Erma Zarina

Meniti Dunia Akting dari Nol

| dilihat 5502

AKARPADINEWS.COM | MENJADI bintang sinetron itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Tak pula sekadar mengandalkan popularitas maupun keelokan wajah. Namun, butuh kerja keras dan melalui beragam proses. Seorang bintang biasanya mengantongi banyak pengalaman dan pengetahuan yang dipelajarinya dari setiap sinetron yang diperankannya.

Erma Zarina misalnya. Sosok perempuan ramah dan humoris ini telah menjalani karirnya di dunia sinetron, layar lebar dan iklan, selama 20 tahun. Dan, dia mengawali kiprahnya itu dari nol, dengan memegang prinsip untuk selalu belajar dan tidak menyerah ketika mengalami jatuh bangun.

Berkat kegigihan, perempuan bernama asli Erma Catherina, kelahiran Jakarta, 16 Mei 1977 itu pernah didapuk menjadi nominator peran utama wanita terbaik Piala Vidia Festival Film Indonesia (FFI) 2013 untuk film berjudul Miskin Susah, Kaya Susah garapan Dedi Setiadi. Di film itu, Erma berpasangan dengan aktor Epy Kusnandar.  

Di tahun 2015 ini, Erma melakoni peran di sinetron Hati-Hati dengan Hati, yang juga garapan Dedi Setiadi. Erma menjadi nominasi Pemeran Wanita FTV Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2015. Erma mensyukuri hasil manis yang diraihnya dengan rasa syukur. Dari perjuangannya menekuni dunia sinetron dan film, Erma menceritakan, kilas balik kisah hidupnya yang hampir serupa dengan peran-peran kaum marginal yang sering dilakoninya.

“Awalnya aku kerja di pabrik sepatu dan orang tua meninggal dunia, aku sebagai anak pertama menjadi tulang punggung keluarga. Akhirnya, terjun di sinetron dengan menulis (salah satu tim penulis) di Bajaj Bajuri selama setahun hingga didorong oleh kawan-kawan untuk mencoba casting pemeran tokoh pembantu dengan muka item dan dari Jawa,” jelas Erma.

Setelah lima kali casting, Sofyan D Surza, sutradara Bajaj Bajuri yang biasanya disapa Abi, memilih Erma memerankan tokoh Parti, istri Ucup yang mengadu nasib di kota sebagai pembantu di sinetron drama komedi itu.

Abi pula yang mengajarkan akting secara otodidak. Erma menganggap Abi sebagai guru “Kalau pengen sesuatu, aku harus bisa hingga akhirnya 1.000 episode Bajaj Bajuri aku selesaikan” ungkapnya.

Lantaran aktingnya cukup baik dan perannya yang khas di Bajaj Bajuri, Erma pun mendapat berbagai tawaran sinetron, iklan, hingga film-film bermutu seperti Menembus Impian garapan Hanung Bramantyo dan Cinta Puccino, garapan Rudy Soerjarwo.

Tahun ini, Erma dipercaya memerankan sosok Wulan, sahabat Rindu di sinetron Rindu Satpam Kita, produksi PT Akarpadi Selaras Media yang ditayangkan setiap Minggu malam di TVRI.

“Selama 20 tahun di sinetron, aku belum pernah jadi Satpam, selalu jadi pembantu atau orang susah. Sampai aku sadar, peran ini menarik dengan gesture dan rambut pendeknya. Selama delapan tahun rambut panjang aku rela untuk dipotong,” ucapnya.

Erma menambahkan, peran Satpam ini menjadi refleksi karena menyadarkan dirinya bila menjadi Satpam perempuan itu merupakan pekerjaan berat, membutuhkan pelatihan fisik yang keras, adegan bertarung (fighting), menolong orang kecopetan hingga pencuri ATM.

“Aku termasuk orang yang sangat memilih peran sesuai dengan hatiku, dan apa yang aku kejar, aku senang dengan tokoh Wulan," ujarnya. Erma juga senang dengan kerjasama tim seperti dengan keluarga sendiri. "Jadi hampir tidak ada kendala,” tukas Erma.

Berbicara tentang sinetron, Erma lebih tertarik memerankan tokoh yang menyampaikan pesan-pesan moril. Dia mengkritik banyak sinetron Indonesia yang hanya menyuguhkan adegan percintaan cinta dan kemewahan. “Bahkan saya melarang anak saya untuk menonton sinetron-sinetron yang menurut saya tidak menarik,” tegas ibu dari dua anak ini.

Menurut Erma, yang dibutuhkan penonton adalah sinetron dengan cerita menarik, memiliki pesan-pesan moril yang berdampak positif seperti Si Doel Anak Sekolahan, Para Pencari Tuhan, Bajaj Bajuri, Rindu Satpam Kita, dan sinetron serupa lainnya.

Akting yang ditekuni Erma nampaknya telah mengakar. Perempuan yang memiliki hobi touring dengan outsiders motor club ini akan terus konsisten dengan dunia layar kaca yang telah membesarkan namanya, sekaligus mencerahkan kehidupannya.  “Aku sangat bersyukur, di dunia peran ini, bukan sebagai pekerjaan, tapi ini jiwa,” jelas Erma.

Ratu Selvi Agnesia

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Lingkungan
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 444
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 2236
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya