
HONG KONG, AKARPADINEWS. COM | Transaksi di BNI Hong Kong diperkirakan akan meningkat setelah diresmikannya ATM (Anjung Tunai Otomatis) oleh Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo, di Hong Kong, Minggu (24/8).
Kepala Divisi Internasional BNI, Abdullah Firman Wibowo mengemukakan, keberadaan ATM di dua lokasi (Kantor Cabang dan Remittance Office) akan meningkatkan transaksi transfer dari Hong Kong ke Indonesia dan sebaliknya. Ketersediaan ATM itu akan menciptakan kondisi terbaik untuk meningkatkan income dari fluktuasi yang terjadi selama ini. (BNI Buka Layanan ATM Akses Penuh di Hong Kong)
Menurut Firman, sepanjang Semester I 2014, BNI mencatat transaksi remittance dari dan ke Hong Kong, mencapai volume hingga USD 280,7 juta. Slip remittance disepanjang Semester I 2014 mencapai 32,931 slip, meningkat 27 persen terhadap Semester I 2013. Kenaikan tersebut disumbang oleh kenaikan slip transaksi incoming remittance sebesar 22 persen dan transaksi outgoing remittance hingga 74 persen.
Dikemukakannya, transaksi remittance di Hong Kong tersebut menjadi salah satu kontributor remittance secara keseluruhan yang dilayani BNI. Secara keseluruhan, volume transaksi remittance yang dilayani BNI pada Semester I 2014 sebesar USD 42,9 Milyar.
Slip remittance pada Semester I 2014 mencapai 1.141.042 slip, meningkat 1,5 persen terhadap Semester I 2013. “Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya slip transaksi incoming remittance dari Malaysia, yang naik hingga 30 persen, namun dari Saudi Arabia turun hingga (- 25 persen) dan akibat transaksi outgoing remittance hingga (-3,9 persen),” ujarnya.
Dijelaskan Firman, BNI sebagai bank pertama milik pemerintah Indonesia dan sekaligus bank pertama dari Indonesia yang memperoleh izin dari pemerintah setempat untuk menyediakan fasilitas ATM. Izin itu diperoleh setelah pemimpin BNI melakukan ikhtiar terus menerus.
Berbeda dengan sistem perbankan di Indonesia yang memungkinkan bank asing membuka fasilitas dan instrumen pelayanan secara bebas, di luar negeri, bank asing tak mudah melakukan hal yang sama. Terutama, karena belum berlaku prinsip resiprocal berbasis equity dan equality.
BNI mempunyai cabang di Singapura, Tokyo, Hongkong, New York, dan London. Tahun lalu, Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo meresmikan representative branch di Osaka, karena BNI berhasil menjalin kerjasama dengan lebih dari 50 bank reguler Jepang.
Dengan pengecualian dari New York, semua cabang asing berlisensi untuk menyediakan layanan penanganan deposit untuk kedua perusahaan yang berbasis di Indonesia dan lokal.
“Pengalaman ini yang membuat BNI memperoleh izin menyediakan ATM untuk meningkatkan pelayanannya. Bahkan, BNI telah mendapat izin dari prinsipal bank sentral sebagai member of cliring di Jepang,” ungkap Firman, yang pernah menjabat pemimpin BNI Cabang Tokyo, itu.
“Kami menjadi satu-satunya bank nasional Indonesia sepenuhnya beroperasi di sejumlah negara asing, BNI memberikan layanan yang paling lengkap dan komprehensif untuk klien dengan kebutuhan perdagangan internasional,” ungkap Firman.

Sejak dasawarsa pertama kemerdekaan Indonesia, BNI sebagai bank devisa merupakan bank pertama Indonesia yang menjadi telangkai perekonomian nasional dengan perekonomian dunia. Bukan sekadar untuk mengurusi kepentingan ekspor apalagi sekadar untuk mengurusi remitansi. Kini, BNI bahkan bergerak menuju Indonesia Financial Center, setelah berhasil memperoleh kepercayaan kemitraan dari lebih 50 bank regional Jepang. Bahkan kemudian berhasil menjadi member cliring atas izin bank sentral di Jepang.
BNI didirikan pada tahun 1946 sebagai bank pertama kali dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, BNI dulu disebut dengan nama unabbreviated sebagai Bank Negara Indonesia. Kini, dengan link untuk 785 bank koresponden di 87 negara di seluruh dunia, BNI memiliki salah satu jaringan perbankan internasional yang paling luas dari semua bank nasional Indonesia. Hal itu memungkinkan BNI, menyediakan layanan perbankan konsumer yang sangat baik dan produk-produk keuangan, termasuk deposito dan fasilitas kredit.
“Divisi Perbankan Private (PIB) kami, juga menyediakan jasa manajemen aset pribadi yang meliputi produk standar perbankan, layanan yang disesuaikan, produk investasi, produk terstruktur dan produk bancassurance,” tukas Firman.
Perbankan korporasi BNI, lanjut Firman, juga menyediakan layanan yang komprehensif termasuk pinjaman modal kerja, kredit investasi dan kredit sindikasi, serta layanan yang terkait dengan pembiayaan perdagangan, transaksi pasar uang, cash management dan layanan pembayaran gateway. | bang sem