Menyambut ASEAN Chief Editor Summit

| dilihat 2126

Bang Sem

HARI Pers Nasional akan digelar di Batam, pekan depan. Beragam acara, selain acara puncak perhelatan yang bakal dihadiri Presiden dan sejumlah menteri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini diagendakan juga pertemuan juruwarta antarabangsa. Kabarnya, akan digelar ASEAN Chief Editor Summit, pertama.

Dalam konteks itu, peran ISWAMI (Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia) yang di Indonesia dipimpin Saiful Hadi Chalid, akan menjadi penting. Pun, demikian halnya dengan Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) yang kini dipimpin Nurjaman Mochtar – Pemred SCTV – INDOSIAR.

Banyak hal sudah dilakukan Forum Pemred. Tak hanya sekadar kumpul kangen-kangenan. Tapi membahas secara mendasar persoalan bangsa dan kontribusi media terhadap proses transformasi demokrasi.

Paling tidak Forum Pemred telah berhasil menghimpun aneka pemikiran substantif tentang dimensi pembangunan bangsa ke depan, baik melalui Chief Editor Summit di Bali, maupun melalui Kongres Kebangsaan di Jakarta.

Forum Pemred telah berhasil memfasilitasi berbagai petinggi negeri dan tokoh bangsa ini, mengartikulasikan pemikirannya. Termasuk memberi aksentuasi terhadap peran media dalam keseluruhan konteks dinamika pembangunan bangsa dengan segala fakta brutal yang dihadapinya. Tak terkecuali, realitas penguasaan media oleh pengusaha, yang kapan saja dapat mematikan media, dengan cara menghentikan penerbitannya. Lantas memperlakukan wartawan laksana buruh.

Forum Pemred, sebagai suatu wadah dan sebagian besar anggotanya, berhasil menjaga dan memelihara sikap independen media. Termasuk memelihara proses demokratisasi news room dalam mengambil kebijakan-kebijakan redaksi (editorial policy), tak sama dengan sikap petinggi satu dua organisasi kewartawanan yang memaknai independensi sebagai “kipas-kipas cari angin” dengan kalangan yang berkuasa.

Independensi yang dihidupkan oleh Forum Pemred  dan berbagai gagasan cerdas Ketua serta pengurus Forum Pemred mengambil jarak dengan arus besar politik, adalah modal besar yang bermanfaat bagi perkembangan peran pers ke depan. Dengan cara demikianlah, pers akan terus memainkan peran strategisnya dalam menciptakan kondisi kebangsaan yang tetap terjaga.

Secara praktikal, independensi pers bisa dipahami dalam konteks peran watch dog, yang akan terus menggonggong bila mengendus adanya beragam masalah yang bisa menghambat kemajuan bangsa ini. Termasuk, mestinya, menggonggong kala mengendus fenomena pembebalan rakyat, bahkan ketika dilakukan oleh para petinggi media sendiri.

Begitulah peran media. Karena pada ghalibnya, media memang bukan bloodhounds alias anjing pelacak atau beagle alias anjing pemburu. Peran itu dimiliki oleh institusi lain yang melekat dalam negara dan pemerintahan. Dalam konteks demikian, kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual wartawan, yang menjadi penggerak media menjadi sangat penting. Karenanya, prinsip kompetensi harus sungguh ditegakkan secara tepat.

Saya berharap, dalam ASEAN Chief Editor Summit di Batam, Forum Pemred dapat memainkan peran utama.  Termasuk dalam berbagi pengalaman. Terutama, karena tidak semua media di kawasan regional ASEAN telah memperoleh kebebasan yang sama dengan pers Indonesia. Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand masih menghadapi persoalan kebebasan pers. Boleh jadi, Filipina yang relatif punya ruang kebebasan seperti Indonesia.

Dalam konteks demikian, salah satu hal menarik yang bisa disumbangkan Forum Pemred dalam ASEAN Chief Editor Summit di Batam,  adalah gagasan tentang transformasi kemerdekaan pers. Transformasi adalah cara berubah atau jalan perubahan dramatik yang diperlukan, sejalan dengan akan berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN di penghujung tahun ini. Selamat berbagi pengetahuan dan pengalaman.. | 

Editor : N Syamsuddin Ch. Haesy
 
Sporta
Humaniora
30 Apr 26, 15:18 WIB | Dilihat : 145
Layanan Fast Track Memudahkan Jamaah Haji 2026
25 Apr 26, 18:31 WIB | Dilihat : 196
Dahilang
20 Apr 26, 13:48 WIB | Dilihat : 493
Perihal Wartawan Senior Indonesia 60 Plus
17 Apr 26, 08:10 WIB | Dilihat : 328
Menguatkan Fungsi BAZNAS Melayani Umat
Selanjutnya