Serangan Rabu 7115

Pemred Charlie dan Sejumlah Kartunisnya Tewas

| dilihat 2076

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | STEPHANE 'Charb' Charbonnier, seperti tabloid Charlie Hebdo, kerap melakukan aksi kontroversi terhadap berbagai ajaran agama, termasuk agama Kristen.  Lelaki berusia 47 tahun ini, memimpin tabloid itu sejak tahun 2009.

Sejumlah media di Perancis menyebut, Charbonnier sudah berulang kali menjadi target kelompok muslim garis keras. Majalah Al Qaeeda, Inspire, pada edisi Maret 2013 memasang gambarnya sebagai salah seorang yang harus dicari dalam kondisi hidup atau mati.

Terakhir, sebelum peristiwa yang menewaskan 12 orang dan beberapa orang lainnya, termasuk polisi Perancis, pada Rabu 7 Januari 2015, Charlie Hebdo menerbitkan karikatur tentang penulis Perancis kontroversial Michel Houellebecq, yang mengatakan pada tahun 2022 akan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Houellebecq menulis dalam karyanya, Perancis akan menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di Eropa dengan populasi umat Islam sebanyak 4,7 juta pengikut iman, dan akan terus bertambah. Dengan beragam nama pena, seperti Charb, Wolinski, Cabu, Tignous dan Honore, para kartunis Charlie Hebdo menjadi terkenal karena kebebasan mereka membuat kartun yang menunjukkan sikap intoleran dan dan ketidaksopanan. Termasuk kartun yang menyerang Nabi Muhammad, serta menista ajaran agama Kristen dan Yahudi.

Mereka mengaku, semua dilakukan untuk dan atas nama kebebasan.

Sejumlah media dan kalangan di Perancis dan Eropa menyebut, peristiwa penyerbuan ke kantor tabloid itu, tengah pekan ini, sebagai bayaran paling mahal yang pernah diberikan Perancis terhadap sikap intoleransi untuk ketidaksopanan yang dan kontroversial.

Para kartunis itu, termasuk dalam 12 orang yang tewas, saat serangan pada tengah hari Rabu, kala mereka sedang makan siang di kantor majalah satir yang berbasis di Paris, itu. Pada saat itu, Pemimpin Redaksi Charlie Hebdo, Stephen “Charb”Charbonnier, tewas.  Menurut salah jaksa Perancis Francois Molins, para penyerang menyebut aksi mereka, “balasan nabi.”

Selain Charb, dikabarkan, Georges Wolinski, Jean "Cabu" Cabut; Bernard "Tignous" Verlhac; dan Philippe Honore, juga tewas dalam serangan itu. Mereka adalah para kartunis Charlie yang populer dan dikenal sangat provokatif membuat kartun Nabi Muhammad sejak beberapa tahun, sehingga memancing amarah beberapa Muslim. Tewas juga dalam peristiwa itu, jurnalis Charlie Hebdo, Bernard Maris.

Dr Gerald Kierzek, dokter yang merawat korban selamat yang terluka mengatakan, para penyerang sempat memanggil-manggil nama mereka saat menyerang. "Ini adalah kejutan sangat besar dan mendalam untuk semua pers dan bagi seluruh dunia," katanya Patrick Klugman, wakil walikota Paris. Klugman mengatakan, peristiwa itu merupakan kerugian sangat besar.

Sejumlah kalangan bereaksi dan melakukan aksi unjuk rasa di 'Place de la Republique – Paris. Mereka memasang poster: Je Suis Charlie, “Kami Charlie,”seolah menantang para penyerang. | noora

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber