Charlie Hebdo Menyinggung Umat Muslim Dunia

Muslim Timur Tengah Memprotes Kartun Nabi Muhammad

| dilihat 1978
 
AMMAN, AKARPADINEWS.COM | Para warga Muslim berpawai di kota-kota di kawasan Timur Tengah untuk menentang penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah Perancis Charlie Hebdo. Sementara Qatar memperingatkan bahwa gambar itu akan "membakar kebencian".
 
Pawai terbesar berlangsung di Yordania, sebanyak 2.500 pengunjuk rasa turun ke jalan di ibu kota negara, Amman, di tengah pengamanan ketat sementara demonstrasi juga berlangsung di Yerusalem timur dan Khartoum.
 
Kerumunan pawai, termasuk para anggota Ikhwanul Muslim dan kelompok-kelompok pemuda, mulai berjalan dari masjid Al-Husseini di Amman pusat dengan memegang spanduk-spanduk bertuliskan "menghina nabi adalah terorisme global". 
 
Majalah baru Charlie Hebdo, yang diterbitkan pada Rabu, pada sampul depannya memuat sebuah kartun Nabi Muhammad sedang memegang tanda "Je Suis Charlie (Saya Charlie)" di bawah judul "Semuanya dimaafkan". 
 
Terbitan itu merupakan edisi pertama majalah satire tersebut sejak para pria Islamis bersenjata membunuh 12 orang dalam serangan di kantornya di Paris pada 7 Januari. 
 
Gambar itu telah membuat marah banyak warga Muslim karena Islam melarang Nabi Muhammad dimunculkan dalam bentuk gambar. 
 
Qatar mengecam apa yang disebutnya sebagai kartun "yang menyinggung perasaan". Kartun itu juga diterbitkan lagi oleh sejumlah koran Eropa untuk menunjukkan solidaritas terhadap para korban dalam serangan pekan lalu. 
 
"Aksi-aksi tercela ini tidak menarik siapapun dan hanya akan mengobarkan kebencian dan kemarahan," demikian diperingatkan kementerian luar negeri Qatar. Kementerian menggambarkan aksi-aksi seperti itu sebagai "pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta prinsip hidup berdampingan, toleransi, keadilan serta penghormatan di antara masyarakat."
 
Partai oposisi Yordania, Front Aksi Islamis, yang merupakan sayap politik cabang lokal Ikhwanul Muslim, menyebut penerbitan kartun itu sebagai "serangan terhadap kaum Muslim di seluruh dunia".
 
King Abdullah II, yang pada pekan lalu bergabung dengan para pemimpin dunia saat pawai solidaritas antiteror di Paris, pada Kamis mengatakan bahwa terbitan terbaru Charlie Hebdo "tidak bertanggung jawab dan sembrono".
 
Editor : Nur Baety Rofiq | Sumber : AFP,Antara
 
Polhukam
18 Apr 26, 09:49 WIB | Dilihat : 174
ISWAMI Imbau Media Sajikan Narasi Harmonis
10 Apr 26, 20:49 WIB | Dilihat : 282
70 Negara Kutuk Serangan Terhadap UNIFIL
10 Apr 26, 17:21 WIB | Dilihat : 202
Iran Kian Tangguh Hadapi AS dan Zionis Israel
03 Apr 26, 19:23 WIB | Dilihat : 399
Rudal Iran sebagai Platform Baru Media
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
16 Apr 26, 19:38 WIB | Dilihat : 188
Pertamina Hulu Energi Raih IFR Asia Award 2025
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 503
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 646
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
Selanjutnya