Gerrard Ingin Membuka Lembaran Baru

| dilihat 1513

AKARPADINEWS.COM | STEVEN Gerrard telah memutuskan hengkang dari LA Galaxy, klub sepakbola asal Amerika Serikat (AS). Gerrard akan mengakhiri kerja samanya dengan klub tersebut di akhir musim ini. Usai hengkang, mantan kapten Liverpool tersebut belum memberikan kepastian akan langkah selanjutnya. Namun, dia memastikan, akan tetap berkiprah di dunia sepakbola.

“Pastinya ini (kepergian dari LA Galaxy) bukan akhir hidupku di dunia sepak bola. (Pastinya) aku akan pulang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan (baru) akan menentukan langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Pria kelahiran 30 Mei 1980 itu tak menampik akan kemungkinan berkarir di pinggir lapangan sebagai pelatih. Tetapi, dia baru bisa memutuskannya setelah beberapa minggu menghabiskan liburan bersama keluarganya.

Sinyal dari Gerrard itu direspons salah satu klub MK Dons yang kini berlaga di League One, liga kasta kedua Inggris. Klub asal Kota Milton Keynes, Buckinghamshire itu, memiliki minat tinggi untuk merekrut Gerrard sebagai pelatih utamanya. Pasalnya, semenjak memecat Karl Robinson, pelatihnya pada 23 Oktober 2016, MK Dons belum menemukan pelatih yang tepat.

Namun, Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool, menilai Gerrard masih terlalu dini untuk memegang suatu klub. Hal itu akan berdampak besar bagi masa depannya bila memutuskan untuk menjadi pelatih.

“Dia (Gerrard) baru saja kembali dari AS dan keluarganya tidak sepenuhnya menemani ketika berada di sana. Saya rasa itu akan terlalu riskan (karena baru saja bertemu keluarganya) untuk langsung pindah ke Milton Keynes (Kota tempat MK Dons). Hal ini terlalu dini untuknya. Kalau kejadian ini (hengkang dari LA Galaxy) terjadi enam atau setahun yang lalu, mungkin keadaannya berbeda,” ujarnya.

Carragher menambahkan, keinginan Gerrard menjadi pelatih, kemungkinan besar tidak bisa dalam waktu dekat ini. Sebab, Gerrard masih belum mengantongi ijin melatih dan sertifikat kepelatihan. “Dia belum sepenuhnya siap (untuk menjadi pelatih). Karena, dia belum mengantongi sertifikat sebagai seorang pelatih dan belum memiliki pengalaman melatih sama sekali,” pungkas Carragher yang juga merupakan legenda hidup Liverpool. Mungkin, lantaran itu pula Gerrard menolak tawaran klub yang bermarkas di Stadium MK itu. Pemain berusia 36 tahun itu masih ingin menghabiskan masa liburannya bersama keluarga.

Meski demikian, kans Gerrard untuk menjadi pelatih sangat besar. Sebab, sebelum meninggalkan Liverpool pada tahun 2015, dia telah dijanjikan tempat untuk menempa diri menjadi pelatih di Liverpool oleh Jurgen Klopp, pelatih Liverpool saat ini. Sebelum memegang peran penting dalam tim utama, Gerrard akan diberi kesempatan untuk melatih di akademi sepakbola Liverpool.

Bergabung lagi dengan Liverpool, tentu menjadi pilihan tepat bagi Gerrard. Apalagi, bila dia memegang akademi sepakbola klub tersebut, akan menjadi role model yang sempurna bagi para pesepakbola muda Liverpool. Gerrard sendiri merupakan produk keberhasilan akademi sepakbola Liverpool.

Pria kelahiran Winston itu pertama kali bergabung dengan akademi sepakbola Liverpool tahun 1987. Kala itu, usianya baru sembilan tahun. Gerrard kecil menunjukkan bakat sepakbola cukup baik. Nyaris masa depannya untuk menjadi pemain sepakbola handal hilang. Karena, saaat memainkan bola, dia tak sengaja menendang garpu taman. Ujung garpu itu menancap di kakinya sehingga Gerrard harus dilarikan ke rumah sakit.

Beruntungnya, Gerrard mendapat perawatan dari dokter dan fisiologis kenamaan Inggris  Mark Waller. Dari terapi penyembuhan yang dilakukannya, Waller berhasil memulihkan kakinya sehingga dapat kembali bermain bola. Hanya saja, bekas luka di kakinya tidak menghilang. Dan, kaki kanannya sedikit lebih besar dari kaki kirinya.

Seiring perjalanan waktu, kemampuan Gerrard mengolah bola semakin baik. Hingga akhirnya, tanggal 5 November 1997, dia  mendapat tawaran kontrak profesional pertamanya. Tahun 1998, Gerrard bergabung dengan tim cadangan Liverpool.

Di tahun itu pula, Gerrard memulai debut pertamanya untuk tim utama Liverpool. Pada laga melawan Blackburn Rovers tanggal 29 November 1998, Gerrard tampil sebagai pemain pengganti untuk Vegard Heggem. Dia bermain di menit-menit akhir pertandingan. Di musim perdananya itu, Gerrard tampil sebanyak 13 kali.

Dua tahun kemudian, Gerrard merasakan debut internasionalnya bersama Tim Nasional (Timnas) Inggris. Dia melakoni lagi perdana saat Inggris menghadapi Ukraina pada 31 Mei 2000 lalu.

Gerrard kemudian masuk dalam Timnas Inggris dalam kompetisi Euro 2000. Gerrard tampil sebagai pemain pengganti di menit akhir. Kala itu,  Inggris berhasil mengalahkan Jerman 1-0. Sayang, Inggris tersingkir pada fase grup di kompetisi Euro tersebut.

Pada laga debut internasionalnya itu, Gerrard memang tidak mampu mencetak angka. Meski demikian, permainannya yang rapi menunjukkan jika dirinya kelak menjadi aset penting Timnas Inggris.

Gerrard baru mencetak gol internasional perdananya pada laga kualifikasi Piala Dunia 2002 melawan Jerman. Ketika itu, sumbangan golnya mampu membawa Three Lion menggungguli Jerman dengan skor 5-1. Sejak itu, Gerrard menjadi pemain utama Timnas Inggris. Peforma Gerrard kian meningkat. Meski sempat mengalami cedera pada bagian punggung bawah dan selangkangan, dia mampu mengatasinya.

Oktober 2003, menjadi momen yang tak terlupakan bagi Gerrard. Kala itu, Gerrard ditunjuk oleh Gérard Houllier, pelatih Liverpool kala itu, menjadi kapten menggantikan Sami Hyypia.

Hal ini menjadi capaian mengesankan bagi Gerrard di kala usianya baru menginjak 23 tahun. Bagi Houllier, Gerrard sudah menunjukkan kualitas kepemimpinan dan memiliki pengaruh besar dalam mendongkrak moral timnya.

Tahun 2004, Gerrard ditunjuk sebagai kapten Timnas Inggris saat melawan Swedia. Ketika Steve McLaren menggantikan Sven Goran Eriksson menjadi pelatih Timnas Inggris, Agustus 2006, Gerrard ditunjuk sebagai wakil kapten Timnas Inggris.

Gerrard yang bernomor punggung empat di Timnas Inggris, diberi kesempatan lagi memimpin Timnas Inggris pada tahun 2007. Gerrard menjadi kapten dalam lima laga internasional.

Tahun 2015 menjadi momen tersedih bagi Gerrard. Sebab, di tahun itu, suami dari Alex Curran itu harus meninggalkan Liverpool, klub yang dibelanya sejak kecil, dan bergabung dengan La Galaxy. Bersama LA Galaxy, Gerrard telah bermain sebanyak 34 laga dan mencetak lima gol.

Sebagai pemain tengah, Gerrard memiliki kualitas permainan sangat baik. Hal itu terlihat dari jumlah laga yang dia bukukan bersama Liverpool dan Timnas Inggris. Bersama Liverpool, Gerrard telah tampil sebanyak 504 laga dan mencetak 120 gol. Di Timnas Inggris, dia bermain sebanyak 114 laga dan mencetak 201 gol.

Berposisi sebagai gelandang tengah, Gerrard memiliki stamina yang cukup tinggi. Dia mampu bermain menyerang, sekaligus bertahan. Dia merupakan seorang team player yang sangat baik. Hal itu terlihat ketika teman-temannya tampil menyerang, Gerrard selalu mengambil posisi bertahan untuk menjaga lawan tidak lolos ke area pertahanan timnya.

Dia juga memiliki kemampuan mengumpan yang apik. Seringkali, umpan-umpannya membuat lawan kalang kabut dan menghasilkan gol ciamik. Gerrard juga mahir dalam melakukan umpan-umpan terobosan. Kemahirannya ini sering memanjakan teman-temannya yang berposisi sebagai penyerang.

Tendangannya pun berkualitas. Gerrard mampu melesakkan tendangan keras terukur ke arah gawang yang dapat menciutkan nyali kiper lawan. Bahkan, dia sering dipercaya untuk mengeksekusi bola-bola mati.

Sebagai kapten, Gerrard mampu membakar semangat teman-temannya sehingga mampu bermain konsisten. Hal itu membuat anggota di timnya selalu menghormati Gerrard. Dia juga tipe pemain yang sulit tersulut emosinya sehingga sering menjadi most valuable player (MVP) pada laga-laga yang dimainkannya.

Tak hanya itu, Gerrard dihormati oleh seluruh fans Liverpool lantaran loyalitasnya yang tinggi kepada klub. Dia adalah salah satu role model  yang tepat untuk mendefinisikan one man one club. Loyalitasnya itu kerap disejajarkan dengan loyalitas Charles Puyol pada Barcelona dan Paolo Maldini pada AC Milan.

Bersama Liverpool, Gerrard telah meraih banyak pengghargaan. Untuk tingkat liga domestik, Gerrard berhasil mempersembahkan trofi FA Cup pada musim 2000–2001 dan 2005–2006. Dia juga mempersembahkan trofi tiga Football League Cup pada musim 2000–2001, 2002–2003, dan 2011–2012.

Di tahun 2006, Gerrard membuat Liverpool meraih trofi FA Community Shield. Sayang, selama bermain untuk Liverpool dari tahun 1998-2015, ayah dari Lilly-Ella Gerrard, Lexie Gerrard, dan Lourdes Gerrard, tak berhasil mempersembahkan piala Liga Premier Inggris kepada Liverpool.

Selain torehan piala itu, di ranah Eropa, Gerrard berhasil membawa Liverpool menjuarai Liga Champions Eropa pada musim 2004-2005. Gerrard juga mempersembahkan trofi UEFA Cup pada musim 2000-2001 dan UEFA Super Cup tahun 2001.

Penghargaan individu pun tak luput diraihnya. Gerrard pernah meraih PFA Young Player of the Year tahun 2001, UEFA Club Footballer of the Year tahun 2005, PFA Players' Player of the Year tahun 2006, dan FWA Footballer of the Year tahun 2009.

Dan, prestasi tertingginya ialah meraih posisi ketiga pada penghargaan Ballon d'Or tahun 2005 di bawah Ronaldinho dan Frank Lampard. Selain penghargaan-penghargaan itu, Gerrard masih meraih penghargaan individu lainnya.

Bila memang akhirnya Gerrard menekuni profesi pelatih nantinya, tempat yang tepat memang kembali bersama Liverpool. Di klub ini, Gerrard memiliki ikatan batin yang luar biasa. Dan, pihak klub pastinya akan memberikan kesempatan lebih banyak padanya untuk belajar dan menggali pengalaman.

Meski begitu, Gerrard harus melalui proses panjang kepelatihan di akademi Liverpool dahulu sebelum bergabung dengan jajaran staf pelatih tim utama Liverpool. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti, Gerrard bertransformasi menjadi pelatih kelas dunia bersama Liverpool, klub yang turut membesarkan namanya di laga sepakbola sejagat. | Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : BBC/The Guardian/Mirror/Who Scored
 
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 197
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 201
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 161
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 238
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 329
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 414
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 585
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya