Ibra Menatap Liga Inggris

| dilihat 2364

AKARPADINEWS.COM | ZLATAN Ibrahimovic memutuskan langkah baru dalam karir sepakbolanya. Setelah sukses bersama dengan Paris Saint-Germain (PSG), Ibrahimovic siap merasakan kerasnya Liga Premier Inggris. Dirinya tertarik merumput di Liga Premier Inggris karena paling mendapat sorotan dan memiliki basis fans terbesar di dunia.

“Liga Premier Inggris adalah liga di dunia yang dibicarakan setiap orang dan fansnya di dunia,” ungkapnya sebelum pertandingan persahabatan Swedia lawan Republik Ceko, Minggu (27/3). Karenanya, Ibra kemungkinan berlabuh ke klub elit di Liga Premier Inggris yang tertarik mengontraknya.

“Ketika momennya datang, semua tawaran telah dibuka, maka saya akan mengatakan apa yang saya inginkan dan tinggal siapa yang sangat menginginkannya. Ini seperti sebuah pernikahan. Kedua belah pihak harus sama-sama saling menginginkan satu dengan lainnya,” paparnya.

Pada akhir musim ini, kontrak Ibra, sapaan karibnya, bersama dengan PSG akan berakhir. Dengan begitu, Ibra berstatus sebagai pemain tanpa klub. Hal itu membuka klub lain untuk mendapatkan tanda tangannya.

Setidaknya, ada empat klub yang memperebutkan dirinya, yakni Chelsea, Arsenal, Manchester City, dan Manchester United. Keempatnya memang membutuhkan daya gedor baru. Pasalnyakeempat klub-klub itu sedang bernasib sial di musim ini. Tersalip klub papan tengah Leicester City yang kini tengah memuncaki klasemen.

Sebenarnya, Chelsea sudah memiliki amunisi penyerang yang cukup tangguh. Namun, penyerang utama The Blues, Diego Costa, tengah dalam performa yang kurang stabil. Sedangkan, penyerang lainnya, seperti Radamel Falcao, Loic Remy, dan Kennedy belum menunjukkan permainan terbaiknya.

Atas kurangnya kualitas performa permainan tim, kini Chealsea masih duduk di peringkat 10 klasemen musim ini. Sudah barang tentu, bila Ibrahimovic berseragam biru, akan menambah kekuatan The Blues.

Jasa Ibrahimovic juga dibutuhkan oleh duo klub dari tanah Manchester, yakni Manchester United (MU) dan Manchester City. Keduanya membutuhkan penyerang tambahan untuk memberikan karakteristik serangan. Dan, tentunya, menjadikan klub berjaya kembali di tanah Inggris.

Di antara keduanya, kiranya yang paling berpotensi besar untuk menggaet Ibra ialah MU. Pasalnya, di musim depan The Citizen, julukan Manchester City, akan dilatih oleh Josep “Pep” Guardiola, mantan pelatih Barcelona. Ibra memiliki relasi hubungan buruk dengan pelatih berkepala plontos itu.

Karena, ketika Ibra membela Barcelona saat Pep menukangi Barcelona, pemain asal Swedia itu kerap mendapat perlakuan yang tak sepadan. Kala itu, Pep kerap memaksa Ibra untuk selalu memberikan panggung utama kepada Messi. Seringnya Pep memaksa Ibra itu, membuat hubungan keduanya memburuk.

Akhirnya, pemain berusia 34 tahun itu lebih memilih untuk dipinjamkan ke AC Milan pada tahun 2010 dan dibeli permanen Milan tahun berikutnya, daripada menjadi bayangan Messi. Rasa sakit hati Ibra terhadap Pep itu akan menjadi alasan utamanya menolak pinangan City.

Di sisi lain, MU akan dapat dengan mudah mendapatkan tanda tangan Ibra apabila posisi Jose Mourinho menggantikan posisi Louis Van Gaal. Apalagi, fans The Red Devil telah menuntut manajemen MU untuk mengakhiri masa keterpurukan klub kesayangannya pasca Sir Alex Ferguson memutuskan untuk pensiun menjadi pelatih.

Era setelah Ferguson, MU terus mengalami penurunan kualitas. Di tangan David Moyes, permainan MU mulai menurun. Berpindah ke rezim Van Gaal, MU tidak semakin membaik. Permainannya kacau dan pola strateginya mudah ditebak lawan-lawannya. Fans pun geram melihat permainan klub kesayangannya tak juga membaik dan menuntut manajemen MU untuk segera menggaet pelatih eksentrik Mourinho yang dipecat Chelsea pada Desember tahun lalu.

Bila Mou, sebutan Mourinho, berhasil berlabuh ke Old Traford, maka kemungkinan besar Ibra akan senang bereuni bersama Mou. Karena, Ibra dan Mou mempunnyai kenangan manis kala keduanya berkerjasama di Inter Milan. Setahun bersama Mou, Ibra mempersembahkan gelar Juara Liga Serie A kepada Inter. Selain itu, Ibra dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak musim 2008-2009 dengan jumlah 25 gol dan ditasbihkan menjadi Pemain Asing Terbaik Serie A.

Ibra mendapatkan semua penghargaan itu didasari kepercayaan Mou yang terus menaruhnya sebagai mesin gol dalam tiap pertandingan. Hal ini amat berbeda dengan keadaan Ibra di Barca dulu. Sudah pasti, jika MU berhasil menggaet Mou maka Ibra pun tergaet.

Dan, klub elit Inggris terakhir yang ikut dalam perburuan tanda tangan Ibra ialah Arsenal. Klub berjuluk meriam london ini keadaannya sebenarnya tidak separah klub elit Inggris lainnya. Klub yang ditukangi Arsene Wenger ini sempat tampil bagus di pertengahan musim 2015-2016. Bahkan, Arsenal sempat merasakan posisi pertama.

Sayangnya, permainan ciamik Arsenal berakhir mendekati masa jendela belanja pemain tengah musim ini. Permainan apik mereka terganggu. Bintang-bintang Arsenal tampil tak konsisten. Penyerang andalan Arsenal, seperti Oliver Giroud, Alexis Sanchez, dan Danny Welbeck, kehilangan momentum untuk meraih kejayaan Arsenal. Mereka pun harus rela tatkala The Foxes merebut posisi pertama.

Dengan ikut dalam perburuan Ibrahimovic, Arsenal berharap, musim depan tidak akan sial seperti musim ini. Karena, penyerang Tim nasional Swedia itu memiliki konsistensi yang stabil. Selain itu, Ibra merupakan penyerang yang dikenal dengan naluri tajam dalam menciptakan gol ke jala lawan, baik sebagai eksekutor tendangan maupun sebagai pengumpan.

Meski mempunyai mimpi membawa Ibrahimovic ke Emirates Stadium, Arsenal agaknya harus keluar dari kebijakan irit belanja pemain. Pasalnya, klub ini dikenal sebagai klub yang irit untuk melakukan investasi pemain. Bila ingin menggaet Ibra yang berstatus tanpa klub di akhir musim, Arsenal harus menyediakan kocek US$ 213 ribu atau setara dengan Rp2,8 miliar per pekan. Untuk itu, kiranya Arsenal akan sulit untuk mendapatkan jasanya.

Perburuan klub elit Inggris atas tanda tangan Ibra memang tak salah. Karena, pemain yang dikenal dengan “Tendangan Kungfu” ini memang penyerang ganas. Sepanjang karir profesionalnya, Ibra pun dikenal sebagai pemain yang kerap memberikan gelar juara kepada klub tempat dia bernaung.

Kala membela Ajax Amsterdam, Ibra mempersembahkan piala Liga Eridivisie Belanda dua kali, yakni musim 2001-2002 dan 2003-2004. Selain itu, kepada Ajax, pemain kelahiran 3 Oktober 1981 ini mempersembahkan piala KNVB Cup pada musim 2001-2002 dan Johan Cruyff Shield pada tahun 2002.

Di Juventus, Ibra mempersembahkan gelar juara Liga Serie A dua kali berturut-turut, yakni musim 2004-2005 dan 2005-2006. Sayangnya, Juve terkena kasus calciopoli sehingga kedua gelar juara itu dicabut. Pasca Juve terkena kasus tersebut, Ibra kemudian pindah ke Inter Milan.

Bersama Inter, Ibra mempersembahkan gelar juara Serie A tiga kali berturut-turut, yakni musim 2006-2007, 2007-2008, dan 2008-2009. Tak hanya itu, Ibra juga mempersembahkan piala Supercopa Italiana pada tahun 2006 dan 2008.

Pindah ke Barcelona, Ibra menjadi salah satu aktor kala Barca meraih titel juara La Liga Spanyol musim 2009-2010 dan dua kali juara piala Supercopa de Espana tahun 2009 dan 2010. Selain itu, kepada Barca, pada tahun 2009, Ibra mempersembahkan piala UEFA Super Cup dan Piala Dunia Antar Klub.

Ibra lalu berlabuh ke AC Milan. Bersama AC Milan, Ibra mempersembahkan gelar Serie A musim 2010-2011 dan Supercopa Italiana tahun 2011. Di AC Milan, Ibra hanya bertahan semusim dan dia pun hijrah ke PSG.

Kepada PSG, Ibra mempersembahkan piala Ligue 1 Perancis sebanyak empat kali secara beruntun. Mulai dari musim 2012-2013 hingga musim 2015-2016. Dia juga mempersembahkan piala Trophee des Champions Perancis tiga kali berturut-turut, yakni tahun 2013, 2014, dan 2015. Tak hanya itu, Ibra juga membawa PSG meraih dua piala Coupe de la Ligue musim 2013-2014 dan 2014-2015, dan satu piala Coupe de France musim 2014-2015.

Dengan segudang piala yang dipersembahkannya untuk klub-klub itu, Ibra tercatat sebagai pemain yang berhasil menjuarai liga domestik dari empat negara. Bila dia berlabuh ke klub liga Inggris dan berhasil menjuarai Liga Premier Inggris, maka Ibra menambah torehan rekornya itu.

Selain itu, bila Ibra berhasil ditarik ke Inggris, maka liga itu akan dipastikan lebih hidup. Karena, musim depan, tak hanya pemain, Liga Premier Inggris akan disesaki oleh pelatih-pelatih berkelas, seperti Pep Guardiola dan Antonio Conte. Dengan begitu, diperkirakan, musim depan dapat menjadi era kebangkitan klub-klub Inggris di benua biru.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : BBC/Mirror/Daily Mail/Sky Sport/ESPN FC
 
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 367
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1210
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1464
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 155
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 390
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya