
AKARPADINEWS.COM | MANUSIA tentu ingin merengkuh sukses dalam hidupnya, baik menyangkut karir, pendidikan, hingga urusan percintaan. Namun, ada pula manusia yang risih dengan kesuksesan. Dia tak berambisi merasakan nikmatnya kesuksesan. Orang itu disinyalir menderita phobia kesuksesan (achievemephobia).
Agaknya sulit diterima nalar ada orang yang phobia kesuksesan tersebut. Tetapi, itu nyata adanya. Penderita phobia ini akan merasakan ketidaknyamanan ketika dirinya sukses melakukan sesuatu. Mereka alergi dengan kesuksesan karena akan menjadi sorotan. Penderita pun tidak nyaman dengan perubahan yang akan terjadi. Penderita achievemephobia akan merasa nyaman dengan kondisinya, meski mereka tidak menyukai kondisinya.
Phobia ini merasuk dalam diri seseorang karena takut akan kegagalan. Karena, dia merasa untuk menapaki jalan menuju kesuksesan, tidak selamanya akan memiliki hasil yang sama pada tiap momen hidupnya. Penderita pun merasa tak nyaman jika gagal karena akan membuat orang lain kecewa dan menjauh dari dirinya.
Penderita achievemephobia juga menganggap kesuksesan akan membuat dirinya terkenal dan disorot banyak orang. Gejala phobia itu terjangkit pada seseorang yang pemalu dan tidak memiliki keberanian untuk bersaing.
Gejala achievemephobia antara lain: Pertama, penderita akan melakukan tindakan destruktif kepada dirinya ketika mencapai kesuksesan. Tindakan destruktif itu bisa dengan menggunakan narkotika, minum minuman keras, bahkan melukai dirinya sendiri. Tindakan itu dilakukan sebagai pelampiasan ketidakmampunanya menghadapi tekanan kesuksesan.
Kedua, penderita phobia akan sulit untuk diminta membuat langkah-langkah menggapai impian. Dia enggan membuat rencana agar dirinya dapat meraih kesuksesan. Hal itu karena keengganannya lepas dari zona nyaman dan hanya ingin hidup statis pada taraf hidup yang saat ini dijalaninya. Kesuksesan akan menjadi ancaman karena akan membuat pola kenyamanannya berubah.
Ketiga, penderita sulit mempertahankan sesuatu yang pernah diraihnya. Biasanya, mengingap pada seseorang yang telah berhasil membangun bisnisnya. Ketika bisnisnya sudah pada taraf yang dianggap sukses, dia akan sulit mempertahankannya. Karena, dirinya mengalami keengganan untuk merasakan kembali kerja keras yang pernah dialaminya. Keengganan bekerja keras akhirnya mempengaruhi dirinya untuk tidak mau berkembang dan hanya menyerah pada keadaan. Akibatnya, pebisnis yang terkena sindrom achievemephobia, bisnis yang dibangunnya rawan hancur tak lama bisnisnya meraih sukses.
Keempat, penderita mengalami rasa takut akan tanggung jawab. Hal itu biasanya dipicu oleh pribadi pemalu dan tidak percaya diri. Penderita takut dikritik ketika mereka mengampu sebuah tanggungjawab. Ketakutan itu akan menyebabkan penderita berupaya melarikan diri dari tanggungjawab. Dia masa bodo jika tanggungjawab yang diembannya hancur begitu saja. Baginya, tanggungjawab adalah gangguan yang membuatnya tak nyaman.
Untuk mengantisipasi achievemephobia, maka biasa menghadapi ketakutan. Dirinya juga membutuhkan pendampingan dari orang terdekatnya. Penderita juga harus dibiasakan memikul tanggungjawab dan siap menerima segala konsekuensi dari hasil kerjaannya.
Agar tidak melampiaskan dengan cara destruktif, penderita perlu mengekspresikan hobi positifnya. Dengan begitu, tekanan yang dirasakannya akan tersalurkan dengan baik dan konstruktif bagi kepribadiannya. Biarkan penderita phobia mengeksplorasi hobinya sehingga penderita tidak larut dalam tekanan yang menerpanya.
Penderita juga harus diberikan pemahaman pentingnya proses dalam sebuah upaya menuju kesuksesan. Dirinya harus memahami pentingnya bekerja keras, bekerja cermat, dan bekerja cerdas dalam menuju kesuksesannya. Dengan begitu, penderita achievemephobia akan memiliki kepercayaan diri untuk melakukan segala proses menuju kesuksesan dan mencoba mempertahankannya.
Penderita juga harus disadarkan untuk berani keluar dari zona nyaman dan siap menghadapi tantangan. Dia harus diarahkan untuk menyusun dan mengupayakan pencapaian target kerja. Dengan begitu, penderita akan terlatih menghadapi tantangan dan bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Achievemephobia merupakan jenis ketakutan yang unik. Untuk itu, seseorang perlu mengenal diri, keinginan, dan impiannya. Orang-orang terdekatnya harus terus memberikan sugesti dan motivasi, dan mengupayakan agar penderita tidak sendirian tertekan akibat tantangan yang dihadapinya.
Muhammad Khairil