Industri Otomotif Diharap Ramah Lingkungan

| dilihat 2549

AKARPADINEWS.COM | INDUSTRI otomotif diharap tak hanya mampu meningkatkan produk otomotif yang dapat memicu pengembangan industri lainnya dan mengikuti fashion yang muktahir. Namun, industri otomotif juga harus mampu menciptakan produk otomotif yang ramah lingkungan. 

Hal itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat meresmikan pembukaan pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-24, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Banten, Kamis (11/8). Menurut Wapres, industri otomotif telah menjadi parameter pertumbuhan di banyak negara maju karena dapat memicu multiplier effect. "Kalau hulunya berkembang, maka ribuan industri pendukungnya juga berkembang, hilirnya ada dealer, bengkel servis dan sparepart juga tumbuh," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wapres mengapresiasi tema Green Technology For Better Future yang menunjukan kepekaan industri otomotif terhadap lingkungan. "Dunia saat ini menuntut industri mobil yang tidak hanya padat teknologi, fashion yang mutakhir, tetapi juga yang mempertimbangkan environment (lingkungan)," katanya. 

Wapres pun meminta Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto untuk mengkaji lagi produksi mobil ramah lingkungan sehingga menjadi keunggulan ekspor otomotif Indonesia. Wapres berharap, pameran ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konsumsi, namun juga meningkatkan ekonomi dan teknologi yang sehat.

Pembukaan pameran itu juga dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Banten Rano Karno, dan duta besar negara-negara sahabat. Pameran yang berlangsung pada 11-21 Agustus itu diikuti 361 peserta yang memamerkan 31 merek mobil, yang terdiri 25 merek kendaraan angkut dan enam kendaraan niaga.

Di antaranya, Audi, BMW, Chevrolet, Datsun, Daihatsu, Dodge, Ford, Honda, Hyundai, Isuzu, Jaguar, Jeep, KIA, Land Rover, Lexus Mazda, Mercedes-Benz, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Tata Motors, Toyota, Volkswagen, Wuling dan 6 merek kendaraan komersial yang terdiri dari FAW, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Tata Motors dan UD Trucks.

Wapres juga menyatakan, gelaran otomotif berskala internasional seperti GAIIS 2016, membuktikan kepada dunia jika Indonesia memiliki industri otomotif yang kuat dan berpotensi besar untuk terus tumbuh. Dia berharap pameran kali ini dapat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan industri pendukung yang menggunakan kendaraan sebagai operasional.

“Kami berharap hal ini dapat bermanfaat bagi kemajuan industri pendukung, berpengaruh positif bagi industri lainnya, mengembangkan industri otomotif Indonesia, sekaligus memberikan multiplier effect yang lebih besar dalam mendorong perekonomian nasional."

Lewat gelaran otomotif berskala internasional itu, GAIKINDO mengajak pelaku industri otomotif di Indonesia dan pengunjung pameran untuk menerapkan gaya berkendara ramah lingkungan, sekaligus menggunakan teknologi hijau.

Ketua Umum GAIKINDO, Yohanes Nangoi dalam siaran persnya, Kamis (11/8) menjelaskan, pameran GIIAS diselenggarakan secara rutin sejak tahun tahun 1986. Menurut dia, pameran GIIAS 2016 merupakan event penting karena Industri otomotif Indonesia adalah salah satu industri andalan yang memiliki peran besar bagi ekonomi Indonesia. Dia berharap, GIIAS 2016 dapat mendorong tumbuhnya pasar domestik dan peningkatan ekspor industri otomotif Indonesia.  

Menurut Yohanes, Industri otomotif telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Hal itu didukung dengan peningkatan jumlah kendaraan roda empat di dalam negeri, yang naik 1,2 persen atau sebanyak 531.929 unit terjual selama semester 1 tahun 2016. Dalam kurun waktu yang sama, sebanyak 601.461 unit telah diproduksi atau naik 3,8 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015.

Peningkatan juga terjadi untuk kategori ekspor kendaraan jadi (CBU). Di tahun 2015, ekspor CBU mencapai 207.691 unit. Sementara pada semester 1 tahun 2016, telah mencapai 93.998 unit yang diproduksi. Untuk ekspor kendaraan terurai (CKD), di semester 1 tahun 2016, sebesar 91.194 set CKD, sementara di tahun sebelumnya mencapai 108.770 set CKD yang diekspor dari Indonesia. “Saat ini kapasitas produksi kendaraan di Indonesia sebesar 1.928.131 unit setelah adanya investasi beberapa perusahaan anggota GAIKINDO."

GIIAS 2016 juga turut menyelenggarakan Indonesia International Automotive Conference yang ke-11 tanggal 12 Agustus 2016 dengan tema Auto Industry Globalization. Beberapa pembicara dari berbagai negara akan membahas pengalaman masing-masing dalam pengembangan industri kendaraan dengan teknologi hemat energi, antara lain: teknologi mobil hybrid, mobil listrik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung program tersebut.

M. Yamin Panca Setia

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 284
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 232
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 175
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 249
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya
Lingkungan
27 Sep 21, 12:15 WIB | Dilihat : 321
Selamatkan Kebun Raya Bogor
10 Sep 21, 14:55 WIB | Dilihat : 174
Ida Mengamuk Sejumlah Kota Amerika Serikat Berantakan
01 Agt 21, 09:31 WIB | Dilihat : 169
Membaca Sinyal Presiden Joe Biden tentang Jakarta
Selanjutnya