AKARPADINEWS.COM | UNTUK memudahkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan sekitar hutan mendapatkan bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di kala Bulan Suci Ramadhan 1436 H, Perhutani menggelar pasar murah di sejumlah tempat.
Sabtu, 4 Juli 2015, Perhutani menggelar pasar murah di Desa Pinggir, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Suasana di desa itu tiba-tiba meriah. Warga desa antri rapi untuk mendapatkan sembako. Warga merasa senang dengan kehadiran pasar murah tersebut. Karenanya, di pasar murah itu, tersedia beragam bahan pokok dengan harga terjangkau seperti beras, minyak goreng, gula, terigu, dan sebagainya. Selain memudahkan masyarakat mendapatkan sembako murah, pasar murah yang digelar Perhutani itu sekaligus bertujuan memperkuat Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN Membangun Negeri.
Direktur Utama Perhutani, Mustoha Iskandar, didampingi Kepala Divisi Regional Jawa Timur, Andi Purwadi menyempatkan hadir di tengah kerumunan warga di pasar murah, sekaligus membuka acara dengan menyerahkan paket sembako kepada empat orang pembeli dari 1.500 paket sembako yang dijual setengah harga di wilayah Divisi Regional Jawa Timur.
Mustoha menyatakan, pasar murah Ramadhan digelar Perhutani khususnya untuk warga yang tinggal di desa-desa sekitar hutan yang aksesnya kurang baik dan sebagian besar mereka bekerja di hutan. "Pasar murah ini kami adakan di desa-desa yang warganya mencari nafkah dari hutan. Lokasinya sulit dijangkau," ujar Mustoha.
Menurut Corporate Secretary Perhutani, John Novarly dalam rilisnya, Sabtu (4/7), pasar murah Ramadhan Perhutani pada tanggal 4 Juli digelar di tiga lokasi Jawa Timur, yakni KPH Ngawi di desa Bangunrejo Lor (Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi), KPH Jombang di Desa Pinggir (Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk), KPH Blitar di Desa Plandirejo (Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar) dan tiga lokasi di Jawa Tengah yaitu KPH Telawa di Desa Ngaren (Kecamatan Juwangi, Boyolali), KPH Blora di Desa Sambirejo (Kecamatan Japah Blora) dan KPH Pekalongan Timur di Desa Tenogo (Kecamatan Paninggaran Pekalongan).
Keberadaan pasar yang menjual paket sembako dengan setengah harga pasar umumnya itu diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok kala Ramadhan dan untuk kebutuhan lebaran serta mendorong masyarakat mencintai dan menjaga kelestarian hutan. Antusias warga untuk mendapatkan sembako murah sangat tinggi.
Di Desa Sambirejo, 500 paket sembako murah langsung dibeli warga. Sembako dengan harga murah sangat diminati warga karena selama ramadhan dan jelang Lebaran, harganya mengalami kenaikan. Di kegiatan pasar murah tersebut, KPH Blora memberikan subsidi Rp50 ribu. Dengan demikian, paket sembako yang dijual di pasar umum seharga Rp100 ribu, maka di pasar murah, warga hanya membeli dengan harga Rp50 ribu.
Paket sembako yang dijual ke warga itu terdiri 2,5 kilogram beras, satu kilogram gula pasir, satu botol sirup, 10 bungkus mie instan, satu kilogram minyak goreng dan satu pak teh. Menurut Joko, warga sangat antusias dan tertib saat membeli sembako sambil menyerahkan kupon.
Rencananya, pasar murah juga akan digelar Perhutani di kawasan Jawa Barat dan Banten pada Minggu tanggal 6 Juli 2015. Pasar murah itu dilaksanakan di KPH Banten Desa Cibaliung, (Kecamatan Cibaliung Pandeglang), KPH Garut di Desa Wangunjaya (Kecamatan Banjarwangi, Garut) dan KPH Tasikmalaya di Desa Kubangsari (Kecamatan Cikalong, Tasikmalaya). Total paket sembako yang disediakan 4.500 paket.
Selain menggelar pasar murah, Perhutani juga intensif melakukan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat selama ini dilakukan Perhutani di 5.278 desa hutan melalui 5.278 kelompok-kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Selain mendapatkan manfaat dari kegiatan kerja di hutan, mereka juga mendapatkan nilai dari sharing hasil hutan kayu-non kayu, pembinaan usaha produktif, pelatihan dan pinjaman dana kemitraan bunga rendah.
PR Perhutani