JAKARTA, AKARPADINEWS.Com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan riset terhadap nyamuk, tikus, dan kelelawar pada 34 provinsi di Indonesia dalam mengantisipasi penyakit yang datang dari binatang.
Saat ini, sedang dilakukan proses uji coba lapangan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang berlangsung sampai 31 Oktober 2014.
Riset yang akan berlangsung selama tiga tahun, yaitu 2015-2017, tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyakit bersumber binatang (zoonosis) dan mengetahui karasterisik hewan pembawa penyakit (tular vektor).
Dalam riset selama tiga tahun akan dilakukan pemetakan penyakit zoonosis dan tular vektor, baik yang sudah lama dan penyakit menular baru (new emerging deseases), ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama melalui surat elektronik Selasa lalu dilansir Kemenkes
.
Balitbangkes akan mengumpulkan 305 ribu spesimen nyamuk, 42 ribu spesimen tikus dan 24 ribu spesimen kelelawar. Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora), memang khusus untuk mengetahui pola jenis vektor dan reservoir penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk, tikus, dan kelelawar di Indonesia, tegas Prof, Tjandra Yoga.