PM Wong Ungkap Peran Besar Puak Melayu Muslim Singapura

| dilihat 52

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Singapura, Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong, saat menyampaikan pidatonya dalam bahasa Melayu di hadapan warga Singapura yang memadati aula the Institute of Technical Education (ITE) Headquarters (Sabtu, 23/08/26).

Wong menyampaikan Pidato tersebut (semacam pidato kenegaraan) terkait dengan National Day Rally 2026. Kemerdekaan yang diperoleh Singapura dari Kerajaan Inggris Raya tersebut terjadi 9 Agustus 1965.

Setahun terakhir, selama masa kepemimpinannya sebagai PM Singapura, ia telah menjadi pendukung setia kaum Melayu/Muslim dan telah bersama-bersama dalam berbagai program dan kegiatan.

"Anda telah membuka hati dan menyambut saya dengan hangat pada acara buka puasa, acara budaya, dan sesi komunitas. Selama sesi-sesi ini, Anda telah berbagi harapan, kekhawatiran, dan aspirasi Anda dengan jujur >??dan tulus. Banyak juga yang mendorong saya untuk belajar bahasa Melayu. Terima kasih!," ungkapnya.

Pada bagian awal pidatonya, Wong menyatakan, "Setiap kali saya bersama komunitas Melayu/Muslim, saya dapat merasakan antusiasme dan kebanggaan Anda akan identitas dan warisan Anda."

Wong menyatakan, ia melihatnya secara langsung selama pembukaan kembali Taman Warisan Melayu di Singapura. "Untuk pertama kalinya, parade budaya diadakan di sekitar Kampong Gelam. Seniman, kelompok komunitas, pedagang, dan sukarelawan bergandengan tangan untuk merayakan warisan komunitas yang kaya," ungkapnya.

Menurut Wong, Kampong Gelam adalah tempat yang istimewa bagi warga negara Malaysia. "Ini mengingatkan kita akan ikatan erat kita dengan wilayah ini. Ini juga merupakan bagian dari sejarah dan warisan kita bersama."

"Kita menghargai hubungan ini. Itulah sebabnya bahasa Melayu adalah Bahasa Nasional kita, bahasa Lagu Kebangsaan kita, dan bahasa komando Angkatan Bersenjata Singapura. Bahasa Melayu adalah bagian dari identitas Singapura!" ungkapnya.

Lantas, Wong mengemukakan, "Mengingat posisi kita di kawasan ini, ada baiknya bagi warga Singapura untuk mempelajari bahasa Melayu dan mendalami budaya Melayu."

Sebenarnya tak hanya itu. Meskipun populasi ras Melayu Secara historis, negara dan warga Republik Singapura, tak bisa dipisahkan dengan puak Melayu. Pulau ini, sebelumnya bernama Temasik yang merupakan bagian dari wilayah kepulauan Riau.

Cerita Pondok Abang

Berdasarkan data statistik Singapura, puak Melayu di Singapura merupakan kelompok etnis terbesar kedua setelah etnis Tionghoa, dengan jumlah sekitar 13,5 persen hingga 15,4 persen dari total populasi negara pulau tersebut.

Puak Melayu juga dinyatakan sebagai penduduk asli - pribumi - indigenous. Di lembar mata uang Dolar Singapura pada seluruh pecahan, terdapat wajah Presiden Pertama Republik Singapura, Yusof Ishak.

Jurnalis dan tokoh utama puak Melayu berwajah Arab tersebut menjabat Presiden Singapura antara 9 Agustus 1965 - 23 November 1970.

Yusof Ishak lahir di Padang Gajah, Trong, Perak Malaysia, pada 12 Agustus 1910 dan wafat di Singapura 23 November 1970). Yusof Ishak berdarah -- keturunan -- Minangkabau dari garis ayah. Sebelum menjabat Presiden Pertama Singapura, ia menjabat Yang di-Pertuan Negara Singapura kedua (3 Desember 1959 - 30 Mei 1960), menggantikan Yang di-Pertua Negara Singapura / Gubernur Singapura William Goode.

Menurut Wong, hubungan dirinya dengan puak Melayu Muslim,  "Bukan hanya tentang warisan kita. Bahkan,  membantu kita memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga di kawasan dan membuka lebih banyak peluang bagi warga Singapura dan bisnis."

PM yang sederhana dan saat bertugas masih kerap menumpang pesawat kelas ekonomi penerbangan komersial, tersebut lantas bercerita singkat pasal warung makan Pondok Abang. Pondok Abang yang didirikan oleh Abdul Rahman bin Yad Ali.

"Beliau memulai dengan sebuah warung makan. Makanan yang dijualnya diterima dengan baik. Lebih banyak warung dibuka. Pondok Abang juga merupakan dapur pusat dan pemasok bagi pedagang makanan lainnya," tuturnya.

Saat ini, Pondok Abang dikelola oleh putranya, Hasan. "Mereka masih menjalankan bisnis warung makan, dan juga merupakan produsen makanan halal utama. Hasan menyadari bahwa pasar untuk masakan Melayu tradisional sedang berkembang di kawasan ini."

Sambil tersenyum, Wong mengemukakan, "Sekarang, Pondok Abang telah mapan di Brunei dan Malaysia, dan siap untuk melebarkan sayapnya ke negara-negara tetangga lainnya." Wong menunjukkan Rahman dan Hasan yang pada saat, itu berada di tempat, itu bersama warga Singapura lainnya. " Semoga sukses untuk kalian berdua!" cetus Wong.

 

Percaya Diri

PM Singapura Wong -- kelahiran Singapura 18 Desember 1972 -- mulai menjabat pada bulan Mei tahun 2024. Ia melanjutkan kepemimpinan PM sebelumnya Lee Hsien Loong  (putera PMS mendiang Lee Kuan Yew, yang kini menjabat Menteri Senior).

Sebagai negara pulau / kota yang multi ras dan multi etnis (khasnya China, Melayu, India, dan lainnya), yang tengah berada di tengah dinamika perubahan secara lokal - regional - global, Wong mengisyaratkan dirinya sbagaimana warga negara lain, punya kekuatiran yang sama.

"Pada saat yang sama, saya tahu banyak yang khawatir tentang biaya hidup, pekerjaan, dan masa depan anak-anak kita. Saya memahami kekhawatiran Anda. Dunia saat ini semakin tidak pasti. Dan perubahan semakin cepat," ungkapnya.

Lantas ia menyeru, "beban berat ditanggung bersama, beban ringan dipikul bersama. Kita akan mengatasi tantangan ini bersama-sama!" ujarnya.

Itulah seruan seorang pemimpin yang teresonansi dengan rakyatnya. "Pemerintah akan terus bekerja sama dengan para pemimpin dan badan masyarakat agar kita lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang," ujarnya. Optimistis.

"Tujuan kita jelas. Kita ingin setiap anggota komunitas Melayu/Muslim percaya diri, mampu, dan memiliki kesempatan untuk sukses," lanjutnya.

Kemudian Wong mengemukakan, "Kekuatan utama komunitas Melayu/Muslim adalah persatuan Anda. Kita dapat melihatnya melalui M3. Kita memperluasnya menjadi M3+ dengan melibatkan lebih banyak mitra dan lebih banyak sumber daya. Ketika kita bekerja bersama, lebih banyak yang dapat dicapai."

Puak Melayu / Muslim Singapura menampakkan semangat - gairah hidup, yang kata Wong, "... terlihat jelas melalui program Donasi Emas. Program ini dimulai sebagai usaha patungan antara jama'ah Masjid Al-Muttaqin, Maeen, dan Muhammadiyah, untuk membantu para lansia di Ang Mo Kio."

Wong melanjutkan, "Mereka mendukung banyak warga senior Melayu/Muslim di sana. Melalui M3+, mereka menggabungkan keahlian dari berbagai sektor di komunitas."

PM yang juga ekonom, ini kemudian mengatakan, "Saya senang mengumumkan, bahwa mereka akan memperluas upaya ini ke Yishun, Sembawang, dan Woodlands. Dengan ini, lebih banyak warga senior dapat menghabiskan masa senja mereka dengan bermartabat dan lebih bermakna."

Karenanya, ungkap Wong, pemerintah yang dipimpinnya juga memperkuat kolaborasi untuk membuka lebih banyak peluang. Misalnya, kolaborasi antara PERGAS dan Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah (ASME).

 

Peran Besar Puak Melayu / Muslim

Melalui inisiatif ini, kata Wong, bisnis yang dimiliki para asatizah dapat memperoleh manfaat dari layanan konsultasi, alat digital, dan jaringan bisnis. Sehingga bisnis mendapat manfaat dari keahlian linguistik dan budaya komunitas saat mereka berekspansi ke pasar regional.

Semua upaya ini, menurutnya, telah berhasil membawa perubahan yang signifikan. "Saat ini, lebih banyak warga Singapura Melayu/Muslim yang menorehkan prestasi di berbagai sektor," tukasnya.

Puak Melayu / Muslim mengabdi dengan gemilang di Layanan Sipil, Angkatan Bersenjata Singapura, peradilan, profesi, bisnis, dan banyak bidang lainnya. "Mereka berkontribusi pada kemajuan Singapura sambil tetap setia pada komunitas dan warisan mereka," tegas Wong.

Itulah yang ingin secara bersama dilihat sebagai realita oleh seluruh warga negara. Buukan hanya komunitas Melayu / Muslim yang kuat, tetapi juga warga Singapura keturunan Melayu/Muslim yang memainkan peran lebih besar bagi Singapura.

Wong kemudian mengemukakan, "Kita kini mempunyai Pemangku Menteri (yang) Bertanggungjawab bagi Ehwal Masyarakat Islam yang baharu, Zaqy Mohamad. Beliau memimpin para pemegang jawatan dan Anggota Parlimen Melayu/Islam kita."

Wong gembira melihat pejabat (pemegang amanah) yang lebih muda tampil untuk memikul tanggungjawab. Kita ada Rahayu Mahzam. "Selepas Pilihan Raya Umum -- pemilihan umum -- yang lalu, Zhulkarnain Abdul Rahim dan Dr Syed Harun menyertai pula kami. Mereka membawa bersama pengalaman dari sektor swasta. Tim ini bekerjasama dengan baik, dan saya akan terus memperbaharui dan memperkukuh pasukan ini."

PM Wong melanjutkan, dia menyatakan, "Bersama-sama, mereka akan memimpin berbagai inisiatif. Misalnya, Komite Pemberdayaan Ekonomi yang dipimpin oleh dua anggota parlemen, Dr. Wan Rizal dan Saktiandi Supaat. Mereka telah menerima banyak ide yang berwawasan dari masyarakat."

Aksentuatif, Wong mengemukakan, "Salah satu fokus utama adalah membantu pemuda Melayu/Muslim mengembangkan keterampilan, mendapatkan lebih banyak pengalaman, dan meraih peluang di sektor-sektor baru dan berkembang."

Hal tersebut menurut Wong, hanyalah salah satu dari banyak upaya yang dilakukan Zaqy dan timnya. "Mereka akan segera mengumumkan lebih banyak inisiatif. Berikan dukungan penuh Anda, agar kita semua dapat bekerja sama untuk membantu setiap warga Singapura Melayu/Muslim mencapai potensi mereka, karena ketika komunitas Melayu/Muslim berhasil, Singapura pun berhasil."

Memungkas pidatonya, Wong mengemukakan, "Bersama-sama, mari kita membangun komunitas Melayu/Muslim yang lebih percaya diri dan Singapura yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih bersinar." | sharia

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Energi & Tambang
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 274
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
17 Jul 26, 17:25 WIB | Dilihat : 357
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Investasi Baru di Jambi
28 Jun 26, 06:57 WIB | Dilihat : 409
Talenta Mutu Pertamina Gerakkan Transformasi
Selanjutnya
Polhukam
14 Agt 26, 09:40 WIB | Dilihat : 397
Hentikan Perusakan Demokrasi dan Politik
08 Agt 26, 19:13 WIB | Dilihat : 249
Negara Utang Budi kepada Rakyat
05 Agt 26, 20:16 WIB | Dilihat : 410
Rakyat Negeri Sembilan Bagi Kuasa kepada BN & PN
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 536
Merawat Kepercayaan Rakyat
Selanjutnya