Kesehatan

Studi :Konsumsi Ekstrak Bayam Bisa Kurangi Lapar

| dilihat 2564
 
JAKARTA, AKARPADINEWS.Com-  Dalam ekstrak bayam mengandung membran hijau daun atau tilakoid yang dapat mengurangi rasa lapar hedonis hingga 95 persen dan membantu pengurangan berat badan sampai 43 persen, demikian sebuah studi jangka panjang yang dilakukan peneliti di Lund Unversity, Swedia.
 
Lapar hedonis adalah istilah lain dari keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan-makanan tidak sehat seperti makanan manis atau makanan cepat saji, yang merupakan penyebab umum obesitas dan kebiasaan makan yang tidak sehat. 
 
Hasil studi menunjukkan bahwa tilakoid dapat memperkuat produksi hormon kenyang dalam tubuh dan menekan rasa lapar hedonik, yang pada akhirnya juga berdampak lebih baik pada pengendalian nafsu makan, penerapan kebiasaan makan sehat dan meningkatkan penurunan berat badan. 
 
"Analisis kami menunjukkan bahwa minum minuman yang mengandung tilakoid sebelum sarapan mengurangi keinginan untuk makan dan membuatmu merasa lebih kenyang sepanjang hari," kata Profesor Kedokteran dan Kimia Fisiologis dari Lund University, Charlotte Erlanson-Albertsson dalam laman resmi universitas itu awal September.
 
Dalam studi melibatkan 38 perempuan dengan kelebihan berat badan selama tiga bulan itu, para peneliti meminta peserta penelitian setiap pagi mengonsumsi minuman hijau. Setengah dari perempuan-perempuan itu diberi lima gram ekstrak bayam dan sisanya menjadi kelompok kontrol yang diberi plasebo. Para peserta tidak mengetahui mereka berada dalam grup mana. Mereka hanya diminta mengonsumsi makanan diet seimbang termasuk makan tiga kali sehari dan tidak melakukan diet lainnya. 
 
"Dalam studi tersebut, kelompok kontrol kehilangan rata-rata 3,5 kilogram sedangkan kelompok yang diberi tilakoid kehilangan lima kilogram berat abdan. Kelompok yang diberi tilakoid juga lebih mudah makan tiga kali sehari secara konsisten -- dan tidak punya keinginan kuat untuk makan sesuatu," kata Charlotte Erlanson-Albertsson dalam siaran publik Lund University. 
 
Di sini kuncinya adalah rasa kenyang dan penekanan lapar hedonis versus lapar homeostasis yang berhubungan dengan kebutuhan energi dasar. Makanan olahan modern dicerna sangat cepat sehingga hormon di usus yang mengirimkan sinyal kenyang ke otak dan menekan nafsu tidak bisa mengikutinya. Membran hijau daun memperlambat proses pencernaan, memberikan waktu hormon usus dilepaskan dan mengomunikasikannya ke otak bahwa kita kenyang.
 
"Ini tentang memanfaatkan waktu untuk mencerna makanan kita. Tidak ada yang salah dengan sistem pencernaan kita, tetapi hanya tidak bekerja secara baik dengan makanan modern. Tilakoid memperpanjang waktu pencernaan, menghasilkan perasaan kenyang.  Di mana kita bisa tetap berpegang pada diet yang kita inginkan tanpa kudapan dan makanan yang tidak kita perlukan seperti keripik, manisan dan lain-lain," kata Charlotte Erlanson-Albertsson. 
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Polhukam
10 Apr 26, 20:49 WIB | Dilihat : 233
70 Negara Kutuk Serangan Terhadap UNIFIL
10 Apr 26, 17:21 WIB | Dilihat : 178
Iran Kian Tangguh Hadapi AS dan Zionis Israel
03 Apr 26, 19:23 WIB | Dilihat : 357
Rudal Iran sebagai Platform Baru Media
03 Apr 26, 11:46 WIB | Dilihat : 314
Perlawanan Iran Terus Berlangsung
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 481
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 629
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
05 Feb 26, 08:53 WIB | Dilihat : 549
Kabayanomic Menghadapi Badai Ekonomi
Selanjutnya