Tahun Baru 2015

Risma Pimpin Doa Untuk Korban AirAsia QZ8501

| dilihat 2282

SURABAYA, AKARPADINEWS.COM | Walikota Surabaya Tri Rismaharini berdiri di depan kerumunan orang, di Taman Bungkul Surabaya, saat detik jelang pergantian tahun 2014-2015, Kamis (31/12/14). Wajahnya sendu, dibalut hijabnya yang khas, Walikota banyak prestasi itu berkata, "Mari kita berdoa untuk para penumpang pesawat dan keluarga korban. Kita berdoa semoga peristiwa ini akan menjadi tragedi terakhir bagi Surabaya.."

Suasana haru itu kian terasa keharuannya, karena nyala lilin dalam genggaman handai taulan yang mengelilinginya. Walikota Risma mengajak warga Surabaya berdoa untuk korban kecelakaan AirAsia Flight QZ8501, yang sudah ditemukan sejak Selasa (30/12) lalu di perairan Teluk Kumai. Salah dua korban dari tujuh korban yang sudah ditemukan adalah Luthfiah dan pramugari Khairunnisa Haedar Fauzy.

Ratusan warga dan keluarga korban pun menghening cipta sesaat. Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, itu memang tak merayakan peringatan Malam Tahun Baru 2015. Gubernur Jawa Timur Sukarwo, memerintahkan agar di Jawa Timur tak ada peringatan pergantian tahun yang biasa dilakukan dengan hura-hura.

Kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang sedang terbang dari Surabaya ke Singapura mengalami kecelakaan ketika hendak menembus awan comulus nimbus di atas perairan antara Pulau Belitung dengan Pangkalan Bun, tak jauh dari Pulau Nangka.  Seluruh penumpang pesawat yang akhirnya meluncur ke dasar laut yang dangkal itu, menemui ajalnya dengan luar biasa, yang tak semua orang bisa mengalaminya. Semua penumpang di dalam pesawat dan kru, berjumlah 162 orang. 137 dewasa, 17 anak-anak, dan 1 orang bayi. Sebagian terbesar adalah warga negera Indonesia. Sisanya, seorang berkebangsaan Inggris, 1 orang berkebangsaan Malaysia, 1 orang berkebangsaan Singapura, dan 3 orang berkebangsaan Korea Selatan.

Duka memang menyelimuti Surabaya, sejak keluarga korban memenuhi crisis center Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Minggu (28/12/14). Walikota Tri Rismaharini nyaris tak pernah absen, ada bersama keluarga korban. Risma laiknya ibu yang sangat paham dan mengetahui bagaimana perasaan semua keluarga korban.

Ia bergerak mengerahkan aparatusnya untuk membantu korban, termasuk melakukan pendampingan psikologis. Risma sendiri memainkan peran menjadi salah seorang yang paling depan menguatkan iman dan kesabaran para keluarga korban. Bahkan, Risma turun tangan mengangkat keluarga korban yang pingsan. 

Ketika memimpin doa semalam, tampak Risma menjadi bagian dari keharuan keluarga korban. Keharuan sejati.

Siapapun yang menjadi keluarga korban pasti hanyut dalam dukalara. Karena itu, kehadiran Risma menjadi penting dan teramat nyata, bahwa keluarga korban sebagai warga terus didampingi. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Sukarwo mengambil inisiatif memfasilitasi dialog antara keluarga korban dengan pihak manajemen AirAsia yang langsung dihadiri CEO AirAsia group holding, Tony Fernandes. | 

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Sporta
Budaya
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 216
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 478
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 506
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
Selanjutnya