Hamdan Zoelva Ingatkan Peran Fungsi Perempuan

WSI Bergerak Tanpa Lelah Menjawab Tantangan Zaman

| dilihat 159

JAKARTA | Wanita Syarikat Islam (WSI) terus bergerak tanpa lelah dalam perjuangan panjang mewujudkan apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa, menjawab tantangan zaman.

Pernyataan tersebut dikemukakan Valina Singka Soebekti, Ketua Umum WSI dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI WSI di Grand Hotel Cempaka, Jakarta, Jum'at (9/9/22). Munas akan berlangsung sampai Ahad (11/9/22).

Pada bagian lain pidatonya, Valina mengemukakan, WSI kini sudah mencapai eksistensi 104 tahun, yang  kelahirannya berawal dari  Sarekat Siti Fatimah di Garut tahun 1918. Kemudian menjadi Sarekat Puteri Islam Indonesia. Pada tahun 1927 sudah mempunyai cabang di berbagai wilayah Indonesia.

Ketika itu, para pelopor berdirinya WSI sudah menyelenggarakan kursus pendidikan politik melalui Sekolah Istri, memajukan ekonomi anggotanya dengan membangun usaha bersama, dakwah agama, menerbitkan buku-buku bacaan, surat kabar, dan juga pelajaran bahasa Melayu.

WSI, jelas Valina, juga menjadi salah satu inisiator Kongres Wanita Indonesia yang pertama di Yogyakarta tahun 1928, yang menghasilkan keputusan strategis, meningkatkan pendidikan kaum perempuan, sekaligus berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

WSI berlandaskan Dinul Islam bersumber pada Al-Quran dan Sunnah Rasul, Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, ini tak pernah lelah berjuang dan berkontribusi dalam dinamika perkembangan bangsa.

Munas XI WSI yang pembukaannya dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,  Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketua MUI KH Sodikun beserta tokoh dan  pimpinan Ormas lainnya. Selain itu, itu diikuti oleh Pengurus Wilayah dan Cabang Wanita Syarikat Islam se-Indonesia, antara lain Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Selain bermusyawarah, pengurus WSI tersebut juga menggelar karya usaha kreatif mandiri mereka yang berkaitan dengan upaya meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Ketua umum WSI, Valina Singka Subekti kemudian menyatakan, bahwa WSI memberikan perhatian khas terhadap ketahanan keluarga. Penguatan ketahanan keluarga merupakan bagian integral dari tanggungjawab WSI dalam menjawab dan merespon tantangan perubahan zaman.

Valina mengemukakan, kini kita sebagai bangsa dihadapkan oleh berbagai persoalan yang kompleks dan multidimensi akibat krisis pandemi covid yang dirasakan dampaknya sampai saat ini. Seperti penurunan kualitas ekonomi, yang ditandai oleh penurunan daya beli masyarakat.

Pada saat yang bersamaan, juga menghadapi tantangan kualitas dan akses pada kesehatan dan pendidikan yang juga berdampak pada kualitas kesejahteraan ibu, anak dan keluarga. Antara lain ditandai oleh angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, stunting, yang masih menjadi persoalan kita.

Selain itu, kata Valina, kita juga sedang menghadapi penurunan kualitas etik, akhlaqul karimah dari masyarakat kita, meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Demikian pula halnya dengan  persoalan dampak negatif era disruptif dan persoalan menurunnya kualitas demokrasi Indonesia.

Valina yang sehari-hari merupakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut mengingatkan, tahun 2045 kemerdekaan Indonesia akan mencapai 100 tahun. Ketika itu diharapkan, bangsa ini akan mampu mewujudkan cita-cita perjuangan kebangsaannya.

Dikemukakannya, keberadaan WSI tak bisa dipisahkan dari keberadaan dan perjuangan Syarikat Islam, yang berawal dari Sarekat Dagang Islam 1905 yang didirikan untuk menentang diskriminasi Belanda yang memberikan perlakuan istimewa kepada para pedagang Cina.

Syarikat Islam yang kemudian dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto, menurut Valina, adalah pelopor pergerakan kebangsaan yang pertama di Indonesia. Kebangkitan Nasional itu diinisiasi oleh Sarekat Dagang Islam dan Syarikat Islam, yang keanggotaannya

Acara Munas XI - WSI ini juga menghadirkan beberapa Seminar Nasional yang terkait dengan Tenaga Kerja Perempuan, penguatan Wawasan Kebangsaan, serta peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia.

Pada kesempatan pembukaan tersebut, Presiden Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam - Hamdan Zoelva, menyinggung ihwal peran domestik dan peran publik perempuan.

Dalam peran publiknya, Hamdan menyebut, perempuan berperan memperbaiki ekonomi keluarga dan politik. Yang tak kalah pentingnya adalah peran utama dalam menguatkan ketahanan keluarga.

Hamdan mengingatkan, dalam menjalankan fungsi peran tersebut, jangan sampai WSI terlena dengan feminisme, yang dasar-dasar falsafahnya bisa berbeda dengan keyakinan keagamaan yang kita miliki.

Oleh karena itu dalam halperan publik yang sangat luar biasa, yang selalu dikedepankan dalam gerakan feminisme -- ini yang berlaku di dunia Barat --, pada sisi lain orang semakin lupa terhadap urusan keluarga.

Di dunia Barat, kata Hamdan, keluarga semakin lama semakin tidak penting lagi, karena itu hal ini merupakan tantangan besar bagi wanita muslim, khususnya WSI.

"Peran publik tidak boleh mengabaikan peran domestiknya. Ada peran wanita yang tak bisa digantikan laki-laki, yaitu peran melahirkan, peran menyusui, dan peran untuk membimbing - mendidik anak dengan penuh cinta kasih hanya bisa dilakukan oleh perempuan," ungkap Hamdan.

Hamdan mengemukakan pameo bangsa ini, "kasih sayang ayah sepanjang galah, kasih sayang ibu sepanjang masa.."

Menurut Hamdan, peran inilah yang harus terus didakwahkan, diperkuat, dikembangkan oleh WSI sebagai garda terdepan wanita Indonesia dan bagi kaum Syarikat Islam. "Tentu kita tidak bisa mengabaikan peran dalam bidang politik, memberikan pendidikan, pelatihan, pemahaman politik," tukasnya.

Saat sekarang ini, lanjut Hamdan, banyak perempuan yang menjadi penopang keluarga. Dia mengambil amsal, kerjasama Syarikat Islam dengan PNM (Permodalan Nasional Mandiri) menunjukkan 13 juta nasabah yang dikelola badan usaha milik negara tersebut, adalah perempuan tangguh penopang ekonomi keluarga.

Hamdan berharap, WSI berjalan seiring dengan Syarikat Islam, dalam dakwah ekonomi, yang kesemuanya untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara.

Pada pembukaan Munas XI WSI tersebut, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyampaikan tahniah sekaligus membukanya melalui rekaman video. | masybitoch

 

Artikel terkait : Rachmat Gobel Ingatkan Kekuatan Asing Bukan Utama Bagi Indonesia

Editor : delanova
 
Humaniora
10 Sep 22, 12:45 WIB | Dilihat : 160
WSI Bergerak Tanpa Lelah Menjawab Tantangan Zaman
09 Sep 22, 08:23 WIB | Dilihat : 77
Pemimpin versus Penguasa
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
15 Jun 22, 09:26 WIB | Dilihat : 257
Gobel : PMK Hewan Memukul Kedaulatan Pangan
14 Jun 22, 09:17 WIB | Dilihat : 300
Rachmat Gobel Kritisi Lagi Soal Impor Baju Bekas
10 Jun 22, 20:45 WIB | Dilihat : 236
Memulihkan Ekonomi Malaysia dengan Berlari
09 Apr 22, 19:08 WIB | Dilihat : 347
Menghidupkan Demokrasi Ekonomi Kita
Selanjutnya