
NEWYORK | Lebih dari 30 juta rakyat Amerika Serikat (AS) dari New York, Washington DC, Minneapolis, Minnesota, Chicago, Los Angeles, Boston, Nashville, Houston, Alabama, San Francisco, Philadelpia, dan berbagai kota besar lain di AS turun ke Jalan, melakukan demonstrasi aksi protes "No King !" ketiga, sejak Sabtu (28/03/26).
Aksi besar-besaran jutaan rakyat AS tersebut, merata di seluruh wilayah Buru (yang dikuasai Demokrats) dan wilayah Merah (yang dikuasai Republikan) menentang Presiden AS Donald Trump, pemerintahan dan kebijakan politiknya.
Demonstrasi juga berlangsung di berbagai kota kecil, dan berbagai kota di luar negeri, antara di lain di Paris, London, Lisbon, dan lainnya. Aksi dilakukan oleh diaspora dan warga negara AS yang tinggal di luar negeri lainnya.
Para penyelenggara demonstrasi menyatakan, mereka memprotes kebijakan yang diberlakukan oleh Trump, tanpa kecuali kebijakannya menyerang dan mengawali perang melawan Iran, hanya karena mendukung penjahat perang Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri zionis Israel.
Demonstrasi besar-besaran, itu juga dilakukan untuk menentang aksi 'penegakan hukum' imigrasi federal, kenaikan biaya hidup, menyebarnya kecemasan sosial di negara yang mengaku 'seuper power' itu.
Mereka juga menyebut, aksi jutaan demonstran tersebut sebagai sesi terapi gangguan Trump. Presiden AS yang menjalani kali kedua kepemimpinan dan pemerintahannya itu dipandang melanggar konstitusi dan menempatkan dirinya sebagai seorang raja (King).
Jutaan demonstran tersebut melakukan prosesi serempak dan relatif memengaruhi kehidupan sosial di negara itu. Mereka melakukan berbagai aksi yang menunjukkan sikap 'anti Trump dan pemerintahannya.'
Massa memadati tangga Monumen Lincoln dan National Mall, sebagaimana aksi "No King" sebelumnya. Mereka menampakkan patung Trump, JD Vance, dan pejabat lain dari pemerintahan, seraya menyerukan pemecatan dan penangkapan mereka.

Kemarahan Serius
Sabtu (28/03/26) di Minnesota, aksi protes disertai dengan luah kemarahan serius, lantaran di kota ini Renee Nicole Good dan Alex Pretti, tempat dua warga negara Amerika, dibunuh oleh agen imigrasi federal pada bulan Januari lalu.
Di Gedung Capitol Negara Bagian di St. Paul, nampak ribuan demonstran pada hari yang sama turun ke jalan dengan membawa spanduk protes. Di panggung utama yang didirikan di luar gedung, banyak tokoh Demokrat terkemuka naik ke panggung di luar gedung.
Seniman Bruce Springsteen pun naik ke panggung, seraya mendendangkan lagu anti-penegakan imigrasi yang semena-mena, bertajuk "Streets of Minneapolis."
Sedangkan di Times Square, New York City, ribuan demonstran berkumpul, usai mereka berbaris melalui lingkungan Manhattan Midtown.
Polisi menutup sejumlah ruas jalan yang biasanya ramai untuk memberi ruang bagi para demonstran berlalu. Aksi demonstran kali ini, setara dengan aksi yang mereka lakukan Oktober 2025. Melibatkan hingga lebih dari 100.000 orang berkumpul di kelima wilayah kota.
Aksi di Washington, relatif direncanakan dengan apik. Penyelenggara mengantisipasi jutaan orang menghadiri acara-acara dari Alabama hingga Wyoming, sesuai dengan peserta aksi yang mendaftarkan dirinya. Mereka juga tergerak melakukan aksi oleh seruan Bruce Springsteen.
Musisi tersebut memilih bergabung dengan demonstran sejak selama musim dingin, sejalan dengan Tur Amerika Springsteen, Land of Hope & Dreams, yang bertajuk "No Kings." Dimulai Selasa di Minneapolis.
Di Minnesota, selain Springsteen, Joan Baez, dan sejumlah musisi juga tampil Senator senior yang sangat kritis, Bernie Sanders dan Ilhan Omar. | jeanny
Artikel Terkait: Kita Lawan Trump[ dan Akhiri Perang dengan Iran