Suasana Jelang Kongres IV Partai Demokrat Sudah Terasa

Bersihkan Partai dari Koruptor dan Antek-anteknya

| dilihat 2573

SURABAYA, AKARPADINEWS.COM | KONGRES IV Partai Demokrat akan berlangsung di Surabaya (Senin-Rabu: 11-13 Mei 2015). Suasana kongres mulai terasa di kota yang bersih itu.

Jalan-jalan utama kota sudah diramaikan oleh bendera, spanduk, baliho, dan giant banner. Tak hanya menampakkan wajah Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Syariefudin Hassan, para anggota DPR RI Fraksi Demokrat, dan anggota DPD RI mantan anggota Fraksi Demokrat Gde Pasek.

Spanduk-spanduk yang menampilkan wajah Pak De Karwo – Gubernur Jawa Timur, yang juga petinggi Partai Demokrat, nampak beserta dengan wajah-wajah yang tak dikenali. Banyak juga bertebar spanduk menampilkan wajah entah siapa. JN (Jaringan Nusantara) juga memasang spanduk yang menyolok, bertulis pesan: “Bersihkan Partai Demokrat dari Koruptor dan Antek-anteknya.”  Ini spanduk yang menyampaikan pesan eksplisit di antara begitu banyak spanduk dengan pesan normatif.

Suasana hangat terasa. Sampai pukul 00.00 di Jalan Mayjend Sungkono – tempat Kongres IV Partai Demokrat bakal digelar, terjadi kemacetan panjang. Selain karena banyak kendaraan yang akan memutar arah di depan lokasi Kongres, juga karena gelaran midnightesale Ciputra World Mall, dalam rangka ulang-tahun kota Surabaya.

Di Hotel Elmi, Hotel Java Paragon, Hotel Shangrila, Hotel Satelit, dan beberapa hotel lain, sejumlah aktivis dan kader Partai Demokrat sudah nampak ‘seliweran.’  Mereka datang dari berbagai daerah. Menurut resepsionis di hotel-hotel itu, sampai hari Rabu (13/5/15) sejumlah kamar itu sudah full book, bahkan sudah dibayar oleh pemesan, meski kepastian kedatangan mereka belum jelas.

Meski pertumbuhan ekonomi  nasional sedang melemah dan belum akan bangkit sampai semester I – 2015, hotel-hotel itu mendapat peningkatan jumlah okupasi akhir dan awal pekan. Beberapa pimpinan cabang yang sudah ada di hotel-hotel yang dikunjungi akarpadinews.com, menyebut, mereka datang untuk tujuan yang sama: menyelamatkan Partai Demokrat (PD) dari ambisi pribadi sejumlah kalangan yang ingin melemahkan partai ini.

Ada kesan, pada Kongres IV Partai Demokrat, untuk dan atas nama demokrasi dan perubahan, sejumlah kalangan yang sempat menguasai (dan kemudian merusak partai ini) pada Kongres II di Bandung, akan berusaha merusak partai ini. Aksi mereka sudah nampak dalam pandangan dan sikap mereka yang disampaikan melalui media massa selama ini. Mereka berkolaborasi dengan sejumlah ‘pengamat politik’ yang terbukti tidak independen dan kehilangan daya intelektualnya pada Pilpres 2014. Hanya sekadar ingin menghancurkan citra SBY dan PD.

Seperti bunyi dalam spanduk yang bertebar di berbagai sudut kota, Kongres IV PD memberi ruang terbuka bagi pimpinan cabang untuk menyampaikan aspirasi dan ekspresinya. Sejumlah cabang, akan memanfaatkan Kongres IV untuk melakukan konsolidasi total dan membuat partai ini solid menuju 2019. Ada juga satu dua dan para ‘kader sempalan’ dan ‘kader kost’ yang ‘penyakit’ : “kalah jadi abu.”

Berbeda dengan suasana Kongres I, II, dan III yang diwarnai dengan aneka pengelompokan sekufu, kali ini di hotel-hotel tempat mereka menginap tak nampak ada kasak-kusuk yang menonjol. “Mungkin para operator dan aktor yang biasa berkasak-kusuk belum datang,” ujar seorang kader asal Sulawesi Selatan.

Dari apa yang mereka omongkan lebih banyak terdengar pembicaraan tentang Pemilukada serentak, pertemuan antara  Syarifuddin Hassan, Ibas dan Agus Hermanto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, meski Mega tak pasti akan datang ke acara pembukaan Kongres IV partai ini. Mereka mengungkapkan, kunjungan ketiga petinggi Partai Demokrat ke kediaman Megawati itu, sebagai awal komunikasi politik yang bagus.

Beda dengan Kongres II di Bandung, menjelang Kongres IV, ini tak nampak galang menggalang dukungan, termasuk rencana peraturan tata tertib Kongres, agar calon Ketua Umum harus didukung 40 persen cabang yang punya hak suara. Apalagi, SBY pernah mengisyaratkan calon ketua umum bisa maju dengan dukungan antara 20 – 30 persen saja.

Konsep tata tertib kongres sendiri, nampaknya sudah clear. Arah terjadinya suara aklamasi mendukung calon Ketua Umum, seperti yang menjadi tradisi di PDI Perjuangan juga mengemuka dalam perbincangan  itu. Bahkan terlihat pada sejumlah baliho.

Hal lain yang mengemuka juga kekuatiran ada satu dua kader yang meneruskan kebiasaan buruk Kongres II. Karena itu, relevan dengan bunyi spanduk Jaringan Nusantara, agar Kongres IV ini menjadi ajang penuntasan pembersihan PD dari para perusak partai, seperti suap dan sejenisnya, dalam perbincangan yang disimak akarpadinews,  para kader tidak keberatan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) turun. Biasanya KPK sudah mengendus lebih awal.

Menjelang Kongres IV PD, sejumlah mantan kader PD sudah dicokok KPK, seperti Jero Wacik dan Soetan Batugana, menyusul Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum dan para koleganya, seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan lainnya. Soetan Batugana, bahkan sudah mulai diadili di Pengadilan Tipikor. | JM Fadhillah

Editor : Web Administrator | Sumber : Laporan kontributor: Poppy, Nanda dan JM Fadhillah
 
Polhukam
04 Okt 26, 00:39 WIB | Dilihat : 234
Aktivasi Telinga dan Benahi Cara Komunikasi
28 Sep 26, 21:21 WIB | Dilihat : 219
Dunia Tak Memerlukan Janji Baru
27 Sep 26, 19:08 WIB | Dilihat : 276
Nyali Presiden dan Delegasi Iran Menghadiri MU PBB 81
25 Sep 26, 02:15 WIB | Dilihat : 255
Kejahatan Perang Israel di Gaza dan Tepi Barat Palestina
Selanjutnya
Humaniora
28 Sep 26, 13:04 WIB | Dilihat : 376
Tun Hasmah Tiada Banding
26 Agt 26, 12:25 WIB | Dilihat : 357
PM Wong Ungkap Peran Besar Puak Melayu Muslim Singapura
23 Agt 26, 12:57 WIB | Dilihat : 364
Keterbatasan Bukan Penghalang
Selanjutnya