PWI : Pers Perlu Bantu Penyelenggara Pemilu 2014

| dilihat 2265

JAKARTA, AKARPADINEWS. PWI Pusat menyampaikan sikap terkait peran media yang sangat strategis dan menentukan dalam pemilu 2014 mendatang. Dalam sikapnya itu, PWI menegaskan, bahwa di tengah-tengah perkembangan politik yang berjalan sangat dinamis, di mana kekuatan-kekuatan politik bersaing satu sama lain dalam pencitraan diri, penggalangan opini publik dan mobilisasi politik, selalu ada kemungkinan masyarakat akan memilih “kucing dalam karung”.

Artinya, masyarakat ‘digiring’ untuk memilih pemimpin karena sekedar harus berpartisipasi dalam pemilu tanpa mengetahui terlebih dahulu kualitas para pemimpin tersebut. Dalam hal ini, menurut PWI, pers harus memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Pers harus berperan menyediakan informasi dan wacana yang dibutuhkan masyarakat untuk mengenali kelebihan dan kekurangan para calon anggota legislatif, calon presiden atau wakil presiden, calon anggota DPD dan calon pemimpin daerah, namun dengan tetap memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri pilihan politiknya.

PWI menegaskan, tahap-tahap persiapan pemilu dan tata cara pemungutan suara adalah sesuatu yang rumit dan selalu mengalami perubahan dinamis. “Banyak masyarakat belum mengetahui secara persis bagaimana sistem pemungutan suara pada pemilu 2014, apakah masih dengan “mencontreng” atau “mencoblos”.”

PWI juga menengarai, banyak masyarakat yang belum tahu, apakah dalam Pemilu 2014, itu rakyat akan memilih gambar atau nomor urut, memilih partai politik atau nama caleg dan seterusnya. “Ketidaktahuan masyarakat ini dapat berdampak kepada tingginya angka golput dan oleh karenanya mempengaruhi kualitas pemilu secara keseluruhan.”

Dalam hal ini, menurut PWI, pers harus membantu penyelenggara pemilu dalam melakukan sosialisasi tentang tahap-tahap dan tata cara pemilu. Sebagaimana telah terbukti, media massa merupakan saluran komunikasi dan informasi yang utama di Indonesia hari ini. | din

Editor : Web Administrator | Sumber : PWI Pusat
 
Energi & Tambang
Budaya
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 359
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 665
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 766
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
Selanjutnya