Amerika Serikat Serang Iran

Serangan Balik Iran ke Pangkalan AS di Timteng

| dilihat 363

TEHRAN |  Iran tak punya pilihan lain, kecuali menguatkan pertahanan yang menentukan bagi negaranya, dengan membalas serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan zionis Israel ke arah Teheran (Sabtu, 28/2/26).

Kantor Berita Fars mengabarkan, beberapa rudal telah menghantam daerah Jomhouri di Teheran. Serdadu zionis Israel telah menyatakan keadaan darurat dan meminta warga untuk berada di dekat tempat perlindungan.

Melalui pernyataan di Telegram, serdadu zionis Israel menyatakan, peringatan tersebut untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan peluncuran rudal ke arah Israel.

Mereka juga menyatakan, semua wilayah di negara itu akan menutup sekolah, larangan berkumpul, dan menutup tempat kerja kecuali untuk sektor-sektor penting.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengutuk serangan militer Israel dan Amerika Serikat tersebut dan menegaskan, angkatan bersenjata Iran akan mempertahankan kedaulatannya, secara tegas.

Kepada Kantor Berita (KB) Mehr, Baghaei menyatakan, “Ini adalah perjuangan nasional." AS dan zionis Israel telah memaksa Iran untuk memilih jalan perang, ketika jalan diplomasi melalui perundingan secara sepihak dilanggar oleh AS.

Serangan AS tersebut memicu respons cepat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dua jam setelah serangan tersebut, IRGC meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan beberapa pangkalan AS di wilayah Timur Tengah.

Baghaei menekankan bahwa tindakan AS - zionis Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Serangan tersebut juga menunjukkan AS dan 'anak semangnya' zionis Israel tidak menghormati bulan suci Ramadan dan tepat sebelum Tahun Baru Persia.

“Tindakan ini jelas merupakan kejahatan dan pelanggaran hukum internasional,” tegas Baghaei. “Ini terjadi pada hari kesepuluh bulan suci Ramadan dan menjelang Nowruz," cetusnya.

Mengancam Stabilitas Kawasan

Baghaei juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa serangan itu dimaksudkan untuk melindungi rakyat Amerika.

“Ini adalah kebohongan terang-terangan. Republik Islam Iran selalu menekankan penggunaan energi secara damai dan tidak pernah memulai perang,” jelasnya lagi.

Beberapa pengamat internasional telah mengecam serangan AS yang menyebabkan situasi memanas, ungkap Baghaei. Dan, menurutnya, jangan mengharapkan akan ada tanggapan terpadu dari Dewan Keamanan PBB -- karena AS mempunyai hak veto.  Baghaei memperingatkan bahwa konflik yang meningkat dapat mengancam stabilitas dan merusak norma internasional.

“Serangan ini… dapat menandai awal dari akhir bagi lembaga dan norma internasional,” tambahnya. “Dan seharusnya menimbulkan kekhawatiran bagi semua negara.”

Serangan illegal AS tersebut juga menuntut tanggapan serius dari komunitas internasional. Padahal, pada Kamis (26/2/26) dalam perundingan di Jenwa, Iran dan AS bersepakat untuk menghadiri putaran keempat pembicaraan nuklir di Wina minggu depan.

Apa yang dilakukan AS ini sudah diduga sebelumnya akan mengulang aksi AS menggagalkan negosiasi diplomatik dengan Iran pada Juni 2025. Lantas, bersama zionis Israel, melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran menjelang putaran keenam negosiasi yang dijadwalkan.

Baghaei memperingatkan, Iran tidak akan punya pilihan selain menargetkan negara regional mana pun yang mengizinkan AS dan zionis Israel menggunakan wilayah udara mereka, melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran.

"Rakyat Iran adalah orang-orang yang cinta damai dan mencari perdamaian, tetapi teguh dan bertekad dalam membela martabat, kedaulatan nasional, dan integritas teritorial mereka, bertindak dengan segenap kekuatan mereka. Bukan Iran yang memulai perang ini," kata Baghaei.

Menargetkan Teheran

Terkait dengan pembalasan Iran atas serangan AS, Tehran Times mengabarkan, setidaknya lima pangkalan militer utama AS di kawasan itu telah menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Sasaran tersebut dipastikan seiring dengan sikap tegas Iran yang terus menanggapi serangan AS dan zionis Israel yang Sabtu pagi, menargetkan Teheran dan kota-kota Iran lainnya.

Laporan berbagai media Arab mengabarkan, bahwa sirene serangan udara terus berbunyi di Kuwait, Bahrain, dan UEA (Uni Emirat ARAB) setelah serangan rudal. Selain itu, dilaporkan telah terjadi ledakan di wilayah pendudukan, khususnya di Tel Aviv, al-Quds, dan Be'er Sheva.

Tehran Times mengonfirmasikan, Iran memusatkan sasaran pembalasannya, yakni pangkalan udara Al-Udeid di Qatar, Al-Salmiya di Kuwait, Al-Zafra di UEA, pangkalan AS ke-5 di Bahrain, dan Pangkalan Udara King Hussein di Yordania.

Serangan AS dan zionis Israel menandai kejadian kedua kalinya mereka melancarkan serangan terhadap Iran di tengah negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung.

Iran dan AS menyelesaikan putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa pada hari Kamis dan dijadwalkan untuk bertemu kembali minggu depan di Wina untuk diskusi yang lebih rinci.

AS dan Israel telah mengonfirmasi serangan terhadap Iran dengan alasan yang dibuat-buat. Presiden AS Donald Trump menyatakan AS memulai konflik untuk 'menghancurkan' program rudal dan nuklir Iran. "Militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar-besaran di Iran," ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Washington DC.

Ia mengemukakan alasan, "Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran, yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan. Aktivitas mengancamnya secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kita, pangkalan kita di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia."

IRGC - Iran memastikan bakal menyerang Israel sebagai respon awal atas serangan yang dilakukan AS - Israel. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan, akan memberikan informasi lebih lanjut.  Dari Tel Aviv, dikabarkan, sirene serangan udara diaktifkan dan meraung di seluruh wilayah pendudukan.

Iran diperkirakan akan membombardir Israel, pangkalan AS di Asia Barat, serta aset angkatan laut AS dalam beberapa hari mendatang. Iran mungkin juga mencoba menutup Selat Hormuz. | jeahan, jeanny

Editor : haedar | Sumber : AlJazeera, Tehran Times, IRNA dan sumber lain
 
Energi & Tambang
21 Mar 26, 09:31 WIB | Dilihat : 354
Berlebaran di Anjung Tengah Laut
29 Des 25, 06:55 WIB | Dilihat : 631
Pertamina Hulu Rokan Pelopor Teknologi CEOR di Indonesia
19 Nov 25, 12:11 WIB | Dilihat : 715
Pertamina Hulu Energi Tunjukan Kinerja Unggul
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 924
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3015
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya