagian besar pemain, khususnya Cristiano Ronaldo menilai, keputusan Perez memecat Ancelotti adalah kesalahan fatal. Pasalnya, pelatih asal Italia itu berhasil melanjutkan keberhasilan Jose Mourinho di Madrid.

Bersama Ancelotti, Los Blancos berhasil memperoleh beberapa gelar juara, seperti piala Copa del Rey tahun 2014 dan piala Liga Champions Eropa ke-10 untuk Madrid di tahun yang sama. Selain itu, Ancelotti memberikan piala UEFA Super Cup tahun 2014 pada Madrid.

Dengan serangkaian keberhasilan itu, para pemain menilai, Don Carlo, julukan Ancelotti, seharusnya diberikan kepercayaan lagi untuk dapat merebut trofi La Liga di musim ini. Namun, suara para pemain tak didengar Perez. Keputusan sang Presiden Madrid itu berbuah petaka, sebagian pemain, khususnya para pemain bintang, kerap cekcok dengan Benitez. Dan, kualitas permainan Los Blancos pun menurun.

Pada bulan Januari 2016, Perez mencoba menebus kesalahannya dengan memecat Benitez. Dia melakukan pilihan tepat dengan menunjuk Zinadine Zidane, mantan pemain dan asisten pelatih era Ancelotti sebagai pelatih baru. Semenjak penunjukkan Zidane, permainan Madrid kembali baik. Terlebih, mantan Pemain Tim Nasional Perancis berdarah Aljazair itu mampu membangun hubungan baik dengan para bintang Real Madrid.

Untuk mempersiapkan punggawa Madrid dalam El Clasico mendatang, Zidane menginginkan permainan kolektif dalam penguasaan bola. Keputusan Zidane untuk mengedepankan permainan kolektif amatlah tepat. Pasalnya, klub asal Catalunya yang menjadi musuhnya itu sangat dikenal baik dengan permainan kolektif dengan penguasaan bola yang apik.

Bila Madrid mampu memainkan permainan tim yang solid, maka hal itu akan mampu mengganggu ritme permainan Barca yang solid. Apalagi, tiga penyerang andalan Madrid, yakni Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo tengah dalam permainan terbaiknya. Trio penyerang yang dijuluki trio BBC itu dapat mengancam gawang Barcelona bila mampu merusak tempo permainan Andres Iniesta dan kawan-kawannya.

Agar Los Blancos mampu menguasai lapangan tengah, Zidane kiranya perlu memanfaatkan tenaga Toni Kroos dan Luca Modric sebagai jenderal lapangan tengah. Kualitas kedua pemain itu pasti akan merepotkan punggawa Barca. Karena, Kroos merupakan pemain tengah dengan naluri menyerang yang cukup tajam.

Mantan pemain Bayern Munich itu diyakini mampu mengobrak-abrik lini tengah dan pertahanan Barca bila dalam kondisi terbaiknya. Selain itu, dengan naluri menyerangnya, Kroos akan mampu menciptakan peluang bagi trio BBC untuk melakukan eksekusi di depan gawang.

Pemain yang harus dimaksimalkan Zidane selanjutnya ialah Modric. Pemain asal Kroasia itu dikenal sebagai playmaker ulung. Kala Mesut Ozil masih berseragam Madrid, kepiawannya agak sedikit tertutup oleh bayang-bayang Ozil. Kini, pasca Ozil hengkang, Modric telah menunjukkan talentanya dan mampu menyuplai lini depan Madrid dengan sangat baik.

Selain dikenal sebagai playmaker ulung, Modric dapat pula memberi bantuan pertahanan di lini tengah. Dengan begitu, suplai bola Barca ke lini tengahnya akan terganggu. Akan lebih baik bila Modric tidak kehilangan ritme permainan. Pasalnya, para pemain tengah Barca dikenal mampu mencuri ritme permainan lawan sehingga menimbulkan alur serangan musuh-musuhnya.

Meski demikian, Madrid harus mampu mempertahankan permainan penguasaan bolanya. Karena, bila terjadi kesalahan dalam penguasaan bola, maka Barca dapat merangsek masuk ke depan gawang.

Selain itu, Modric dan Kroos harus mampu menjadi pelapis Bale dan Ronaldo kala kedua penyerang itu tengah dijaga ketat. Oleh karena itu, keduanya harus mampu memusatkan perhatian pada kemungkinan-kemungkinan untuk menyerang tanpa meninggalkan lini tengah Madrid.

Untuk lini pertahanan, Sergio Ramos sebagai jendral pertahanan perlu menangani serangan-serangan Barca dengan sangat baik. Perhatian utama Ramos harus ditujukan kepada Luis Suarz. Pasalnya, penyerang asal Uruguay itu dikenal mampu dengan cepat merangsek masuk ke lini pertahanan.

Agar dapat menekan pergerakan Suarez, Ramos harus berbagi peranan dengan Pepe. Dengan begitu, ketika Ramos menempel Suarez, Pepe dapat bertugas menjaga lini belakang dari serangan pemain Barca lainnya. Pepe juga harus mampu menjaga emosinya agar tetap fokus menjaga lini pertahanan Madrid.

Pemain naturalisasi Portugal itu dikenal sulit menjaga emosinya di lapangan. Sedikit saja dia terpancing, bukan tidak mungkin, itu akan membuat pertahanan Madrid menjadi mudah dimasuki lawan.

Selain itu, Ramos harus mampu memimpin pertahanan sektor sayap belakang agar dapat menjegal langkah Lionel Messi dan Neymar. Untuk menjaga pertahanan sayap belakang, Zidane memiliki banyak pilihan. Dia bisa memasang Marcelo, Nacho, Danilo, atau Dani Carvajal. Keempat pemain itu biasa dipasang pada pertahanan sayap belakang.

Agaknya, Zidane harus memilih Marcelo sebagai pemain utama karena pemain asal Brazil itu dikenal dengan naluri pertahanan dan permainan yang tenang dalam menjaga lawan. Sikap itu amat dibutuhkan untuk menjaga agar serangan trio MSN, sebutan bagi Messi, Suarez, dan Neymar, tidak maksimal.

Di kubu Barca, Luis Enrique pastinya akan memaksimalkan trio MSN-nya untuk membombardir jala Madrid yang dijaga oleh Keylor Navas. Ketiga pemain yang berasal dari Amerika Latin itu sudah menemukan formula permainan solidnya.

Perihal permainan padu trio MSN, Navas pun amat sangat mewaspadai serangan ketiganya. Navas, dilansir dari MARCA, mengatakan, ketiganya merupakan ancaman serius bagi Madrid untuk laga El Clasico. “Kami harus menganggap (ancaman ketiganya) secara serius. Kami harus bermain bagus untuk itu,” ungkap kiper asal Kosta Rika tersebut.

Apalagi, Messi, Suarez, dan Neymar sering bertukar posisi agar mengecoh pertahanan lawan. Selain itu, ketiganya mampu untuk saling mengumpan ataupun menembakkan bola dengan akurasi yang cukup baik.

Di belakang trio MSN, tim berjuluk Blaugrana itu memiliki Andres Iniesta. Pemain bernomor punggung delapan itu memang menjadi motor utama serangan Barca dari sektor lapangan tengah. Pasca hengkangnya Xavi Hernandes, Iniesta menjadi playmaker utama dalam skuad Barca.

Apalagi, Iniesta yang berusia 31 tahun mampu melepaskan tembakan keras ke arah gawang bila memungkinkan. Hal itu akan menjadi kejutan bagi Navas dan mengganggu konsentrasinya bila terjadi serangan susulan.

Agar dapat fokus menyerang, Iniesta amat membutuhkan sokongan dari Sergio Busquets untuk menjadi dinding pertahanan lini tengah dan satu pemain tengah untuk melapisnya dalam penyerangan. Untuk melapis Iniesta, Enrique memiliki banyak pilihan.

Pelatih yang memenangi penghargaan Pelatih Terbaik pada perhelatan Ballon d’Or kemarin ini memiliki Aleix Vidal, Ivan Rakitic, Arda Turan, dan Rafinha. Untuk menghadapi Madrid, kiranya Enrique memasang Rakitic atau Turan sebagai partner Iniesta. Karena, kedua pemain itu dapat saling mengisi dengan Iniesta.

Bila Enrique menginginkan Iniesta untuk lebih menyerang maka dia bisa memilih Rakitic yang dapat diposisikan sebagai playmaker kedua. Namun, bila Enrique membutuhkan Iniesta untuk fokus sebagai playmaker maka dia bisa memasang Turan yang juga memiliki kemampuan untuk menyerang.

Meski memiliki banyak pilihan di lini tengah, Enrique mendapatkan masalah untuk pertahanan sayap. Karena, pemain andalan sayap kiri Barca, Jeremy Mathieu tengah mengalami cedera tatkala membela Perancis lawan Rusia. Kehilangan Mathieu menjadi kehilangan besar bagi Barca.

Untuk itu, Enrique harus memasang Jordi Alba untuk mengantikan posisinya. Memilih Alba sebagai sayap belakang kiri akan sangat berguna untuk menghalau pergerakan sektor sayap kanan Madrid yang dihuni oleh Bale. Dengan begitu, Dani Alves, sayap pertahanan kanan Barca dapat fokus untuk mengawal Ronaldo dalam menciptakan peluang serangan.

Alves memang telah menjadi pilihan utama Barca sejak era kepelatihan Josep “Pep” Guardiola untuk menghadang pergerakan Ronaldo. Dengan pengalaman beberapa kali berhadapan dengan Ronaldo, sudah pasti, pemain bernomor punggung enam ini mampu membaca manuver Ronaldo.

Untuk menghadang serangan dari tengah, sepertinya Enrique akan mempercayakannya pada Gerrard Pique dan Javier Mascherano. Kedua pemain ini memang merupakan pertahanan utama Barca. Apalagi, sepeninggalan Charles Puyol, lini pertahanan Barca sedikit berkurang kualitasnya. Dengan duet dua pertahanan ini, kiranya Barca mampu meredam bergerakan Benzema dan memotong umpan-umpan yang ditujukan kepadanya.

Pada El Clasico kali ini, sumber kekuatan Barca tidak hanya ada pada strategi dan kualitas pemain. Karena, untuk laga kali ini, Barca memiliki motivasi untuk menjadikan kemenangannya sebagai persembahan kepada legenda Barca yang baru saja meninggal, yakni Johan Cruyff.

Iniesta, dalam konferensi jelang El Clasico, mengatakan, motivasi untuk menang pada El Clasico kali ini amat besar karena kemenangan itu akan dijadikan tribut untuk Cruyff. Legenda sepakbola asal Belanda itu memiliki banyak kenangan indah bersama Barca, baik sebagai pemain maupun pelatih. Oleh karena itu, Iniesta menekankan, Barca mutlak mengincar kemenangan untuk laga El Clasico kali ini.

“Kemenangan (pada El Clasico) akan menjadi momen spesial bagi kami. (Karena) kemenangan ini akan menjadi tribut terbaik bagi legenda sepakbola Cruyff yang telah meninggalkan kita semua. Cruyff telah memberikan kepada kami (Barcelona) dan dunia sepakbola banyak hal. Oleh karena itu, kami berharap dapat menang,” ujarnya.

Laga El Clasico bukan hanya milik publik sepakbola Spanyol, melainkan juga publik sepakbola dunia. Karena, laga ini selalu menyuguhkan intrik, drama, dan etalase keindahan permainan sepakbola. Siapapun yang memenangkannya akan mampu merebut perhatian publik sepakbola dunia dan dapat mengangkat derajatnya di kancah eropa maupun dunia. Kedua klub memiliki motivasi yang besar untuk menang. Karenanya, El Clasico kali ini sangat menarik untuk ditonton.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Marca/Daily Mail
 
Humaniora
13 Okt 21, 09:25 WIB | Dilihat : 203
Pendekar Mabuk di Tengah Coronastrope
05 Okt 21, 16:00 WIB | Dilihat : 323
Penista Nabi Muhammad Mati Dilahap Truk
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 214
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
20 Agt 21, 09:28 WIB | Dilihat : 581
Politik Kematian Simbol Kediktatoran
Selanjutnya
Sporta
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 190
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 677
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1601
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
Selanjutnya