Sosok Lain Seorang Polisi

Purnomo Belajar Baik

| dilihat 561

Catatan Bang Sém

Salah satu saluran You Tube yang selalu saya ikuti dan simak adalah Purnomo Belajar Baik. Saluran ini dikelola oleh Aipda Purnom, salah seorang petugas kepolisian Polres Lamongan - Jawa Timur.

Polisi yang pernah menjadi 'gojek ikan,' itu salah seorang polisi terbilang populer. Subcribers salurannya, sudah melebihi 1200, dengan khalayak pemirsa di atas satu juta.

Konten saluran You Tube ini, merupakan the real show (tanpa harus terjebak menjadi reality show) tentang orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan orang-orang terlantar. Baik yang disebabkan oleh depresi karena persoalan sosio - ekonomi (percintaan, dikhianati pasangan, mengalami pemutusan hubungan kerja, bangkrut, dan lainnya) sampai persoalan penyimpangan praktik spiritual.

Tayangan yang disajikan menarik, karena materinya beragam dan dramatik. Mulai dari ODGJ yang berkeliaran di jalanan, tepian telaga dan pekiburan, sampai mereka yang dirantai, dipasung, dan dikucilkan oleh lingkungan sosialnya. Baik dari kawasan Jawa Timur sendiri, atau dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Dengan pola komunikasi dan aksentuasi pola tutur Purnomo yang khas Jawa Timur-an, tayangan ini terasa karib. Kadang bikin gregetan.

Purnomo melalui yayasan sosial yang didirikannya, membangun tempat penampungan, perawatan, dan pemulihan ODGJ di lingkungan rumahnya, yang dibiayai oleh hasil monetasi dan donasi khalayak pemirsa saluruan You Tube-nya. Dana tersebut juga ia distribusikan untuk membiayai pengobatan medis sasarannya, serta membantu keluarga ODGJ, orang terlantar, anak yatim, dan kaum mustadh'afin lainnya.

Beberapa ODGJ yang pulih dan orang terlantar yang kembali ke kehidupan normal, dihantarkan untuk pulang kepada keluarganya.

Saya terkesan dengan Purnomo. Dari begitu banyak tayangan the real show di saluran You Tube-nya, Purnomo sedang membuka kewarasan secara luas. Tak hanya dalam konteks kepedulian atas sesama, sebagai manifestasi dari kesadaran kultural berpangkal akal budi.

Anggota kepolisian ini, pun terkesan mendalami keyakinannya, Islam, yang bertumpu pada tauhid, anti syirk, thaharah - kebersihan, dan kepatuhan dalam melaksanakan ibadah primer - khasnya salat dan sadaqah, dengan mengalirkan nilai dan norma tentang akhlak. Dia tak juga lupa mengalirkan kesadaran siapa saja tentang moral obligasi warga negara atas sesama, sebagai salah satu jalan menjawab pertanyaan: how to be a good citizenship.

Purnomo dengan caranya, menampakkan komitmen seorang polisi dalam Tribrata Polri yang sangat jelas. Yaitu, nasionalisme religius (berbakti kepada nusa - bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa), kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan dalam penegakan hukum; serta  perlindungan – pengayoman – pelayanan masyarakat berbasis keikhlasan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban.

Aksi Purnomo menampakkan implementasi komitmen Tribrata, yang tercermin dalam Catur Prasetya Polri, berupa aksi dan tugas utama: security, surety, safety, dan peace yang (seharusnya) memungkinkan masyarakat bebas dari gangguan fisik dan psikis. Tentu harus diimbangi oleh law abiding citizenship.

Pada beberapa tayangan, dialog antara Purnomo dengan sasarannya, mengemuka hal menarik tentang kewarasan. Antara lain, ketika ODGJ sasarannya menuturkan tentang etika dalam berinteraksi dan memperlakukan orang lain.

Purnomo dengan segala kelebihan dan kekurangannya, membuka mata nalar kita tentang waras dan kewarasan.

Secara akademik, seseorang dipandang waras, jika rasional. Waras dalam masyarakat modern, seringkali secara eksklusif menjadi sinonim dari kata Latin, compos mentis yang mengandung makna memiliki penguasaan mentis, pikiran. Gangguan jiwa, sering dibedakan dengan non compos mentis, atau kegilaan yang mengandung makna, hati nurani bermasalah.

Beberapa tayangan yang disajikan saluran You Tube ini, memberikan gambaran realitas pertama kehidupan sosial kita, bahwa mereka yang mengalami gangguan jiwa dan pikiran, seringkali dianggap gila oleh lingkungan sosialnya, sehingga masih terjadi kasus-kasus pemasungan.

Karenanya, ikhtiar yang dilakukan Purnomo cum suis, merupakan penampakan nyata pemikiran filosof dan psikolog humanistik Jerman, Erich Fromm (23 Maret 1900–18 Maret 1980), bahwa “Seluruh kehidupan individu tidak lain adalah proses melahirkan dirinya sendiri." (The Sane Society - 1956).

Kewarasan merupakan upaya 'melahirkan kembali' eksistensi manusia yang berkeseimbangan nalar, naluri, rasa, dan dria, ketika manusia 'mati' lantaran kehilangan semua anasir penting itu.

Pada berbagai aksi pembebasan ODGJ dari pemasungan, menyentak kesadaran kita tentang berbagai langkah elegan Fromm selama dua dekade perjalanan hidupnya melakukan pembebasan diri dari rantai budaya yang terkorelasi dengan asumsi inti ihwal negara kolektif di abad kini.

Dengan segala keterbatasan format dan formula konten You Tube-nya, Purnomo mampu 'menaklukan' singularitas dan menggunakan media sosial secara proporsional, dengan bumbu-bumbu dakwah verbal keyakinannya. Khasnya tentang otoritas Allah yang mengalirkan kemampuan manusia untuk 'melahirkan' dan 'lahir' kembali insan sesamanya.

Di sisi lain, Purnomo cum suis, mengingatkan kita tentang apa yang berlaku di dunia Barat pada abad ke XX, dalam realitas kehidupan sosial kita di sini, saat ini.

Saya teringat catatan kritis Maria Popovo (2020) atas The Sane Society - Eric Fromm, bahwa tidak ada yang lebih umum daripada gagasan bahwa kita, orang-orang yang hidup di dunia Barat abad kedua puluh, benar-benar waras. Termasuk fakta, bahwa sejumlah besar individu di tengah-tengah kita menderita bentuk penyakit mental yang kurang lebih parah, menghasilkan sedikit keraguan sehubungan dengan standar umum kesehatan mental kita.

Aksi Purnomo membersihkan ODGJ (antara lain dengan metode mandi) relevan dengan ungkapan Popovo (yang merujuk Fromm), sebagai suatu keyakinan, bahwa dengan memperkenalkan metode kebersihan mental yang lebih baik, kita akan lebih meningkatkan kondisi kesehatan mental, dan sejauh menyangkut gangguan mental individu.

Boleh jadi kita, seperti ungkap Popovo, melihatnya sebagai insiden individual, mungkin dengan beberapa keheranan bahwa begitu banyak dari insiden ini harus terjadi dalam budaya yang seharusnya begitu waras.

Di sisi lain, dengan aksinya, Purnomo secara tak langsung menjawab pertanyaan Popovo : "Bisakah kita begitu yakin bahwa kita tidak menipu diri kita sendiri?" Kenyataannya, banyak pasien rumah sakit jiwa yakin bahwa semua orang, gila, kecuali dirinya sendiri.

Beberapa episode tayangan saluran You Tube Purnomo, tentang catatan akademik Fromm, bahwa ketika modernitas telah meningkatkan kekayaan materi dan kenyamanan umat manusia, modernitas juga telah menimbulkan 'perang besar' yang secara kumulatif menewaskan jutaan orang.

Dalam sentimen relevansi yang mengerikan hari ini, setelah lebih dari setengah abad dugaan kemajuan telah menenggelamkan kita dalam media komersial yang mematikan pikiran.  

Kini, kita berada dalam realitas hidup yang digambarkan Fromm, hidup di tengah keragaman media: radio, televisi, film, surat kabar, dan sajian media sosial untuk semua orang. Tetapi alih-alih memberi kita sastra dan musik terbaik dari masa lalu dan masa kini, media komunikasi ini, yang dilengkapi dengan iklan, mengisi pikiran manusia dengan sampah termurah, tidak memiliki rasa realitas apa pun, dengan fantasi sadis yang akan dilakukan oleh orang yang setengah berbudaya. malu untuk menghibur bahkan sesekali.

Tetapi, ungkap Fromm, kala pikiran setiap orang, tua dan muda, diracuni demikian, kita melanjutkan dengan bahagia untuk memastikan bahwa tidak ada "amoralitas" yang muncul di layar. Setiap usulan agar pemerintah membiayai produksi film dan program radio yang mencerahkan dan memperbaiki pikiran rakyat kita akan kembali ditanggapi dengan kemarahan dan tuduhan atas nama kebebasan dan idealisme.

Di tengah situasi semacam itu, Purnomo memanfaatkan sisa waktunya kala manusia lain tak cukup tahu bagaimana memberi manfaat atas banyak waktu luang yang tersedia. Purnomo menghadirkan sisi lain kewarasan, ketika banyak kalangan sibuk mendiskusikan kewarasan dan ketidakwarasan sosial. |



Kunjungi juga kanal You Tube Salam Radio , Tilik Bang Sem, dan Bung Sem Haesy [ Silakan subcribe, share dan like ] | Follow instagram : @semhaesy

Editor : delanova | Sumber : Youtube
 
Energi & Tambang
27 Sep 22, 12:58 WIB | Dilihat : 170
Rachmat Gobel : Indonesia Mesti Bisa Swasembada Aspal
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 761
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1614
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1815
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 452
Mata Maut
Selanjutnya